.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      KONSEP PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA BARAT
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      Page 7
      Page 8
      All Pages

      KONSEP PEMBANGUNAN

      PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA BARAT

       

      A. Pendahuluan

      Perpustakaan dapat dijadikan indikator kemajuan suatu daerah atau bangsa. Untuk melihat ”wajah” sebuah daerah bisa dilihat dari wajah perpustakaannya. Menyadari pentingnya perpustakaan ini pemerintah berkomitmen untuk menjadikan perpustakaan sebagai fasilitas pembelajaran bagi masyarakat yang ditandai dengan Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Perpustakaan di Masyarakat pada tanggal 17 Mei 2006.

      Di sisi lain, kini telah tumbuh, di sebagian masyarakat, menjadikan perpustakaan sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi di dalam kehidupannya, terutama pelajar, mahasiswa, dan kelompok-kelompok tertentu, untuk menunjang aktivitasnya. Terlebih dengan miningkat harga kertas yang berdampak pada industri perbukuan, yang akan mengakibatkan kian tidak terjangkaunya oleh masyarakat miskin. Dengan kata lain perpustakaan kini sudah memasyarakat walupun belum optimal, karena belum semua masyakat mendapatkan fasilitias dan layanan perpustakaan sebagaimana mestinya. Tentu saja hal tersebut merupakan tantangan bagi pengelola perpustakaan untuk segera membenahi dan mengembangkan perpustakaan, yang salah satu fungsinya adalah sebagai pusat informasi dalam rangka meningkatkan kecerdasan masyarakat.

      Di antara jenis perpustakaan yang ada, perpustakaan umum, khususnya Badan Perpustakaan Daerah (Bapusda) memiliki kedudukan yang paling penting dalam mendidik masyarakat. Malah perpustakaan umum sering diibaratkan sebagai Universitas Rakyat, maksudnya adalah bahwa perpustakaan umum merupakan lembaga pendidikan bagi masyarakat umum dengan menyediakan berbagai Informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya sebagai sumber belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi semua lapisan masyarakat. Oleh karena posisi perpustakaan umum dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa sangat strategis karena fungsinya melayani semua lapisan masyarakat untuk memperoleh dan meningkatkan ilmu pengetahuan tanpa persyaratan dan tanpa membayar. Perpustakaan umum merupakan lembaga pendidikan yang sangat demokratis karena menyediakan sumber belajar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan melayaninya tanpa membedakan suku bangsa, agama yang dianut, jenis kelamin, tingkatan sosial, dan umur. Perpustakaan umum menyediakan bahan bacaan dan sumber belajar lainnya bagi semua tingkatan umur, yaitu bagi kanak-kanak, remaja, dewasa dan usia lanjut, laki-Iaki maupun perempuan.

      Apabila perpustakaan umum dapat dikelola dengan baik dan keberadaannya dapat dijangkau oleh masyarakat maka perpustakaan umum dapat berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang sangat menunjang konsep pendidikan seumur hidup, dan mengakselerasi usaha mencerdaskan kehidupan bangsa menuju masyarakat informasi.

      B. Permasalahan Perpustakaan Jawa Barat

       

      1. Buta Huruf

      Sampai hari ini persoalan buta huruf di Jawa Barat masih cukup memprihatinkan. Pada tahun 2008, tercatat 972 ribu penduduk pada rentang usia produktif (15-44 tahun) di provinsi ini, ternyata masih tak mampu baca tulis. Sebanyak 68 persen di antaranya adalah wanita. (Republika, 4 Maret 2008). Ini berarti bahwa 10% penderita buta huruf Indonesia ada di Jawa Barat. Yang cukup menghawatirkan lagi adalah bahwa para penderita buta huruf yang telah disembuhkan tidak dipelihara dengan baik yang akibatnya terjadi buta huruf kembali. Bisakah Jawa Barat bebas buta huruf pada tahun 2010 sebagaimana telah ditargetkan Pemprov?

       

      2. Minat Baca

      Masalah minat baca juga masih rendah, masalah literasi terbesar bukan hanya di Jawa Barat akan tetapi juga secara nasional. Rendahnya minat baca ini telah banyak dikemukan oleh para ahli di antaranya oleh budayawan ternama Ajip Rosidi dan Taufik Ismail. Menurut Ajip Rosidi penerbi­tan buku di Indonesia saat int sekitar 12 ribu judul buku setiap tahun dengan oplah hanya dua sampai tiga ribu setiap judul bagi bangsa dengan penduduk 225 juta niscaya tidak berarti apa-apa. Itu pun pada kenya­taan banyak penerbit yang mencetak bukunya hanya 500 eksemplar.12 ribu x 5 ribu (dinaikkan angkanya), jumlahnya hanya 60 juta buku. Dengan demikian, setiap orang hanya kebagian membaca 60 juta berbanding 225 juta = 0,27 judul buku dalam setahun! Kalau setiap buku rata-rata tebalnya 100 halaman, maka dalam 365 hari setiap orang Indonesia hanya membaca 27 halaman. Atau setiap halaman dibaca selama hampir dua minggu. Karena angka-angka itu sudah dibesarkan maka ”tentu saja kenyataan yang terjadi lebih menyedihkan dari itu," (Radar Bandung, 24September 2006).

      Sedangkan menurut Taufik Ismail di Indonesia telah terjadi defisiensi budaya yang sudah luar biasa parah dan sudah berlangsung 55 tahun lamanya. Berdasarkan penelitian beliau terhadap buku-buku sastra wajib di sekolah menengah atas untuk melihat tingkat minat baca siswa maka disimpulakn bahwa telah terjadi sebuah ”tragedi nol buku” di Indonesia.

       

      3. Sarana Baca (Resources Center)

      Sampai saat ini Jawa Barat memiliki 11 jenis perpustakaan diantaranya adalah sebagai berikut: Taman Baca Masyarakat (TBM) seabanyak 627 TBM yang tersebar di 14 kabupaten/kota; perpustakaan SKPD Provinsi Jabar 48 unit, perpustakaan umum Kota/Kabupaten 25 unit, perpustakaan kecamatan 449 unit, perpustakaan desa/kelurahan sebanyak 5.779 unit, Taman Bacaan Masyarakat, sanggara baca dan rumah baca sebanyak 272 unit, perpustakaan sekolah dari jenjang SD sampai SMA sebanyak 24.992 unit, perpustakaan madrasah dari jenjang MI sampai MA 5.627 unit, perpustakaan Ponpes sebanyak 4.380 unit, perpustakaan Perguruan Tinggi 335 unit, perpustakaan rumah ibadah 4.750 unit (Sumber : jabarprov.go.id)

      Dari keseluruhan sarana baca tersebut belum ada satu pun perpustakaan yang patut untuk dijadikan model atau teladan. Hampir semua perpustakaan yang ada sekarang ini dikeolal bukan oleh ahlinya dan terkesan asal-asalan. Untuk perpustakaan sekolah terabaik tingkat Jabar misalnya, setelah diadakan studi banding ternyata mendapat peringkat terbaik hanya didasarkan pada persyaratan administratif, belum pada programnya. Belum lagi perpustakaan pesanten, TBM, dan lain-lain hampir semuanya belum mendapat sentuhan pengelolaan yang memadai.

       

      4. Badan Perpustakaan Daerah (BAPUSDA)

      Ironisnya, Badan Perpustakaan Daerah (BPUSDA) sendiri, sebagai Perpustakaan yang membina seluru perpustakaan yang ada di wilayah Jawa Barat, keberadaannya cukup memprihatinkan. Dan tidak layak untuk dijadikan model pengelolaan perpustakaan. Sampai hari ini pelayanan masih dilakukan secara manual, dan dengan pelayanan yang terkesan asal-asalan, dilaht dari programnya juga belum memperlihatkan sebuah perpustakaan yang adaptif terhdapa perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta perkebangan bidang keperpustakaan (library and librarianship) pada khsusnya. Bapusda sangat tertinggal dibandingkan dengan pengelolaan sekolah dasar sekalipun (debandingkan dengan sekolah Dasar “al-Hikmah Surabaya, sebagai juara nasional perpustakaan SD). Yang apabila dilihat dari anggarannya jauh lebih sedikit.

      Padahal apabila kita melihat peran dan kedudukannya sebagai lembaga teknis Pemrov Jawa Barat, Bapusda dapat menjadi katalis perubahan yang sangat potensial bagi msyarakat Jawa Barat.

       

      5. Tenaga Pengelola Perpustakaan (Pustakawan)

      Secara kuantitas Jawa Barat masih sangat banyak memerlukan pustakawan. Menurut Prof. Sulistyo Basuki, dari tujuh ribu sekolah yang membutuhkan lulusan ilmu perpustakaan, baru 10 sekolah saja yang terisi dengan juru kepustakaan yang andal. Untuk mengisi juru kepustakaan di SMA, tenaganya haruslah berpendidikan D-4 atau S-1,''. Demikian pula untuk mengisi jabatan sebagai juru kepustakaan di SMP haruslah berpendidikan D-3, sedangkan untuk SD minimal lulusan D-2. Sulistyo berbicara berhubungan dengan telah disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.

      Disamping minimnya jumlah tenaga pustakawan, secara kualitas tenaga yang ada sekarang pun cukup memprihatinkan. Rata-rata mereka hanya memiliki basic skill perpustakaan yang sangat minim. Masih sangat jarang sekali tenaga pustakawan untuk tingkat manajerial apalagi untuk tingkat ahli (leader). Selain itu, para pustakawan banyak yang merasa minder dengan profesinya sebagai pengelola perpustakaan. Tentu saja ini semua mememerlukan sebuah upaya rekontruksi kepribadian serta membangun citra (image bulding) pustakawan supaya menjadi tenaga yang profesional.

       

      6. Literasi Informasi

      Bukan wacana baru bahwa tradisi literasi di Jawa Barat, dan di Indonesia pada umumnya, belum menjadi prioritas dalam pendidikan masyarakat. Padahal literasi di masyarakat merupakan fondasi kemajuan suatu bangsa atau daerah. Literasi informasi adalah kemampuan seseorang dalam mengakses, mengolah, dan menggunakan informasi. Maha pentingnya literasi informasi ini salah satunya dikemukakan oleh Hartoonian, seorang politikus AS yang mengatakan bahwa “ if we want to be a superpower we must have individuals with much higher levels of literacy” Jepang mengupayakan budaya literasi kepada masyarakatannya sejak dimulainya Restorasi Meiji satu abad yang lalu, dan sekarang kita saksikan, negara ini menjadi raksasa ilmu pengetahuan dan teknologi (Putra, 2008). Begitpun Malaysia, mengharuskan mengajarkan literasi informasi sejak tingkat SMP dalam kebijakan pendidikannya.

      Sangat disayangkan, bahwa masalah literasi informasi ini belum dijadikan program yang penting di Jawa Barat, khususnya oleh Bapusda maupun Dinas Pendidikan. Oleh karena itu tidak heran apabila masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu literasi informasi. Padahal dinegara lain sudah menjadi kebijakan bukan lagi wacana. Jawa Barat dapat menjadi pelopor dalam memajukan masyarakat melalui sosialisasi dan pengajaran literasi informasi untuk mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis, dan sejahtera.



      Comments
      suryadi  - usulan     |2010-04-15 14:35:20
      dimohon Disdik propinsi jawa barat, memperbanyak pelatihan pengelolaan
      perpustakaan di sekolah dasar / madrasah ibtidaiyah, disampaing sekarang sudah
      mulai pemenuhan kebutuhan fisik perpustakaannya. Langkah ini merupakan awal
      pembekalan pembiasaan membaca sejak dini, jika anak sudah terbiasa membaca sejak
      dini....akan memudahkan melaksanakan program budaya baca tingkat smp /
      sma....... insya Allah budaya baca anak indonesia akan meningkat.....
      firman  - usulan dan saran   |2010-10-30 20:55:44
      sejak beberapa tahun lalu, pemerintah mencanangkan perpustakaan desa, yang mana
      bertujuan untuk memajukan kecerdasan bangsa. setiap daerah melalui kantor
      perpustakaannya masing masing membina calon pustakawan desa, dan menyumbangkan
      beberapa judul eksemplar bahan bacaan namun tak di pungkiri akhirnya hanya
      menjadi bahan koleksi saja (sesuai dengan hasil penelitian saya ke beberapa
      desa).
      namun lain lagi halnya dengan PERPUSTAKAAN SABA DESa yang terletak di
      desa yang ada di kabupaten purwakarta, sudah 20 tahun berdiri dengan jumlah
      koleksi bahan pustaka mencapai 15.000 eksemplar dari berbagai judul,dengan
      jumlah pembaca mencapai delapan desa di tiga kecamatan. bahkan telah mendapatkan
      beberapa penghargaan diantaranya jasa darma pustaloka dari perpusnas, dari IKAPI
      jabar, dari bupati setempat, dari majalah mangle, bahkan telah di ekspos oleh
      beberapa media seperti Metro-TV (dalam acara Kick andi), SCTV, RCTI, TPI,Dai TV,
      ma...
      Arim  - ...   |2010-12-05 23:49:30
      kemana saya mencari informasi mengenai pendirian perpustakaan?
      Suherman   |2010-12-08 22:27:30
      Perpustakaan apa pak Arim?
      Irman  - Tanya   |2011-06-29 04:23:36
      Pak, dimana yah bisa saya dapatkan data perpustakaan umum daerah yang ada di
      jawa barat???Beserta alamat lengkapnya.
      Suherman   |2011-07-01 22:32:26
      alamat perpustakaan umum daerah Jawa Barat ada di Badan Perpustakaan dan Arsip
      Daerah (BAPUSIPDA)Jawa Barat.
      Ida Hamidah  - Saran untuk pelatihan perpustakaan untuk guru   |2012-06-10 14:42:21
      Dalam rangka meningkatkan profesionalisme pengelola perpustakaan di
      sekolah-sekolah dan mengatasi kekurangan jam mengajar, diharapkan diadakan
      diklat pengelola perpustakaan secara periodik. Terima kasih.
      admin   |2012-06-11 14:37:30
      Saran yang bagus. Kami sedang menjajagi kerja sama dengan dinas terkait (P&K).
      Secara konsep dan teknis kami sudah siapkan.
      rudi martiawan   |2012-07-13 19:44:49
      mohn menjadi anggota perpustakaan
      EDI MULYANTO   |2013-01-15 16:27:55
      Pak, mohon ijin kopi. Terima kasih banyak
      EDI MULYANTO   |2013-01-15 16:29:11
      Pak, mohon ijin kopi contoh proposal untuk kemajuan SD kami. Terima kasih banyak
      EDI MULYANTO   |2013-01-15 16:29:33
      Mohon kopi pak
      Yayasan Cakrawala Baca     |2013-03-10 19:50:30
      Selamat siang pak, klo data jumlah perpustakaan di SD yang ada di jawabarat ada
      ga ya pa ?
      makasih
      Adm   |2013-03-11 17:14:36
      Harus ditanya ke dinas pendidikan provinsi Jabar.
      Salwa   |2013-03-19 07:30:30
      mohon ijin copy. kami akan pakai untuk referensi pembuatan proposal untuk
      pembangunan perpustakaan umum di desa. terimah kasih
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 01 June 2009 15:16  

      Items details

      • Hits: 17933 clicks
      • Average hits: 184.9 clicks / month
      • Number of words: 9295
      • Number of characters: 73079
      • Created 8 years and ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator
      • Modified 8 years and ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 2,852
      • Sedang Online 193
      • Anggota Terakhir XardasDot

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9048400
      DSCF8798.jpg

      Kalender & Agenda

      July 2017
      S M T W T F S
      25 26 27 28 29 30 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29
      30 31 1 2 3 4 5

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC