.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Literasi Informasi: Kunci kemajuan yang terbuang
      Page 2
      Page 3
      All Pages

      Mengapa minat baca bangsa Indonesia begitu rendah? Untuk menjawab pertanyaan ini tidaklah mudah. Karena masalah minat baca sudah merupakan problem sosial, yang memiliki banyak aspek, yang tentu saja memerlukan rekayasa sosial untuk solusinya. Akan tetapi kalau dilihat secara umum rendahnya minat baca ini diakibatkan oleh dua faktor yaitu faktor kultural dan faktor struktural.

      Faktor kultural barkaitan dengan mentalitas atau kepribadian masyarakat Indoneisa, yang oleh salah seorang budawan disebut dengan ”bangsa layak jajah”; pribadi yang ingin cepat maeraih suskes tanpa melihat proses; lebih baik makan singkong hari ini daripada makan nasi tapi besok; mangan ora mangan sing penting ngumpul; lisan lebih dominan daripada tulisan; menonton menjadi hegemoni dimanding membaca; otot lebih berharga daripada otak.

      Selain hambatan kultural di atas masih ada faktor-faktor lain seperti faktor kemiskinan atau rendahnya daya beli, kurikulum yang kurang mendukung terciptanya budaya baca, daya dukung infrastruktur (seperti perpustakaan, taman bacaan, harga buku) yang kurang. Ditambah dengan faktor struktural, yaitu kurangnya kemauan politik (political will) dari pemerintah untuk sungguh-sungguh meningatkan minat baca masyarakata. Hal ini bisa kita lihat dari porsi anggaran dalam APBD atau APBN untuk perpustakaan dan peningkatan minat baca.

      Untuk mengatasi masalah minat baca dan lebih lanjut ke masalah literasi informasi dapat digunakan tiga macam strategi, yaitu strategi kekuasaan (power strategy), strategi persuasif (persuasive strategy), dan strategi normatif-reedukatif (normative-reeducative strategy). Stragegi kekuasaan hanya bisa dilakukan oleh pemerintah. Dengan kewenangannya dapat mengintruksikan bahkan melakukan mobilisasi struktural dari tingkat presiden sampai struktur yang paling bawah. Misalnya dengan mengeluarkan PP, Kepres, sampai Perda tentang peningkatan minat baca. Di sini juga didukung dengan undang-undang tentang perpustakaan, yang sekarang ini sedang dibahas di DPR. Strategi kekuasaan akan lebih efektif digunakan karena bersifat memaksa semua elemen pemerintahan untuk beraksi. Juga, mengingat budaya masyarakat ”menunggu perintah dari atasan” yang masih melekat.

      Dalam menggunakan strategi persuasif, media massa memiliki peranan yang besar. Karena, pada umumnya strategi persuasif dijalankan melalui pembentukan opini publik dan pandangan masyarakat yang tidak lain melalui media massa (buku, koran, majalah, TV, Internet). Usaha persuasif ini telah dilakukan dengan menayangkan iklan layanan masyarakat di banyak stasiun TV yang disampaikan oleh para selebritis. Dan pada tahun ini juga dipilih Tantowi Yahya sebagai Duta Baca Indonesia. Mengingat rakyat Indonesia yang berada dalam kubangan ”budaya nonton,” diharpkan dengan ditampilkannya para selebriti mereka akan terbujuk. Memang sekarang ini para selebritis sedang laku dijadikan duta apa saja, termasuk duta Iptek pun diberikan pada selebritis. Karena sebagian masyarakat Indonesia sulit membedakan mana yang menarik dan mana yang benar.

      Dan yang ketiga adalah strategi normatif-reedukatif (normative-reeducative). Normative adalah kata sifat dari norm (norma) yang berarti aturan yang berlaku di masyarakat. Posisi kunci norma-norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia telah diakui secara luas oleh hampir semua imuwan sosial. Norma termasyaraktkan melalui education (pendidikan). Oleh karena itu, strategi normatif ini umumnya digandengkan dengan upaya reeducation (pendidikan-ulang) untuk menanamkan dan mengganti paradigma berpikir masyarakat yang lama dengan yang baru. Dan lembaga yang paling tepat untuk hal ini adalah lembaga pendidikan.



      Comments
      Febby  - belum tentu...     |2011-07-01 04:00:04
      Memang nampaknya dipermukaan seperti itu kenyataannya, namun kita lihat dikancah
      Internasional Indonesia seringkali masih menduduki peringkat atas, walau
      sedikit, tapi itu karena tiap negara ada eranya, maka Indonesia ibarat 'orang
      ngantuk'...banyakperpustakaan tapi anyak yang belum sadar arti penting
      membaca,padahal mayoritas muslim! Tapi kami tetap optimis Indonesia akan terus
      berkembang oleh masalah...bukankah masyarakat yang mkin banyak masalah makin
      bergerak menuntaskan masalahnya?just wait in the right time and place
      rahmat   |2011-09-29 18:27:42
      yupz...wokey...saya juga pustakawan
      Anonymous   |2012-03-12 17:06:49
      Miris memang melihat budaya baca di sekeliling kita.....
      Sebagai contoh kecil,
      ibu rumah tangga yg merasa dirinya sudah mengenyam pendidikan merasa bahwa
      mereka tidak perlu lagi membaca karena membaca hanya menghabiskan waktu saja
      sementara pekerjaan rumah menuntut mereka untuk menyelesaikannya, sehingga waktu
      senggang lebih baik digunakan untuk ngobrol atau menonton TV. Yah itulah
      gambarankecil dari masyarakat kita. Namun pemerintah tdk blh lepas tangan bgt
      sj. Sebaiknya program membaca ditularkan bukan sj kpd generasi muda tp jg pd Ibu
      rumah tangga............
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 01 June 2009 15:14  

      Items details

      • Hits: 7520 clicks
      • Average hits: 64.3 clicks / month
      • Number of words: 2275
      • Number of characters: 17151
      • Created 9 years and 9 months ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator
      • Modified 9 years and 9 months ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,794
      • Sedang Online 98
      • Anggota Terakhir CECEP ABDUL AZIS HAKIM

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9103497
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      March 2019
      S M T W T F S
      24 25 26 27 28 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30
      31 1 2 3 4 5 6

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC