.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      MEDIA INDONESIA, 15 SEPTEMBER 2008

       

      Konsultan

      Dalam Merriam Webster Dic­tionary, kata konsultan (consul­tant) diterjemahkan menjadi 'one who gives professional ad­vice and services'. Sebagai sebuah profesi, jabatan konsultan menjadi sangat membanggakan dan prestisius di mata semua kalangan profesional dan birokrasi. Tugasnya terlihat ringan karena per definisi dia hanya dimintai nasihat dan memberikan pelayanan pada aspek yang menjadi keahliannya saja.

      Dari segi salary, rata-rata jabatan konsultan memiliki ragam tunjangan dan renumerasi berdasarkan klasifikasi yang dibuat dengan standar tinggi. Ambil contoh jabatan kon­sultan bidang hukum seperti pengacara. Banyak sekali orang menjadi cepat populer karena menjadi pengacara artis, pengacara pejabat yang korup, hakim yang bisa mengatur tarif sebuah keputusan, sampai jaksa yang memasang tarif sogokan perkara. Masa kerja dan uang penghasilan yang masuk sa­ngat mudah karena hasil pekerjaannya pun tak membutuhkan proses yang lama dan berkesinambungan.

       

      Contoh lain adalah konsultan bangunan. Dengan gelar insinyur yang disandangnya, dia bisa memperkirakan lama sebuah bangunan dibuat dan ongkos yang diperlukan. Berdasarkan pengalaman kerjanya, konsultan bangunan pun memiliki tingkat penghasilan di atas rata-rata jabatan operasional dan fungsional orang kantoran, apalagi jabatan di sekolah. Konsultan media juga sebuah jabatan yang menggiurkan di tengah maraknya jenis media dan tayangan yang pasti banyak diminati pemirsa. Wartataan dan eks wartawan yang telah menjadi senior dan memiliki pengalaman yang luas di bidang jurnalistik rata-rata memilih profesi itu, baik sebagai trainer maupun konsultan. Jangan tanya jabatan konsultan spiritual seperti Mama Lauren, Ki Joko Bodo dan Ki Joko-Ki Joko lainnya, sangat mudah meraup rupiah hanya karena pandai memanfaatkan kelemahan psikologis dan mentalitas masyarakat kita yang memang masih terperangkap oleh mistisisme dan takhayul, bahkan dalam beragama. Pokoknya semua contoh jabatan konsultan di atas sangat promising dan patut kita buatkan kerangka kurikulumnya untuk sekolah-sekolah kejuruan kita.

      Bagaimana dengan konsultan pendidikan? Nah, ini dia. Jabatan ini jarang terdengar, bahkan seorang teman Edu lulusan New South Wales University yang baru balik tak tahu kalau ada profesi konsultan pendidikan. Posisi konsultan pendidikan marak ketika sekitar 1970-an, arus pinjaman dana luaf negeri merangsek negeri ini. Tidak seperti kon­sultan jenis lain, konsultan pendidikan me­miliki klasifikasi nasional dan internasional serta perbedaan gaji yang cukup senjang. Kata orang Arab-Indonesia, kesenjangan gaji mereka baina sama'wa sumur atau bainal kamar wal qomar, paling tidak dari pemeringkatan yang dibuat Bappenas. Padahal tugas konsultan pendidikan sangat panjang dan butuh waktu lama dan perhatian terus-menerus terhadap setiap perkembangan guru dan siswa yang menjadi perhatiannya.

      Jika diteliti, hasil kerja para konsultan pendidikan internasional yang direkrut de­ngan uang pinjaman (loan) pasri sangat memprihatinkan. Kesengsaraan sistern yang mereka paksakan dengan kualitas technical assisstance yang kurang valid dan salah kaprah itulah yang menyebabkan, salah satunya, kita mewarisi sistem pendidikan yang tak sehat dan mandul prestasi.

      Edu merasa kebijakan pendidikan kita harus berhati-hati dalam merumuskan dana pinjaman luar negeri jika skema implementasinya dihasilkan dari technical assisstence dan assessment yang dilakukan para konsultan asing yang banyak menimbulkan kecemburuan itu. Jika Edu jadi Mendiknas, jabatan konsultan pasti lebih pas diberikan kepada para kepala sekolah dan guru yang nyata-nyata sukses dalam mengawal proses pendidikan di sekolah mereka.

      Seorang teman Edu, mantan project manager dari sebuah loan di sebuah departemen, bercerita pengalamannya bekerja dengan kon­sultan internasional. Mereka rata-rata me­mang hanya bisa memberi nasihat dan pe­layanan seadanya dari satu ruang rapat dirjen hingga ke ruang rapat menteri, tetapi jarang turun ke lapangan.

      Karena kesal dengan pola kerja seperti itu, akhirnya sebagai orang yang memiliki kewenangan penuh, teman Edu itu nekat memecat semua konsultan internasionalnya dengan fakta bahwa performa mereka memang jelek.

      Hasilnya, ia bisa memberikan saving ke negara sebesar US$ 5,7 juta! Tapi apa lacur, karena itu jugalah teman Edu sengsara karena difitnah dan dikucilkan rekan kerjanya.

      (Ahmad Baedowi)


       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 23 February 2012 07:42  

      Items details

      • Hits: 35286 clicks
      • Average hits: 435.6 clicks / month
      • Number of words: 1102
      • Number of characters: 8606
      • Created 6 years and 9 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator
      • Modified 6 years and 9 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 140
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091495
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC