.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      MEDIA INDONESIA, 19 NOVEMBER 2010

       

      Komunitas 1001 buku

      Virus Cinta Buku dari Taman Baca

      Vini Mariyane Rosya

       

      SEORANG gadis kecil pelan-pelan menghidupkan senter dalam kegelapan malam. Dia mengambil buku daritas lalu bersembunyi di balik selimut dengan senter yang menyala. Matanya ikut benderang. Cerita komik yang tertunda bisa ia baca.

      Gadis kecil itu, Rismadhani, kini telah dewasa. Sampai sekarang dia mengaku tidak bisa memahami alasan orang tuanya melarang membaca komik-komik tersebut.

      "Anak itu seperti lembaran yang kosong, yang harus diisi dengan keragaman warna. Menurut saya, seharusnya anak dibiarkan tumbuh de­ngan mimpi-mimpinya. Bagaimana ia mermimpi kalau dilarang-larang membaca?" ucapnya saat ditemui Media Indonesia, belum lama ini, di markas Komunitas 1001 Buku, kawasan Manggarai, Jakarta.

       

      Dhani, panggilan akrab perempuan itu, berambisi mengubah pola pikir yang ia nilai keliru. Lantaran itu, Dhani bergabung dengan komunitas yang berdiri secara resmi 10 Januari 2003 itu. Dani merasa sayang jika bibit unggul seorang anak tidak disemai lewat berbagai bacaan: berkualitas".

      "Harusnya jangan dilarang. Menumbuhkan minat baca itu harus dimulai dari buku-buku yang disukai, termasuk komik. Kalau sudah suka baca, mudahuntuk mengarahkan ke bacaan lainnya," paparnya.

      Anggota lainnya Melati menambahkan, apa pun jenisnya, buku merupakan sarana paling efektif un­tuk menstimulus imajinasi. Dengan daya imajinasi yang tinggi, anak akan lebih mudah berkreativitas.

      "Justru kreativitas dan ilmu yang bermanfaat itu saling berkaitan. Imajinasi penting untuk kecerdasan anak. Percuma 12 tahun belajar seca­ra formal kalau tidak punya daya kreatif. Nah, buku bisa membantu berkonsentrasi," jelasnya.

      Kesadaran akan urgensi membaca itulah yang mendorong komunitas tersebut tetap bertahan selama hampir tujuh tahun menjalankan program utama mereka, yakni taman baca anak.

      Secara terus-menerus, mereka membantu siapa pun yang tergerak mendirikan taman baca untuk me-nyediakan buku-buku secara gratis kepada anak-anak. Kalau ada seseorang yang telah memiliki minimal 20 buku layak baca serta mempunyai tempat, Komunitas 1001 Buku dengan senang hati akan mendukungnya. Yang bersangkutan tinggal mengisi sebuah formulir  lantas satu taman baca secara resmi masuk jaringan 1001 Buku.

      Hingga saat ini setidaknya 120 taman baca telah berdiri secara aktif. "Visi kami  se-derhana saja, kami ingin seluruh anak Indonesia bisa dan suka membaca. Nanti yang sudah masuk jaringan kami akan kami bantu dengan memberikan suplai buku baru," ungkap Ama E, anggota senior komunitas tersebut.

      Pintar-pintar berkreasi

      Sang ketua, Indra T Ariandhi, mengaku inenumbuhkan minat baca pada anak bukanlah kegiatan yang mudah. Anak biasanya lebih menyukai kegiatan yang jauh lebih aktif dan interaktif.

      “Biar anak tidak bosan dengan sebuah taman baca, pengelolanya harus pintar pintar mengadakan kegiatan yang ada hubungan dengan buku. Mulai mendongeng, lomba-lomba, hingga permainan. Apa saja biar anak tiadak bosan,” papar Indra.

      Pengemasan ter­but, lanjutnya penting agar anak tak melihat taman baca sekadar tempat membaca buku Dia berharap, taman baca dapat menjadi pusat kegiatan keluarga.

      "Kalau sekadar tempat baca, anak akan segera meninggalkan taman bacaan begitu buku-buku yang ada sudah habis di baca semua. Padahal, seharusnya tempat itu bisa menjai pusat pengembangan juga, “ sahutnya.

      Untuk berkreasi, timpal malati, butuh komitmen dan keseriusan yang kuat dari para pengelola taman baca. Hal itu yang jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan sekedar halangan dana.

      "Apalagi para relawan itu datang dan pergi. Paling kami mengandalkan karang taruna ataupun organisasi kepemudaan untuk bantu mengelola sebuah taman bacaan. Sebenarnya cukup dengan dedikasi dan bacaan akan tetap hidup. Apalagi kalau di dalamnya diselingi berbagai pembelajaran," sahutnya.

      Indra menambahkan, komunitas yang dipimpinnya itu juga perlu meragamkan berbagai kegiatan yang mampu menstimulus ketertarikan anak terhadap buku.

      Selain taman baca, Komunitas 1001 Buku juga mengadakan kegiatan mendongeng, bersafari ke museum, berbagai lomba menulis, hingga mendatangkan sang penulis.

      Bersaing dengan Play Station

      Tantangan terbesar sebuah taman baca, kata Ama, datang dari Play Sta­tion. "Pernah ada taman baca yang akhirnya terpaksa tutup gara-gara di sebelahnya dibuka ruko Play Station. Semua anak yang biasa baca jadi lari ke ruko sebelah," papar Ama sambil tertawa miris.

      Kondisi tersebut biasanya diperparah dana yang tersendat-sendat sehingga para pengelola kesulitan menambah stok buku. Untuk menjaring buku sumbangan, komunitas menjumpai persoalan tersendiri.

      "Masyarakat masih salah mengerti. Dikira mereka, kami sedang menjaring buku bekas. Jadi, kebanyakan jnemberikan buku-buku sekolah yang sudah tidak bisa dipakai, penuh coretan dan beda kurikulum. Akhirnya kami loakin. Uangnya lumayan untuk beli beberapa buku baru," ungkapnya sambil menunjuk tumpukan kardus yang berisi buku tak layak.

      Persaingan yang makin tajam, terutama dengan pengelola Play Station, mendorong Komunitas 1001 Buku memfasilitasi pengembangan taman baca. Minimal, setiap setahun sekali, komunitas tersebut membuat workshop atau lokakarya pengelolaan taman baca.

      "Jadi, dalam workshop itu kami tampilkan taman-taman baca yang sukses. Jadi, mereka bisa membagi kiat agar taman baca tetap aktif berdiri dengan dana minim. Atau variasi kegiatan-kegiatan yang bisa menghidupi taman bacaan itu," tandas Ama. (M-4)

      This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 01 March 2012 08:03  

      Items details

      • Hits: 374 clicks
      • Average hits: 4.1 clicks / month
      • Number of words: 1548
      • Number of characters: 12907
      • Created 7 years and 8 months ago at Thursday, 01 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Thursday, 01 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 93
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124319
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC