.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Literasi Informasi
E-mail

Teknologi Pikiran Buku dan Pemikiran

Adi W Gunawan telah merampungkan tidak kurang dari 18 judul buku yang sebagian besar membahas tentang teknologi pikiran. Buku-buku karangan Adi umumnya laris pula di pasaran, terjual rata-rata lebih dari 6.000 eksemplar.

OLEH SUSIE BERINDRA

Meskipun mengakui tidak mudah menulis sebuah bu­ku, pada saat-saat tertentu, Adi bisa menyelesaikan sebuah buku hanya dalam waktu sekitar tiga bulan. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Sebagian besar buku-buku karyanya yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, 15 judul di antaranya, termasuk yang terlaris.

"Buku pertama saya berjudul Born to be a Genius. Isinya tentang solusi berbagai permasalahan terkait de­ngan nilai pendidikan anak-anak di sekolah. Dengan mengujicobakan ga-gasan yang ada di buku ini, orangtua akan memahami gaya belajar anak, membangkitkan potensi anak, dan akhirnya sadar bahwa anak Anda temyata jenius," ungkap Adi.

Setelah itu, buku-buku karya Adi pun mengalir, di antaranya berjudul Genius Learning Strategy, Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?, Manage Your Mind for Success, dan Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian.

Kebanyakan buku-buku tersebut berisi tentang teknologi pikiran, hipnoterapi, dan pendidikan. Adi mengaku merasa nyaman jika menulis sesuatu yang memang dikuasainya benar. Bahkan, menguasai materi yang hendak dituliskan itu menjadi salah satu syarat bagi dia dalam menghasilkan buku.

“Buku itu akan menarik jika kita mampu menyajikan tema yang dibahas dengan selengkapnya. Kalau kita tidak sungguh-sungguh mengu­asai masalahnya, akan langsung tampak dalam tulisan," katanya.

Read more...
 
E-mail

Steve Jobs dan Etos Teknologis

Sementara kebun binatang atau pemelihara rumahan cenderung menjinakkan binatang-binatang atau mengurungnya agar menjadi jinak, Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta (PPSJ) justru membinatangkan kembali binatang-binatang. Sekolah-sekolah seharusnya bertindak seperti PPSJ yang akan meliarkan siswa, bukan malah menjinakkan siswa...."

Itu adalah refleksi seorang sis­wa saat melakukan studi ekskursi atau lapangan di PPSJ, di kawasan Sentolo,Yogyakarta, se­perti ditulis seorang guru, St Kartono (2011: 97), dalam Men­jadi Guru untuk Muridku. Siswa itu melihat bagaimana naluri hewani binatang dirangsang dan dikembalikan lagi untuk bisa hidup sebagai hewan di alam raya. Refleksi siswa itu menarik, karena dia membandingkan dirinya dengan binatang dan ini tidak berlebihan, saya pikir. Sekolah atau perguruan tinggi cenderung tidak memanusiakan (kembali) manusia saat mereka berada di ruang-ruang kelas atau kampus. Sastrawan India yang sangat peka terhadap anak-anak, Rabindranath Tagore (2011: 179), mengatakan, "Mereka yang (juga) menjalani perawatan khusus dan pembentukan ulang di pabrik pendidikan mendapatkan nilai tukar di pasaran merek dagang." Sekolah atau perguruan tinggi secara perlahan tapi pasti membentuk anak-anak muda dengan pola yang menumpulkan daya kreatif. Lembaga pen­didikan dan masyarakat global saat ini cenderung membangun ; sistem pendidikan massal dengan "kurikulum pabrik" untuk memberikan pelajaran.

Stephen Paul Jobs (1955-2011) adalah salah seorang yang meloloskan diri dari pabrik pen­didikan. Jobs tidak mengalami penjinakan dalam dunia pendi­dikan yang akan melumpuhkan daya kreatifnya. "Jangan Mar­ian opini orang-orang mengubah suara batin Anda. Yakin dan ikutilah suara hati dan intuisimu. Hal-hal lain hanyalah faktor sekunder," kata Jobs.

Read more...
 
E-mail

Sepenggal Ayat Menyelamatkanya


im living with my passion," begitu kata Ahmad Fuadi, penulis novel laris Negeri 5 Menara, yang kini telah dibuat filmnya dan sedang diputar di berbagai kota. "Saya tidak menganggap menulis sebagai pekerjaan, melainkan hobi yang banyak manfaat."

Perjalanan dunia kepenulisan Pria 40 tahun, sudah cukup panjang. la pernah.bergabung dengan Tempo sebagai wartawan. Ketika dia meneruskan pendidikan ke George Washington Uni­versity, Amerika Serikat, ia juga meneruskan profesi di medianya. la menjadi kontributor untuk Tempo dan Voice of America.

Pada 2007, ia mulai menuliskan kisah hidupnya, terutama di bagian dia di Pondok Pesantren Modern Gontor. Negeri 5 Mena­ra diluncurkan dua tahun kemudian. Langsung menggebrak. No­vel penulis baru ini langsung masuk daftar buku paling laris. Kini, novel itu sudah dicetak ulang belasan kali dengan oplah su­dah lebih dari 200 ribu buku. Istilah man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, yang merupakan kompas kehidupan para tokoh dalam novel ini, menjadi ngetop di jagat Indonesia. Bahkan Negeri 5 Menara telah diterjemahkan ke bahasa Melayu dan Inggris.

Berbagai penghargaan pun dikantongi Puadi. Di antaranya, Long List Khatulistiwa Literary Award 2010; Penulis dan Flksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2010; Penulis/Buku Fik' si Terbaik, Perpustakaan Nasional Indonesia 2011; dan Liputan 6 Award SCTV untuk kategori Pendidikan dan Motivasi 2011.

Read more...
 
E-mail

Semangat Bagi Sastra Sunda

Dering telepon milik Etti Rochaeti Soetisna nyaris tidak kenal waktu saat tiba ujian akhir Bahasa Sunda di berbagai tingkatan sekolah. Banyak rekan sesama sastrawan, rekan kerja, hingga wartawan sekalipun membangunkan tidurnya. Etti seperti menjadi tumpuan mereka untuk bertanya tentang berbagai hal mengenai materi pelajaran Bahasa Sunda.

OLEH CORNELIUS HELMYHERLAMBANG

Mereka bertanya di antaranya untuk minta mengartikan bahasa Sunda, mencari padanan istilah bahasa Sunda, hingga membuat pantun Sunda. Semua selalu saya jawab meski kadang jawabannya tidak selalu memuaskan," kata Etti soal banyak orang yang menghubunginya itu. Meskipun kadang kala telepon-telepon itu terasa merepotkan, Etti tidak merasa dirugikan menjadi ka-mus sastra Sunda bagi banyak kalangan. la berpendapat, semua itu menunjukkan masih banyak kalangan yang peduli dengan bahasa Sunda meski sering kali dianggap bukan pelajaran utama di sekolah. Namun, itu juga menjadi bukti pendidikan bahasa Sunda masih perlu pendam-pingan dan perbaikan. "Bahkan un­tuk orang Sunda sendiri," ujarnya.

Kreatif

Bua saja Etti tidak terlambat mendaftarkan diri di Jurusan Bahasa Inggris Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Bandung (IKIP kini Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  31 tahun lalu, mungkin ia tidak akan sedekat ini dengan sastra Sunda. Dulu ia lebih suka menekuni Bahasa Inggris, pelajaran kesukaannya saat menempuh pendidikan di sekolah pendidikan guru (SPG).

Seorang petugas menyarankan agar Etti mendaftar di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, yang kebetulan masih menerima mahasiswa baru. Ada tiga jurusan di Fakultas Sastra Unpad, yaitu Arab, In­donesia, dan Sunda.

Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,788
  • Sedang Online 121
  • Anggota Terakhir Robertrab

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9091402
DSCF8754.jpg

Kalender & Agenda

November 2018
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC