.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail


      Para Penulis dari Senayan

      Penulis itu gampang, kata penulis kondang Ar-swendo Atmowiloto. Namun, menulis yang baik itu tak gampang, begitu kata sejumlah orang. Menulis yang baik di tengah kesibukan yang super-padat tentulah lebih sulit lagi. Jika ada beberapa anggota parlemen yang masih rajin menulis di media massa, sudah tentu mereka layak diapresiasi. Di sisi lain, banyak yang meragukan bahwa anggota parle­men masih punya waktu untuk menulis sendiri dengan bagus. Terlebih baru-baru ini, di media sosial sempat mengemuka tudingan terhadap salah seorang .pimpinan fraksi DPR yang tu­lisannya dituding jiplakan tulisan yang pernah dimuat di sebuah situs berita sekitar tiga bulan lalu. Dimuat di sebuah koran nasional pada 13 Januari, selang empat hari kemudian redaksi koran tersebut mengu-mumkan bahwa mereka mendapati kedua tulisan itu banyak kesamaan, bahkan ada dua alinea yang sama persis.

      Tidak ada yang tiba-tiba un­tuk menjadi penulis. Sebutlah Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y jtrhohari yang bertekun menulis jejak mahasiswa. Menginjak tahun kedua kuliahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tulisan Hajri mulai terimblikasikan di koran Masa Kini, Kedaulatan Rakyat (Yogyaikarta), serta Suara Merdeka dan IWawasan (Semarang). Terus sampai tulisannya tembus ke media nasional.

      Ikut lomba penulisan tingkat mahasiswa, Hajri pernah mendapat hadiah naik haji, piala Wakil Presiden dan Menteri Coordinator Kesejahteraan Rakyrat. "Jadi, saya itu lebih sebagai penulis daripada politikus," ujar Hajriyanto.

      Dia menambahkan, "Motivasi taenulis dulu dan sekarang sama. Karena merasa penulis, ya, harus menulis. Tulisan saya Waktu mahasiswa lebih bagus daripada tulisan saya sekarang."

      Hajri mengenang, kala itu honor tulisannya relatif besar. Biaya hidup di Yogyakarta masa itu hanya Rp 10.000 sebulan, sementara setiap tulisan diharga JRp 15.000. Saat menjadi dosen ;di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pertengahan 1980, tiket pesawat Semarang-Jakarta Rp 125.000, sementara Hajri bisa mendapat honor tulisan Rp 150.000 dari media lokal.

      Kini, Hajri menjadi kolunmis jtetap majalah Gatra. Tulisannya naik sebulan sekali. Di hampir semua koran, ia rutin menyum-bang tulisan minimal sekali sebulan. "Di Kompas pernah dikembalikan. Di koran lain belum pernah," cerita Hajri.

      Sama-sama berlatar belakang mantan pemimpin redaksi koran nasional, anggota Komisi II, Ramadhan Pohan, dan ang­gota Komisi III, Bambang Soesatyo, pun terus produktif.

      Bambang yang mantan Pe-rnimpin Redaksi Suara Karya selalu merasa "gatal" jika tak menulis, terlebih ia paham ada keterbatasan space media untuk mengutip pernyataannya seba­gai anggota parlemen. Bambang punya Mat merawat kebiasaan lamanya Secara rutin, ia me­nulis setiap waktu senggang pada Jumat dan Sabtu, lantas me-ngirimkannya ke media saban hari Minggu. "Kalau (tulisan sa­ya) diperhatikan, gaya reportase investigatif lebih menonjol ketimbang analisis," sebut politi­kus Partai Golkar tersebut.

      Sementara Ramadhan Pohan mengaku menulis hanya saat memang harus ada yang disampaikan kepada publik. Tentu sa­ja, isunya terkait dengan komisi di mana ia bertugas. Sekalipun pernah menjadi Pemimpin Re­daksi Jurnal Nasional, politikus Partai Demokrat itu menyatakan, "Justru saya enggak pernah nulis di Jurnas lagi. He-he-he."

      Berbeda dengan Bambang dan Ramadhan, Wakil Ketua Komisi II M Nasir Djamil, yang mantan wartawan Serambi In­donesia, mengaku, semangat menulisnya sudah menurun. Demikian juga anggota Komisi II, Malik Haramain, yang mengaku menyesal tak bisa seproduktif dahulu. Malik menyebutkan, banyak anggota Komisi II punya keresahan serupa. "Kadang-kadang mereka juga kesal tak bisa secara leluasa mencurahkan ke tulisan," ujarnya.

      Problemnya, banyak gagasan berseliweran, tetapi Malik mengaku waktunya untuk me­nulis tidak selapang sebelum-nya. Kendala lain, politikus Par­tai Kebangkitan Bangsa itu tak terbiasa membuka laptop kapan saja dan di mana saja. Alhasil, kerap kali sebuah gagasan hanya mentok di telepon pintarnya. Padahal, ia menyadari, hanya lewat tulisanlah gagasannya akan tercurah lengkap. Kompensasinya, ia kerap menulis pernyataan pers untuk media. "Sampai pernah disindir, beberapa state­ment saya terlalu pengamat atau LSM," cerita Malik

      Meski terikat jadwal kegiatan yang ketat, Hajri, Ramadhan, dan Bambang mengaku menulis sendiri semua artikelnya. Bah­kan, berbeda dengan kebanyakan pejabat, Hajri sendiri yang menulis seluruh pidatonya. Haj­ri, misalnya, bisa menulis di komputer, iPad, bahkan sering pula di Blackberry. Meminjam istilah Ramadhan, "Modalnya mood dan dua jempol!"

      Ramadhan juga tak pernah memakai jasa ghost-writer, meski sering ada yang menawarkan diri. Yang ia lakukan adalah diskusi dan memheri arahan ke­pada para staf, lantas mereka ditugasi mencari bahan penguat argumentasi posisi politiknya. "Saya percaya diri bahwa saya lebih baik dibandingkan ghost­writer itu. Mungkin pengalaman saya lebih kuat dibandingkan ghost-writer yang referensinya hanya Indonesia," tutur Ramad­han yang pernah menjadi representatif Jawa Pos di Was­hington DC sekitar enam tahun.

      Sementara itu, meski lebih kerap menulis sendiri, sesekali malik butuh tim ahli untuk membantu merekam gagasan­nya dan kemudian mengetiknya. "Selama ini, saya tidak pernah menerima tulisan tiba-tiba yang bukan karena gagasan saya," ujar Malik.

      Malik mengaku, ada beberapa anggota yang "dituliskan" orang lain hanya karena keinginan merawat popularitas. Alhasil, ada anggota parlemen yang sebelumnya tak menulis tiba-tiba produktif. Kadang tema yang ti­dak dikuasainya pun ditulis.Apa pun, para anggota par­lemen, teruslah menulis.

      (SIDIK PKAMONO)

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 392 clicks
      • Average hits: 4.3 clicks / month
      • Number of words: 3131
      • Number of characters: 26368
      • Created 7 years and 8 months ago at Monday, 30 April 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 136
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127559
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC