.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Komunitas
E-mail

 

REPUBLIKA, 2 JANUARI 2010


Berhimpun

Demi Bacaan Anak

Dl KOMUNITAS INI PARA PENULIS BACAAN ANAK DAPAT SALING BELAJAR.

Oleh Reiny Dwinanda

Anda ingin bisa atau hobi menulis cerita anak? Komunitas penulis bacaan anak (PBA) mungkin bisa menjadi wadah berkumpul dengan teman seminat untuk saling belajar. "Sejak 10 April 2003 kami berhimpun," jelas Ali Muakhir, salah satu pendiri PBA.

Komunitas PBA mencoba menghadirkan bacaan anak yang berkualitas. Untuk itu, mereka rajin melakukan kaderisasi penulis baru. "Saya tak merasa tersaingi, justru bangga jika ada member yang berhasil membuat buku bagus," komentar Ryu Tri yang berga-bung di PBA sejak tiga tahun silam.

Pengkaderan itu dilakukan di milis, dan juga saat kopi darat. Siapapun yang serius berupaya niscaya dapat memanfaatkan seluruh materi yang dibeberkan para senior perbukuan cerita anak. "Beberapa anggota pasif malah pernah mengabarkan berhasil menerbitkan buku hanya dengan menyimak tips yang bertebaran di milis This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ," paparnya.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 07:44 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 19 JULI 2009

Berdiskusi lalu Menjebol Koran

PARADIGMA Institut berdiri pada 2008, tanggal pastinya tidak kami ketahui. Pasalnya, usul membentuk komunitas penulis muda ini mun-cul spontan dari salah satu teman kami.

Awalnya kami tergabung pada salah satu lembaga pers mahasiswa di Kudus, Jawa Tengah, bernama Paradigma. Salah seorang teman yang saat itu sangat getol menulis berkeinginan membentuk sebuah komunitas menulis. Visi dan misi yang akan diusung saat itu adalah •menjadikan kader-kader dapat menulis.

Sebagai aktivis lembaga pers ma­hasiswa, kemampuan menulis harus-lah dipunyai, minimal untuk menulis berita. Namun, itu saja tidak cukup menghantarkan kader ke gerbang ke-suksesan. Oleh karena itu, salah satu jembatan yang dibangun adalah dengan menulis.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 07:44 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS, 05 SEPTEMBER 2009

Aki Dadan, Pelestari

Mamaos Cianjuran


Seni tradisi mamaos danjuran yang berbentuk penggabungan bacaan kisah adiluhung dengan permainan kecapi mulai berkembang di Cianjur pada 1834. Seni tradisi itu diwariskan oleh Dalem Pancaniti atau RAA Kusumaningrat, Bupati Cianjur saat itu. Mamaos danjuran merupakan wejangan mengenai kebajikan-kebajikan hidup.

Oleh A HANDOKO

Seni tradisi itu dulu dipentaskan saat pernikahan, pertemuan, atau rapat warga yang dianggap sebagai momentum tepat untuk mem­berikan wejangan. Ketika hiburan modern terus berkembang dalam berbagai bentuk, seni ma­maos cianjuran makin terping-girkan. Belakangan ini seni ma­maos cianjuran hampir sulit ditemukan dalam acara-acara yang diadakan masyarakat Sunda-Cianjur.

Dalam tekanan hiburan modern yang sama sekali tak terkendali itu, mamaos cianjur­an masih bertahan berkat kesetiaan Dadan Sukandar. Seniman berusia 66 tahun yang sering dipanggil Aki Dadan itu bahkan rela hidup miskin untuk menghidupi idealismenya ber­sama mamaos cianjuran.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 07:43 Read more...
 


Page 5 of 5

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 91
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124839
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC