.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Palembang, Prasasti Sriwijaya hingga Syair Perang Menteng


      TWijaya

      Pekerja seni

      PALEMBANG merupakan kota tertua di Indonesia. Tapi, berdasarkan catatan sejarah yang direproduksi di Indonesia, Palembang tidak memiliki peranan penting dalam perkembangan sastra di Nusantara.

      Indikatornya, baik di era perjuangan kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, maupun era Reformasi, sedikit sekali aktor sastra dari Palem­bang yang tercatat, apalagi pembahasan yang mendalam terhadap karya-karyanya.

      Fakta ini jelas mengherankan. Boleh jadi kondisi ini merupakan bagian dari upaya marginalisasi tradisi intelektual di Palembang yang sudah dilakukan bangsa Eropa di masa kolonialisasi. Upaya marginalisasi itu seperti tecermin dari catatan Van Sevenhoven, seorang penguasa Belanda di Palem­bang pada masa.itu. Seperti yang dituliskan Taufik Abdullah (1987: 202-203), 'Van Sevenhoten sempat memuji keterampilan pribumi Pa­lembang dalam kerajinan dan ketertiban memegang catatan perdagangan. Hanya dalam bidang sastra mereka terbelakang. Tidak ada orang yang seperti di Jawa yang dapat disebut terpelajar atau sastrawan.

      Catatan Van Sevenhoven itu diperkuat Thomas W Arnold (1979: 324), yang menulis, Islam masuk ke Palembang kira-kira tahun 1440, tetapi pengaruh Hinduisrne tampaknya lebih berakar, hingga ikut menghambat gerakan penyebaran Islam. Sampai abad ke-19 umat Islam Palembang hanya sedikit yang memiliki. pengetahuan keagamaan-nya, terbatas pada kulitnya, kecuali mereka yang orang-orang kota yang setiap hari dapat berhubungan dengan orang-orang Arab.

      Mengapa orang Eropa berupaya memarginalkan sejarah sastra di Palembang? Pertama, asumsi saya, me­reka ingin memadamkan spirit Raden Fatah seorang pemimpin kerajaan Islam Demak di Jawa yang me­miliki pengaruh besar dalam perjuangan rakyat Nusantara melawan penjajah. Raden Fatah merupakan sosok yang cerdas, pemberani, dan me­miliki pengetahuan agama yang luas, yang dilahirkan dan masa remajanya di Pa­lembang.

      Selanjutnya, Belanda ingin menutupi fakta bahwa Pang-lima Cheng Ho seorang panglima muslim dari Tiongkok menginjakkan kakinya beberapa kali di Palembang. Artinya, sangatlah mungkin para ulama atau intelektual muslim Tiongkok berdiam di Palembang, dan mengembangkan pemikirannya melalui karya sastra.

      Jauh ke belakang. mencoba menutupi fakta bahwa pe­nguasa Sriwijaya di Palembang sudah memiliki hubungan de­ngan para pemimpin Islam di Timur Tengah. Contohnya sebuah surat dari raja Sriwi­jaya bernama Sri Indrawar-man kepada Kalifah Umar bin Abdul Azis dari kekhalifahan Ummayyah pada tahun 100 Hijriah (718 Masehi).

      Isinya: 'Dari Raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan raja, yang istrinya pun adalah cucu dari ribuan raja, yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah, yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil. Kepada Raja Arab yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah. Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya kepadaku.

      Nah, dengan upaya penghapusan fakta sejarah itu, diharapkan generasi baru di Palembang tidak tertarik pada dunia sastra atau in­telektual, khususnya ilmu pengetahuan Islam.

      Mulai terbuka

      Setelah reformasi, tabir sejarah sastra di Palembang, mulai terbuka Penelitian terhadap sejumlah prasasti Sriwijaya membuktikan bahwa seni sastra sangat mengakar di Palembang. Misalnya Prasasti Talangtuwo, sebuah prasasti yang berangka ta turn 606 Saka atau 684 Masehi. Prasasti ini isinya tentang pembangunan sebuahtaman yang luas, Srisetra, Bukit Si-guntang oleh Raja Sriwijaya yakni Dapunta Hyang untuk rakyatnya.

      Inilah sebagian isinya: 'svasti $rt cakavarsdtita 606 dim dvitiya cuklapaksa vulan caitra sana tatkdldnya parlak criksetra ini niparvuat parvd n dapunta hiy ang (jrijayandca mi pranidhdndm dapunta hiyang savanyaknya yang ditdnam di sini nyiyur pinang'handu o ru mviya dngan sami^rdnya yang kdyu nimdkan vuahnya tathdpi haur vuluh pattung ityevamadi punarapi yang parlak vukan ((Svasti Pada tahun Saka 606, pada hari ke-2 dibulanpurnama caitra, inilah waktu Taman Sriksetra dibuat. Yang diberikan oleh Dapunta Hyang Sri ]ayanasa sebagai suatu pemberian de-ngan pesan untuk menanam sebany ak mungkin pohon kelapa, pinang, aren, sagu, dan sebagainya yang buah-nya dapat dimakan, termasuk aur, buluh, betung, dan tanaman sejenisnya).

      Beranjak dari teoribudayawan Palembang Erwan Suryanegara bahwa Kerajaan Sriwi­jaya terben-tuk atau lahir dari masya-rakat Tra-disi Mega-litik Bukit-b ar is an Pasemah, bukan oleh para pendatang , maka pengenalan karya seni sastra di Palembang berlangsung sekitar 2.000 ta­hun sebelum Masehi. Sebab menurut Sutrisman Dinah, seorang jurnalis dan pekerja budaya, yang melakukan beberapa kali ekspedisi bu­daya di Sumatra Selatan, begitu banyak simbol bahasa (sastra) yang tecermin dari bukti-bukti peninggalan Tradisi Megalitik Bukitbarisan Pasemah.

      Selain itu, Balai Bahasa Sumatra Selatan juga membuktikan begitu banyak karya sastra di Sumatra Selatan, yang masih bertahan di ma-syarakat Sumatra Selatan, baik dituturkan maupun ditulis.

      Syair Perang Nlenteng

      Selama Belanda bermitra bisnis dengan Kesultanan Palembang Darussalam, sebenarnyapara sultan .Palem­bang merupakan intelektual yang pandai menulis. Menurut Prof Dr Jalaluddin dari LMN Raden Fatah Palem­bang dalam tulisannya (2011), Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) adalah seorang sastrawan dan intelektual yang banyak menulis karya seni sastra. Dia memiliki sebuah perpustakaan yang besar dan lengkap. Karyanya antara lain Syair Nuri, Pantun Pelipur Lara, Nasib Seorang Kesatria Siqnor Kastro, serta Sejarah Raja Martalaya. Mengutip RH M Akib, karya SMB II yang meninggal dunia dalam pengasingan di Ternate tersebar hingga ke Malaysia dan Singapura.

      Salah satu karya SMB II cukup terkenal yakni Syair Perang Menteng. Syair ini diperkirakan dibuat selama proses peperangan Kesul­tanan Palembang Darus­salam melawan Belanda pada 1819, yang dimenangi oleh Kesultanan Palembang Darussalam.

      Pada masa itu ulama besar Palembang Abdul al-Samad al-Palimbani juga banyak menulis karya sastra, khusus-nya terkait tarekat Samaniah. Karyanya pun menyebar ke berbagai daerah, termasuk Thailand dan Malaysia.

      Adik kandung SMB II, Pangeran Bupati Panembahan Hamirn, selain dikenal se­bagai seorang perwira perang juga seorang penulis karya sastra. Menurut seorang keturunannya, RM Nawawi, karya terkenal Panembahan Hamim yakni Patut Delapan. Isinya tentang perlawanan terhadap orang-orang kafir.

      Kebangkitan sastra Palembang?

      Menurut Vebri Al-Lintani, sekretaris Dewan Kesenian Palembang, fakta sejarah sastra itu mulai diketahui para pekerja sastra di Palem­bang. Tak mengherankan jika saat ini begitu banyak karya sastra yang dilahirkan di Palembang. Isinya menggali nilai-nilai tradisi dan bu­daya Palembang yang selama ini termarginalkan. "Sayang ini tidak menarik perhatian pemerintah, media massa, maupun penerbit nasional, yang mungkin masih berpikir seperti di era Orde Baru, yang. tidak sadar dipengaruhi pemikiran kolonialisasi," katanya.

      Sejarawan Palembang Kemas Ari menjelaskan perkembangan sastra di Palembang akan mengalami kejayaan seperti di masa lalu. Menurut dia, jika semua kekayaan intelektual Palembang terungkap dimasakini, dia akan menjadi 'spirit' kebangkitan kebudayaan Nusantara, bu­kan hanya seni sastra.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 2279 clicks
      • Average hits: 24.8 clicks / month
      • Number of words: 4387
      • Number of characters: 38291
      • Created 7 years and 8 months ago at Monday, 30 April 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 160
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9126952
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC