.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Teknologi Pikiran Buku dan Pemikiran

      Adi W Gunawan telah merampungkan tidak kurang dari 18 judul buku yang sebagian besar membahas tentang teknologi pikiran. Buku-buku karangan Adi umumnya laris pula di pasaran, terjual rata-rata lebih dari 6.000 eksemplar.

      OLEH SUSIE BERINDRA

      Meskipun mengakui tidak mudah menulis sebuah bu­ku, pada saat-saat tertentu, Adi bisa menyelesaikan sebuah buku hanya dalam waktu sekitar tiga bulan. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Sebagian besar buku-buku karyanya yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, 15 judul di antaranya, termasuk yang terlaris.

      "Buku pertama saya berjudul Born to be a Genius. Isinya tentang solusi berbagai permasalahan terkait de­ngan nilai pendidikan anak-anak di sekolah. Dengan mengujicobakan ga-gasan yang ada di buku ini, orangtua akan memahami gaya belajar anak, membangkitkan potensi anak, dan akhirnya sadar bahwa anak Anda temyata jenius," ungkap Adi.

      Setelah itu, buku-buku karya Adi pun mengalir, di antaranya berjudul Genius Learning Strategy, Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?, Manage Your Mind for Success, dan Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian.

      Kebanyakan buku-buku tersebut berisi tentang teknologi pikiran, hipnoterapi, dan pendidikan. Adi mengaku merasa nyaman jika menulis sesuatu yang memang dikuasainya benar. Bahkan, menguasai materi yang hendak dituliskan itu menjadi salah satu syarat bagi dia dalam menghasilkan buku.

      “Buku itu akan menarik jika kita mampu menyajikan tema yang dibahas dengan selengkapnya. Kalau kita tidak sungguh-sungguh mengu­asai masalahnya, akan langsung tampak dalam tulisan," katanya.

      Adi mengaku, dia pun harus men­jadi praktisi di bidang yang ditulisnya, bukan sekadar menulis hasil studi literatur. "Jika kita ingin menulis tentang bagaimana meraih sukses, kita hams sukses dulu. Jika mau menulis buku bisnis, harus punya bisnis dulu dan berhasil. Isi buku akan lebih kaya dan menarik untuk dibaca," tutur Adi.

      Misalnya, buku berjudul Kesalah­an Fatal dalam Mengejar Impian. Buku ini berisi kumpulan artikel yang merupakan hasil perenungan dan pencarian Adi belajar dari peng-alaman pribadi ataupun pengalaman orang lain. "Sukses yang kita lihat bukanlah sesuatu yang bersifat instan. Sukses membutuhkan proses yang panjang dan berkelanjutan," kata Adi.

      Hal lain yang menurut dia penting bagi seorang penulis adalah disiplin diri. Setiap hari mengharuskan dirinya untuk menulis meskipun terkadang hanya menghasilkan beberapa lembar kertas. "Setiap orang punya mood menulis yang berbeda-beda. Bagi saya, waktu yang paling enak buat menulis adalah malam hari. Saat suasana hening, ide-ide saya mudah keluar, Ini membuat saya bisa menulis dengan cepat. Kalau sudah begini, dalam sehari bisa menulis sdtu bab," katanya.

      Teknologi pikiran

      Sebelum dikenal sebagai salah se­orang penulis buku laris, Adi berprofesi sebagai hipnoterapis klinis. Dengan mempelajari teknologi pi­kiran, Adi mengetahui berbagai ilmu mengenai sifat-sifat pikiran, bentuk-bentuk pikiran, dan proses berpikir.

      Adi yang berlatar pendidikan tek-nik elektro mengaku tertarik dunia hipnoterapi sejak lulus kuliah dari Sekolah Tinggi Teknik Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Adi membantu bisnis ayahnya yang tinggal di Tarakan, Kalimantan Timur.

      "Seharusnya, sebagai anak tertua, saya diminta meneruskan bisnis ayah saya. Tetapi, saya ingin menjalani bisnis yangberbeda. Saat itulah, saya tertarik dengan dunia pikiran," ujar-nya. Pada 1993, Adi memutuskan bel­ajar hipnoterapi dengan Silva Method di Surabaya Silva Method merupakan teknik mengolah pikiran dengan relaksasi. Adi memperdalarr pengetahuan dan kemampuan aplikasi praktis teknologi pikiran de­ngan mempelajari teknik peningkat an dan pemberdayaan potensi ma nusia, khususnya dalam bidang pen didikan, di The Accelerated Learnin! Institute and Training Centre, La Vegas, Amerika Serikat, pada 2002.

      Pada 2007, Adi memutuskan men dirikan Quantum Hypnosis Indone sia (QHI). Lembaga pendidikan ii merupakan wadah bagi siapa saja yang tertarik mendalami bidang hip­noterapi. Workshop pertama dise-lenggarakan pada Maret 2008. Saat itu, Adi telah mempunyai pengalaman memberikan terapi kepada pasien selama empat tahun. "Saya berpikir, seandainya ada minimal 10 orang yang mampu melakukan apa yang bisa saya lakukan, akan ada lebih banyak orang yang bisa kami bantu," katanya.

      Seiring berjalannya waktu, QHI telah mengajarkan peserta sampai 13 angkatan. Saat ini, Adi mempunyai program seratus jam hipnoterapi klinis dengan biaya Up 40 juta. Murid QHI sudah mencapai ratusan orang. Bahkan, banyak murid yang juga membuka praktik hipnoterapi klinis.

      "Saya berusaha memperbarui materi pengajaran di kelas karena ilmu hipnoterapi terus berkernbang," kata pengajar tunggal bagi murid-murid-nya itu.

      Beban sekolah

      Perhatiannya kepada pendidikan dimulai dari seringnya Adi mendengar keluhan siswa sekolah formal yang haras belajar dari pagi sampai sore hari. "Dari siswa SD sampai SMA suka mengeluh beratnya tugas bel­ajar mereka. Ini pun masih ditambah dengan pekerjaan rumah," katanya.

      Jadilah, pada 2004 bersama sang istri, Stephanie Rosaline Chandra, Adi mendirikan Sekolah Anugerah Pekerti yang melayani siswa play­group sampai SMP. Dia lalu bercerita tentang cara mengajar di Sekolah Anugerah Pekerti yang berbeda dari sekolah pada umumnya.

      "Biasanya guru masuk kelas dan langsung mengajar, padahal belum tentu semua siswa sudah siap menerima pelajaran," katanya Siswa di-persiapkan lewat cara yang dianggap bisa menarik konsentrasi mereka belajar. Misalnya, guru menarik per-hatian siswa dengan bermain sulap atau mengajar dengan bercerita dan lewat permainan.

      "Guru juga bisa membuat jembatan keledai atau singkatan untuk membantu siswa dalam menghafal," kata Adi. Kata "mejikuhibiniu", misalnya, untuk menghafalkan urut-urutan spektrum pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu).

      Agar siswa berkenibang maksimal, sekolah pun menjalin komunikasi dengan orangtua siswa. "Minimal dua kali dalam setahun kami mengum-pulkan para orangtua siswa untuk memberikan materi bagaimana membantu anak-anaknya belajar," kata Adi.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 304 clicks
      • Average hits: 3.4 clicks / month
      • Number of words: 3085
      • Number of characters: 26194
      • Created 7 years and 6 months ago at Tuesday, 08 May 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 88
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124581
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC