.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Guru dan Buku


      GURU berpenampilan menarik, banyak! Guru akrab dengan HP dan komputer, semakin banyak! Bahkan, beberapa gu­ru memakai Blackberry dan ke mana-mana menenteng laptop mahal. Bagaimana dengan gu­ru yang suka membaca? Ternyata tak banyak! Apa indikasinya? Sangat mudah. Dapat disimak dari masih rendahnya minat baca dan kemampuan baca murid. Kondisi murid menggambarkan kualitas gurunya. Bukankah guru panutan (role model) yang digugu dan ditiru oleh murid-muridnya?

      Laporan Bank Dunia (1998) ten tang hasil tes membaca murid kelas IV Sekolah Dasar menempatkan Indonesia di peringkat terendah di Asia Timur, yaitu 51,7 persen. Sementara hasil tes membaca di beberapa negara lain sebagai berikut: Hongkong 75,5 persen, Singapura 74 persen, Thailand 65,1 persen, dan Filipina 52,6 persen. Penelitian ini juga menunjukkan bila murid di Indonesia hanya mampu memahami 30 persen dari materi bacaan, dan mengalami kesulitan menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Sedihnya, kian tahun, kondisinya justru semakin memburuk.

      Data Badan Pusat Statistik (EPS, 2006) memperlihatkan bila hanya 25,3 persen penduduk Indonesia yang mau membaca. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan peminat acara televisi yang mencapai 85,9 persen. Bahkan masih lebih sedikit dari peminat ra­dio yang sebesar 40,3 persen.

      Pendiri Rumah baca Be the Best Oosen DIN Sunan Gunung Djati, Kepala RA Alff Dari jurnlah pembaca yang sedikit itu, kualitasnya juga memprihatinkan.      Hasil penelitian Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2006 menyimpulkan bahwa kemampuan baca sebagian masyarakat hanya "sedang-sedang saja". Sangat sedikit yang kemam­ puan membacanya baik, bahkan yang memiliki ke­mampuan membaca mahirkurang dari satu persen! Besar kemungkinan hasil diatas disebabkan oleh minimnya keinginan guru memotivasi muridnya agar gemar membaca. Terlebih, tak banyak guru yang memberi tugas - membaca.          Yah,bagaimana bisa memotivasi apabila dirinya sendiri juga tidak mempunyai keinginan membaca? Keengganan murid membaca, bisa jadi karena tidak melihat gura-gurunya senang membaca. San­gat naif bila guru menyuruh muridnya membaca, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya. Teladan Sebagai pendidik yang mempunyai tugas utama men-transfer ilmu ke anak, didiknya, sudah seharusnya para guru mempunyai ilmu yang lebih banyak. Ibaratnya bagaimana mampu menerangi sekitarnya, bila dirinya sendiri tidak bersinar? Salah satu cara meneguk ilmu adalah dengan membaca. Ironinya, ketidakgemaran membaca jus­tru mendominasi .sikap para guru. Membaca, yang semestinya dilakukan dengan gembira dan didasari oleh keinginan pribadi, masih dianggapbeban. Kalaupunmau membaca, lebih dikarenakan ada dorongan eksternal untuk melakukannya. Tuntutan un­tuk membuat karya tulis bagi kepentingan sertifikasi atau pun kenaikan jabatan misalnya.

      Keengganan membaca ten-tu saja akan mereduksi ke­mampuan keilmuannya. Yang secara tidak langsung menun­jukkan bahwa ia tidak mem­punyai keingintahuan ter-hadap ilmu, dan kurang berhasrat untuk mening-katkan kualitas diri. Dapat dibayangkan bagaimana jadinya kualitas pendidikan di negeri ini bila para guru, seba­gai pendidik dan teladan jus­tru belum mempunyai budaya baca.

      Kebiasaan membaca tidak saja mencerminkan intelektu-alitas seorang guru namun lebih dari itu, juga menjadi indikator karakter dan kepriba-diannya. Seorang guru yang pembaca memperlihatkan karakternya yang rendah hati, karena ia merasa kurang infor-masi, ia haus ilmu sehingga ia menunjukkan sikap kesediaan untuk terus belajar dan men-dapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Selain itu juga menunjukkan pribadi yang disiplin. Tanpa kedisiplinan, ia tidak akan mampu men-gatur waktu sehingga mem­punyai waktu untuk membaca di sela-sela kesibukan proses belajar mengajarnya. Tanpa kedisiplinan ia juga tidak akan mampu menyisihkan dana un­tuk membeli buku. Alasan harga buku mahal tidaklah terlalu relevan. Sangat banyak buku yang harganya Rp 10.000 setara dengan sekali mengisi pulsa HP, bahkan bisa jadi lebih murah.

      Sudah bukan rahasia, men­jadi bahasan di kalangan orang tua murid, bahwa ke­naikan gaji guru ternyata tidak untuk mendukung perfor-manya sebagai guru profesio-nal namunljustru hanya digu-nakan untuk memenuhi gaya hidup seperti membeli HP, tas, baju, sepatu, sementara etos mengajar tidak membaik. Ke­naikan kesejahteraan guru sesungguhnya bertujuan agar tidak ada lagi guru yang melakukan kerja rangkap, se­hingga ia dapat berkonsentrasi untuk mengasah keilmuannya dan membagikannya ke murid-muridnya. Namun nyatanya, kemampuan keil-muan guru tidak juga bertam-bah. Sementara murid-murid­nya semakin kritis dan mem­punyai rasa ingin tahu tinggi sehingga sering mengajukan pertanyaan terkait kondisi kekinian, yang hanya dapat di-jawab oleh guru yang mem­punyai wawasan luas dan se­ring membaca.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 580 clicks
      • Average hits: 6.4 clicks / month
      • Number of words: 1937
      • Number of characters: 15419
      • Created 7 years and 7 months ago at Tuesday, 08 May 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 68
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9126800
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC