.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Komunitas
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 13 DESEMBER 2008

Pustaka Alternatif di Batoe Api

Anton Solihin

KOMUNITAS Batoe Api berawal dari kumpulan anggota Perpustakaan Batoe Api yang hingga November 2009 berjumlah sekitar 4.900 orang. Mereka adalah mahasiswa, pelajar, dan kalangan umum. Perpustakaan ini bersifat swadaya dan independen, tidak berada di bawah lembaga ataupun kaitan politis tertentu.

Para anggota perpustakaan punya basisnya masing-masing, buku, kliping, musik dan film. Perpustakaan Batoe Api, berdiri sejak 1 April 1999, satu-satunya sarana umum yang menyediakan bacaan, musik dan tontonan film alternatif di Jatinangor-Sumedang.

Daerah ini kerap disebut salah satu sentra kampus. Komunitas bisa berjalan seiring dengan berbagai kegiatan independen maupun internal kampus. Semua kegiatan dimaksudkan bersifat pendidikan alternatif, menyebarkan informasi lokal, yang diharapkan jadi wadah warga dan mahasiswa berbagai kampus di Jatinangor. Tujuannya merekatkan kebersamaan antarkampus juga warga lokal.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 07:55 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 14 MEI 2010

Menjawab Krisis Bacaan

Anak Dalam Negeri


Maria Jeanindya

SECARA harfiah, bacaan anak diartikan sebagai buku bacaan yang membidik pasar anak-anak sebagai konsumennya. Itu berarti pengemasan cerita harus disesuaikan agar anak-anak
tidak terlalu susah mencerna.

Rumitnya persyara'tan membuat buku anak, membuat para penulis buku anak berkumpul dalam Komunitas Penulis Ba­caan Anak (PBA).

Pada komunitas itu mereka bertukar ilmu seputar bagaimana menulis buku bacaan untuk anak-anak. "Awalnya memang hanya rekan-rekan penulis saja, tapi sekarang yang bukan penulis bisa bergabung kata Sokat, saat ditemui Media Indonesia di sebuah mal di bilangan Semanggi, Jakarta, Rabu (12/5).

Dua orang yang bersama pria 35 tahun itu mengangguk setuju. "Kami berdua awalnya ikut karena tuntutan pekerjaan, harus banyak stok cerita anak. Lama-lama, jadi ikutan nulis juga," timpal Zulfa merujuk pada dirinya dan Imran, pria yang duduk di seberangnya.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 07:54 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 5 FEBRUARI 2010

Mendigitalkan Cersil Lawas


IDE untuk membentuk komunitas Kho Ping Hoo (KPH) lahir saat Bagus Pursena meli-hat hasil polling yang sempat dilakukan oleh mills pocket PC. "Waktu ditanya serial silat favorit, sebagian besar anggota bilang 'Kho Ping Hoo'," akunya.

Sebagai salah satu pecinta cerita silat (cerita silat) tersebut, Bagus lantas berpikir un­tuk membentuk satu wadah khusus bagi penggemar KPH. Karena idenya berawal dari mills, ia pun menggunakan sarana ini untuk menggaet anggota.

Alhasil, di tahun pertamanya saja, jumlah komunitas Kho Ping Hoo sudah menca-pai 600 orang.

Sedikit bumbu kecanggihan teknologi pun ditawarkan. la membantu para anggotanya yang masih ingin membaca KPH, tapi kesulitan untuk mendapatkan serial tersebut, yaitu dengan mengadakan KPH versi elektronik. "Tidak banyak toko buku yang masih menjual cerita silat KPH. Padahal, kita suka bernostalgia dan sesekali membaca ulang serial KPH. Banyak anggota komunitas, yang berdomisili di Jakarta, mengaku meninggalkan koleksi bukunya di daerah asalnya. Jadi waktu mau baca lagi, agak susah," tutur Bagus yang mengakui gaya hidup urban juga ber-pengaruh dalam hal ini.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 07:53 Read more...
 
E-mail

 

KAMIS, 22 OKTOBER 2009  MEDIA INDONESIA


Memprotes China dalam Pesta Buku

Isyana Artharini

SELAMA 15 tahun panitia Frankfurt Book Fair berupaya menjadikan China sebagai tamu ke-hormatan dalam pameran buku lima hari untuk menunjukkan tren global dan best-seller itu.

Atas pilihan ini, mereka sudah mempersiapkan diri terhadap . kemungkinan berbagai protes yang muncul. Salah satunya bah-kan muncul sampai hari terakhir pelaksanaan pameran buku ini, Minggu (18/10), dari kelompok muslim Uighur.

Pemimpin Uighur dalam pengasingan Rebiya Kadeer mengkritik tajam Frankfurt Book Fair karena mengundang China sebagai tamu. Menurutnya, China tidak seharusnya diberi penghargaan karena memiliki rekam jejak hak asasi manusia yang buruk.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 07:52 Read more...
 


Page 2 of 5

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 115
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124768
DSCF8768.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC