.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      TIMSS: Matematika Turki, Palestina, Malaysia dan Indonesia

      oleh

      Ridza Gandara

      MILLI EGITIM BAKANI OMER DINCER

      Capaian hasil tes dalam mata pelajaran Matematika berdasarkan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang dirilis tahun 2012 atas pengujian terhadap para siswa kelas 4 dan kelas 8 di tahun sebelumnya telah menunjukkan hasil signifikan. Capaian hasil tes 2011 yang lebih baik dari tahun 2007 ditunjukkan oleh Palestina, Italia, Rusia dan Ukraina. Sementara negara lainnya mendapat hasil sebaliknya, seperti Hungaria, Jordania, Malaysia, Swedia, Suriah, dan Thailand.

      Kemampuan dalam ber-matematika pada siswa kelas 4 dan kelas 8 diukur oleh lembaga bernama International Association of the Evaluation of Educational Assesment, disingkat IEA. Lembaga yang bermarkas di Belanda ini mengukur dua aspek, yakni muatan yang dipelajari dan proses belajar siswa dalam mempelajari muatan tersebut.

      Berdasarkan keterangan dalam buku TIMSS 2011, berikut adalah kerangka pemetaan mata pelajaran Matematika dalam aspek muatan dan prosesnya,

      Kelas 4

      Kelas 8

      Aspek Muatan

      Bilangan (50%)

      Bilangan (30%)

      Bentuk Geometri dan Pengukuran (35%)

      Aljabar (30%)

      Penyajian Data (15%)

      Geometri (20%)

      Data dan Peluang (20%)

      Aspek Proses

      Pengenalan (Kelas 4: 40% dan Kelas 8: 35%)

      Penerapan (40%)

      Perancangan (Kelas 4: 20% dan Kelas 8: 25%)

       

      TIMSS sendiri dibuat dengan hasil analisis dari data yang dikumpulkan dari hasil tes yang distandarisasi dan hasil wawancara yang dilengkapi dengan observasi terhadap siswa, guru, sekolah dan lingkungannya.

      Tes berstandar internasional ala IEA untuk TIMSS berupa soal pilihan ganda dan isian. Di antaranya seperti berikut,

      New Picture (6)New Picture (5)

       

      New Picture (4)New Picture (7)

       

      Setelah dilakukan pemetaan terhadap 600.000 siswa dari 63 negara di dunia, maka disajikanlah hasilnya pada tahun 2012. Dalam publikasi TIMSS diperoleh hasil pemetaan prestatsi mata pelajaran Matematika untuk Turki (kelas 4 skornya = 469, kelas 8 skornya = 452) lebih tinggi daripada Malaysia (kelas 4 tidak ikut, kelas 8 skornya = 440); Palestina (kelas 4 tidak ikut, kelas 8 skornya = 404) dan; Indonesia (kelas 4 tidak ikut, kelas 8 skornya = 386). Posisi Turki masih di atas Malaysia, Palestina dan Indonesia.

      Sementara di luar empat negara tersebut ada beberapa negara tetangga Indonesia yang berhasil meraih nilai tertinggi untuk TIMSS, yakni Singapura (kelas 4=606, kelas 8 =611) dan ; Korea Selatan (kelas 4=605, kelas 8=613).

      Dalam konteks Turki, Palestina, Malaysia dan Indonesia, bahwa faktor pendidikan guru yang mengajar mata pelajaran Matematika pun dipetakan dalam analisis TIMSS. Di antaranya diketahui bahwa untuk pelajaran Matematika kelas 8, para siswa di Turki dipimpin oleh guru berijazah setara strata satu (sarjana) yang jumlahnya lebih sedikit daripada Malaysia, Palestina dan Indonesia. Dengan kondisi ini siswa Turki bisa melesatkan prestasi di bidang Matematikanya ke atas Malaysia, Palestina dan Indonesia.

      Sementara untuk kelas 4, data guru mata pelajaran Matematika di Malaysia, palestina dan Indonesia tidak diketahui dalam TIMSS 2011 karena tidak diikutsertakan untuk pemetaan.

      Adapun Turki di kelas 4 memiliki guru berijazah paska sarjana yang mendidik 4% siswa; guru berijazah setara sarjana mendidik 81% siswa; dan ada guru berijazah tamatan pendidikan menengah atas yang mendidik 15% siswa. Kenyataan ini lebih menarik, ketika ditemukan bahwa mayoritas siswa dipimpin oleh guru yang ahli matematika sesuai latar belakang ijazah pendidikan guru dari jurusan/departemen matematika.

      Demikian pula di kelas 8, mayoritas guru ahli matematika memimpin siswanya belajar matematika, dan para guru tersebut berasal dari latar belakang pendidikan universitas khusus pendidikan matematika.

      Untuk kelas 8 di Malaysia 31% siswanya dipimpin oleh guru ahli berijazah pendidikan matematika. Palestina 17% siswanya dipimpin guru ahli berijazah pendidikan matematika--lebih sedikit dari prosentase siswa Malaysia. Lalu Indonesia 23% siswanya dipimpin oleh guru ahli berijazah pendidikan matematika.

      Khusus untuk kelas 8, dapat dibandingkan, bahwa Turki memiliki keunggulan dalam mempersiapkan sumber daya manusia di bidang matematika untuk mengajar 55% siswanya, jauh lebih banyak daripada Malaysia, Palestina dan Indonesia. Sehingga Turki mampu meraih posisi skor tinggi dari ketiga negara tersebut.

      Hanya saja untuk segmen kelas 8 matematika, kenapa Indonesia dengan 23% siswanya yang diajar oleh guru ahli pendidikan matematika mendapatkan skor TIMSS lebih rendah daripada Palestina. Padahal Palestina lebih sedikit punya guru ahli dari pendidikan matematika. Sehingga baik pula jika Indonesia berusaha belajar dari sistem pendidikan matematika di Palestina. Dan lebih dekat lagi belajar pada Singapura.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 10757 clicks
      • Average hits: 134.5 clicks / month
      • Number of words: 1009
      • Number of characters: 7863
      • Created 6 years and 8 months ago at Friday, 08 March 2013 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 126
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124676
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC