.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Dari Fikih Hingga llmu Gempa


      Ribuan manuskrip terserak di Tanah Rencong. Sebagian telah diarsip, sebagian lagi takjelas rimbanya. Gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 turut mengubur warisan sejarah yang tak ternilai itu. Pusat warisan naskah kuno Aceh, antara tain, di Dayah Tanoh Abee. Menurut Henri Chamberi Loir, peneliti di Ecole Francaise d Extreme Orient, yang memberi pengantar datam Katalog Naskah Dayah Tanoh Abee Aceh Sesarsusunan Oman Fathurahman, khasanah manuskrip di dayah ini mengan-dung informasi yang cukup unik tentang se­jarah pendidikan agama Islam di nusantara.

      Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa politik, dagang, agama, dan budaya sejak abad ke-15 telah rnendorong tradisi tulis dan keilmuan yang sangat pesat di wilayah ini, Bahkan, hingga berabad-abad berikutnya, khususnya abad ke-16 dan ke-17 ketika kesultanan Aceh menggapai zaman keemasannya.

      Nama-nama seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin al-Sumatrai, Nurudin at-Raniri, Abdurauf ibn All al-Jawi al-Fansuri, Mudammad Zain anak Fakih Jalaludin, dan Te-ungku Khatib Langgien sohor sebagai cendekiawan Muslim masa tampau. Dari berbagai penjuru, santri datang berguru. Mereka memberi warna khusus pada naskah Aceh, yaitu penuh nuansa keagamaan.

      Pada 1983 telah diternukan sekitar 700 naskah atau lebih dari 1.000an teks di dayah ini. Dari koleksi sebanyak itu, 580 di antaranya berbahasa Arab, 120 berbahasa Melayu dan Arab Melayu (Jawi). Dalam khasanah keagamaan, naskah-naskah dari Dayah Tanoh Abee sangat variatif, mulai dari fikih (terbanyak), tauhid, hingga zikir dan doa. Naskah lain sangat beragam, mulai dari kesehatan, adat istiadat, hingga ilmu gempa.

      Bahkan, banyak naskah yang kerap diperkaya dengan pengetahuan praktis kese-harian. Dalam suatu naskah berjudul Sharh umm al-Barahin karya Abu Abd Allah Muhammad ibn al-Wali al-Salih Yusuf al-Sanusi al-Maliki al-Maghribi al-Tilmisani, rnisalnya, terselip sebuah resep agar seorang pria tidak mengalami ejakulasi dini, lengkap dengan bagaimana cara merarnu racikan obat pencegahnya.

      Di samping manuskrip resmi, banyak Catalan yang menuliskan berbagai halyang tampaknya rnerupakan catatan pribadi penulisnya. Catatan ini kadang berupa ajaran, nasihat, maupun catatan remeh-temeh be-laka yang berbentuk prosa dan puisi. Misal-nya, catatan tentang obat bau mulut. Dalam bagian akhir dari kitab Bidayat at-Hidayah karangan al-Ghazali, pernilik kitab ini menulis: inilah obat busuk bau mulut: pertama, bawang putih dan bunga lawang diperas kedua-nya dibubuh air dimakan pagi-pagi belum makan, dan tatkala tidur niscaya hilangyang busuk-busuk datam badan. Pada bagian lain juga tertulis kutipan hadis tentang keutamaan mengecap garam setiap sebelum atau sesudah makan, yang diyakini dapat menghilangkan penyakit selama 33 hari.

      Soal gempa bumi, sebuah manuskrip menorehkan catatan, bahwa wilayah nusantara khususnya Aceh, Minangkabau, dan sekitarnya, memang menja.di wilayah langganan gempa. Dalam sebuah manuskrip asal abad ke-19 di Zawiyah Tanoh Abee, Aceh Besar, terdapat catatan dalam bahasa Arab berbunyi:  Wa-kanat al-zalzalah at-syadidah al-tsa-niyah fajryawm al-khamis tis'ah ayyam min jurnad al-akhir sanah 1248 min hijrah al-na-bawiyah. Catatan tersebut menunjukkan bahwa pernah terjadi gempa besar untuk kedua kalinya pada Kamis pagi, 9 Jumadil akhir 1248 H/3 November 1832 M.

      Bukti lain seringnya terjadi gempa di bumi kita pada masa lalu adalah dijumpainya sejumlah manuskrip tentang takwil gempa dalam bahasa Melayu menggunakan aksara Jawi, seperti manuskrip Tabir Gempa di Perpustakaan Ali Hasjmy, Banda Aceh dan Takwil Gempa di Surau Lubuk Ipuh, Padang Paria-man, Sumatra Barat," tutis Oman.

      Kearifan lokal takwil gempa menyebut, setiap gempa yang terjadi sebetutnya mem-bawa pesan tertentu bagi umat manusia, entah itu pesan menggembirakan atau seba-liknya. Salah satu bagian dari manuskrip Tak­wil Gempa asal abad ke-19 Surau Lubuk Ipuh yang sudah dikaji oleh Zuriati dkk (2008), misalnya, menjelaskan bahwa dan jika pada bulan Dzulqaidah dan jika pada waktu duha, alamatnya bala imusibah) banyak akan datang ke dalam negeri itu Seperti kita ketahui, gempa dan tsunami di Aceh yang menewas kan hampir 200 ribu korban jiwa terjadi pada Ahad pagi waktu duha, 26 Desember 2004, atau H Dzulqaidah H25 Hijriah.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 447 clicks
      • Average hits: 4.9 clicks / month
      • Number of words: 1649
      • Number of characters: 13282
      • Created 7 years and 8 months ago at Monday, 30 April 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 128
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127190
      bacalah.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC