.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      MEDIA INDONESIA, SABTU, 20 FEBRUARI 2010

      Kontrak dengan Tuhan dalam Grafis

      Trilogi karya 'Bapak Novel Gratis' Will Eisner membuka jalan sesungguhnya komik sebagai bahasa. Sebuah pencapaian akhir 1970-an yang belum dicapai di Indonesia sampai saat ini

      Justito Adiprasetio

      TERMINOLOGI novel grafts bukanlah sesuatu yang populer ketika Will Eisner melahirkan karyanya, Trilogi Kontrak dengan Tuhan pada-1978. Era itu, komiklah yang lebih umum.

      Cerita bergambar yang terbit kala itu juga banyak mengisahkan konsep superhero, misalnya Superman dan Batman.

      Bahkan Eisner, bersama Jack Cole, pernah membuat Plastic Man. Sebelumnya, Eisner yang wafat pada 2005 memang dikenal sebagai pembuat comic strip.

      Pada 1940-an, karyanya. The Spirit kemudian difilmkan dengan judul yang sama pada 2008--diterbitkan dalam edisi Minggu 20 surat kabar di Amerika. Jadi, jelas Eisner bukanlah 'pembangkang' aliran. Dia sekrup penting industri komik Amerika Serikat kala itu.

       

      Namun di usia senja pada akhir 1970-an, Eisner rupanya mulai bosan membuat komik pendek. Perhatiannya mulai menuju konsep pengisahan yang lebih panjang. Dia pula yang menamakan konsep itu sebagai novel grafts. Berdasarkan pengakuan Eisner pada Konferensi Komik dan Novel Grafis di Universitas Florida, AS, pada 2002, Eisner menyebutkan istilah novel grafis sekadar untuk menarik perhatian Presiden Bantam Book, penerbit besar di New York.

      “Terminologi novel gratis yang dikenalkan Eisner, memiliki kepentingan ideologis yang kemudian membedakannya dengan komik."

      "Orang itu sangat sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk bicara di telepon. Karena itu, saya hanya bilang saya punya sesuatu yang menarik untuk Anda lihat. Saat dia tanya apa, seolah ada manusia kecil muncul di kepala saya dan bilang, 'jangan katakan komik, dia akan menu tup telepon'. Karena itu saya bilang, saya punya novel grafts," ujar Eisner saat itu.

      Ketika Eisner benar-benar menunjukkan karyanya, Presiden Bantam Books berkomentar, "Ini sih komik. Pergilah ke penerbit kecil."

      Toh, pada akhirnya 'terminologi kecelakaan' itu teruji waktu dan berguna untuk mengategorikan 'komik' yang 'lebih sastra'.

      Karya 20 tahun

      Kemunculan trilogi A Contract with God, disusul oleh A Life Force dan Dropsie Avanue, ialah penanda pembaruan Eisner. Eisner pun dianugerahi gelar 'Bapak Novel Grafis'.

      Dalam diskusi Will Eisner dan Novel Grafts di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (17/2), Seno Gumira Aji Darma menuturkan, "Eisner tidak hanya mengandalkan jago-jagoan superhero, tetapi jauh lebih mengeksplorasi dan menceritakan drama kehidupan. Jauh lebih dekat dengan pembacanya."

      Seno juga menjelaskan novel grafis yang dibuat Eisner berusaha mengeksplorasi komik dari sisi yang lebih dewasa. Cenderung menonjolkan bobot sastrawi, penuh keseriusan, humor satire, bahkan seks.

      Terminologi novel grafis yang dikenalkan Eisner, lanjut Seno, memiliki kepentingan ideologis yang kemudian membedakannya dengan komik. Meskipun secara teknis, ia menambahkan, novel grafis ialah komik dan komik ialah novel grafis.

      Gambar bicara

      Trilogi Kontrak dengan Tuhan melukiskan drama kehidupan. Ada keriangan sampai tragedi. Pada logi kedua, Daya Hidup, Eisner bukan cuma mengisahkan zaman depresi akhir 1920-an hingga 1930-an, melainkan juga bangkitnya Naziisme dan menyebarnya politik kiri di wilayah miskin Kota New York. Eisner menggambarkan dirinya sebagai karakter Joseph Shtarkah dalam kisah itu.

      Pada karyanya, terbukti Eisner mampu mengeksplorasi penggambaran wajah secara karikatural dengan baik. Penggambaran ekspresi dan sikap tubuh menunjukkan pengenalannya yang luar biasa atas perbendaharaan bahasa tubuh manusia. Bukan untuk menjadi mirip dalam penggambarannya, melainkan mampu menggambarkannya kembali dengan sepadan.

      Secara prinsip, Eisner berpendapat bahwa seni komik adalah seni keberurutan (sequential). Karena itu, penyusuan panil menjadi penting dan bagaimana gambar dan kata (baca: susunan huruf) yang menjadi isi panil itu menjadi sangat menentukan.

      Tentu saja pendapat ini tidak baru, tapi mengutip kata Seno, "Eisner dengan contoh-contoh gambarnya berhasil menunjukkan bahwa justru dengan mempermainkan berbagai konvensi dalam penggambaran isi panil, dan keberurutannya, bahasa komik terlihat keberdayaannya sebagai seni berbahasa."

      Eisner juga kerap memainkan montase gambar dan kata. Dalam trilogi Kontrak dengan Tuhan terlihat bahwa Eisner menyadari kata adalah bagian dari gambar yang sangat kuat. Kata-kata tidak hadir demi kata-kata itu sendiri karena dalam penilaian Eisner, gambarlah yang mestinya bercerita. Lantaran itu segi visual susunan kata-kata sangat ia perhatikan.

      Trilogi itu menjadi bukti kegemilangan Eisner mengeksplorasi bahasa komik sebagai bahasa gambar dengan kata-kata sebagai bagiannya. Upayanya mengembangkan komik sebagai bahasa telah menyuntikkan kecerdasan gambar sepanjang sejarah komik AS.

      Pencapaian itu, menurut Seno, belum terjadi di Indonesia.

      Bisa dimengerti jika kemudian Penerbit Nalar memutuskan mengalihbahasakan novel grafis yang berusia tua itu. "Karena karya Eisner ialah mahakarya. Trilogi itu dikerjakan dalam rentang waktu hampir 20 tahun," kata JB Kristiantog dari Penerbit Nalar.

      Lantaran itu, proses menerjemahkan karya Eisner dilakukan dengan hati-hati. Nalar memilih tidak menerjemahkan istilah-istilah khas. "Tidak sederhana menerjemahkan novel grafis trilogi Kontrak dengan Tuhan ini. Kami tidak menerjemahkan bahasa, tetapi kebudayaan," tambah Kristianto. (M-7)

      This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 06 March 2012 15:22  

      Items details

      • Hits: 1204 clicks
      • Average hits: 15.1 clicks / month
      • Number of words: 3302
      • Number of characters: 29112
      • Created 6 years and 8 months ago at Tuesday, 06 March 2012 by Administrator
      • Modified 6 years and 8 months ago at Tuesday, 06 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 132
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091401
      DSCF8803.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC