.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Semangat Bagi Sastra Sunda

      Dering telepon milik Etti Rochaeti Soetisna nyaris tidak kenal waktu saat tiba ujian akhir Bahasa Sunda di berbagai tingkatan sekolah. Banyak rekan sesama sastrawan, rekan kerja, hingga wartawan sekalipun membangunkan tidurnya. Etti seperti menjadi tumpuan mereka untuk bertanya tentang berbagai hal mengenai materi pelajaran Bahasa Sunda.

      OLEH CORNELIUS HELMYHERLAMBANG

      Mereka bertanya di antaranya untuk minta mengartikan bahasa Sunda, mencari padanan istilah bahasa Sunda, hingga membuat pantun Sunda. Semua selalu saya jawab meski kadang jawabannya tidak selalu memuaskan," kata Etti soal banyak orang yang menghubunginya itu. Meskipun kadang kala telepon-telepon itu terasa merepotkan, Etti tidak merasa dirugikan menjadi ka-mus sastra Sunda bagi banyak kalangan. la berpendapat, semua itu menunjukkan masih banyak kalangan yang peduli dengan bahasa Sunda meski sering kali dianggap bukan pelajaran utama di sekolah. Namun, itu juga menjadi bukti pendidikan bahasa Sunda masih perlu pendam-pingan dan perbaikan. "Bahkan un­tuk orang Sunda sendiri," ujarnya.

      Kreatif

      Bua saja Etti tidak terlambat mendaftarkan diri di Jurusan Bahasa Inggris Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Bandung (IKIP kini Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  31 tahun lalu, mungkin ia tidak akan sedekat ini dengan sastra Sunda. Dulu ia lebih suka menekuni Bahasa Inggris, pelajaran kesukaannya saat menempuh pendidikan di sekolah pendidikan guru (SPG).

      Seorang petugas menyarankan agar Etti mendaftar di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, yang kebetulan masih menerima mahasiswa baru. Ada tiga jurusan di Fakultas Sastra Unpad, yaitu Arab, In­donesia, dan Sunda.

      "Saya pilih bahasa Sunda karena unik dan sepertinya menantang dibandingkan dengan dua pilihan lainnya. Lagi pula, saya me­rasa lebih dekat dengan bahasa Sunda," katanya.

      Sejak kecil, Etti sejatinya sudah terbiasa dengan sastra dan seni Sun-da. Ayahnya selalu menyanyikan ka-wih sebagai pengantar tidur. Kege-maran ibunya membaca komik pewayangan Sunda hasil pinjaman dari perpustakaan umum tertular kepa-danya. Saat menempuh pendidikan di sekolah pendidikan guru, ia juga kerap menulis cerita pendek ber-bahasa Sunda di harian umum Pi-kiran Rakyat.

      "Saya masih ingat cerpen pertama yang dimuat di koran. Judulnya, Peu-ting nu Simpe (Malam yang Sunyi)," kata Etti. Perlahan kecintaannya terhadap bahasa Sunda bertambah besar se-telah diterima sebagai mahasiswa Sastra Sunda IKIP Bandung. bahkan bercita-cita menorehkan namanya dalam se-jarah sastra Sunda seba­gai sastrawan perempuan Sunda ternama. Ajakan   sastrawan Sunda kawasan se-kelas Ajip  Rosidi dan Abdoellah Moestapa   membawanya pada Paguyuban Pengarang  Sastra Sunda yang kini berganti nama menjadi Pagu

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 537 clicks
      • Average hits: 6 clicks / month
      • Number of words: 1434
      • Number of characters: 12144
      • Created 7 years and 6 months ago at Tuesday, 08 May 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 97
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125230
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC