.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      JUMAT,5 FEBRUARI 2010 I   MEDIA INDONESIA

      KOMUNITAS KHO PING HOO

      Setia Menggilai Cerita Serial Silat

      Penggemar serial Kho Ping Hoo tergolong fanatik. Ada yang rela dihukum guru sampai membuat etalase penyimpan khusus.

      Maria Jeanindya

      NAMA Asmaraman Sukowati memang tidak sepopuler Kho Ping Hoo meski se-sungguhnya si empunya dua nama tersebut adalah satu orang. Peranakan Tionghoa yang lahir di Sragen, Jawa Tengah, ini telah menelurkan lebih dari 450 judul cerita silat (cersil). Karyanya begitu me-lekat bahkan setelah sang maestro meninggal dunia pada 22 Juii 1994 akibat serangan jantung.

      Penggila Kho Ping Hoo pun membentuk wadah, Komunitas Kho Ping Hoo (KPH). "Cersil Kho Ping Hoo tidak mengambang seperti komik lain. Cerita tidak terpusat pada tokoh-tokohnya saja. Ada filsafat, pesan moral yang menjadi penyambung adegan," tutur Iwan, anggota komunitas.

      Lelaki 38 tahun itu bergabung dengan Komunitas KPH sejak pertama dibentuk pada 2003.

      Kho Ping Hoo juga banyak menuangkan unsur sejarah Tiong­hoa ke dalam karyanya. Padahal, menurut laman daring yang sempat memuat hasil wawancara dengan sang maestro, terungkap bahwa ia hanya mengunjungi Chi­na sekali saja seumur hidupnya. Wajar bila kemudian ada beberapa pihakyang meragukan keabsahan sejarah Tionghoa yang ada dalam karya-karya almarhum.

       

      Selain sejarah Tionghoa, Kho Ping Hoo juga mahir dalam memasukkan unsur budaya Indo­nesia dalam cersilnya. Beberapa judul seperti Sejengkal Tanah SepercikDarah, KemelutMajapahit, Darah Mengalir di Eorobudur, kental nuansa sejarah dan budaya pribumi. "Dia bukan sekadar cersil tanpa makna. la kaya petuah dan mengandung sejarah. Bagi saya, dia lebih hebat daripada pengarang cersil Mandarin mana pun," puji Erwan Sofyan, anggota komunitas lainnya yang memilih tidak peduli tentang pihak yang mempertanyakan keabsahan_sejarah tersebut.

      "Saya menyukai serial ini sejak tahun 80-an dan sampai sekarang

      masih mengoleksi buku-buku

      KPH. Bergabung dengan Komuni­tas KPH sejak 2005. Asyiknya ikut komunitas ini, kita bisa tahu daftar lengkap karya-karya Kho Ping Hoo. Sebelumnya agak susah mendapatkan daftar ini. Jadi saya bisa cari di mana bolongnya koleksi buku saya. Plus, saya jadi dapat pengetahuan latar belakang di balik penulisan KHP ini. Bagaimana KPH menuang­kan imajinasinya dalam membuat cersil itu."

      Bagus Pursena, pendiri sekaligus ketua Komunitas Kho Ping Hoo, memiliki alasan berbeda. Penggemar cersil KPH yang berasal dari berbagai suku, dianggapnya sebagai keberhasilan tersendiri bagi Kho Ping Hoo. "Pembacanya sangat beragam. Dan mayoritas bukaTrorang'Tionghoa. Di komu­nitas saja, 94% itu orang pribumi," jelasnya.

      la juga kagum, cersil KPH ini bisa tumbuh dan berkembang cukup pesat di Solo. Sebuah kota yang, menurutnya, kala itu cukup rentan terhadap benturan-benturan berbau etnik.

      Fanatisme

      Usia anggota Komunitas KPH, diakui Bagus, merentang antara 30 hingga 50 tahun. Wajar, karena komik ini memang cukup digilai kaum remaja di era 70 hingga 90-an.

      Awal perkenalan dengan komik KPH pun beragam. Sebagian me ngaku mengenal cersil ini melalui tempat penyewaan komik yang kala itu masih menjamur. "Saat saya mengenal yang namanya perpustakaan, itulah pertama kali saya kenal Kho Ping Hoo," ucap Iwan yang mengaku sering disetrap guru lantaran ketahuan membaca KPH saat jam pelajaran.

      Cersil ini bisa dibilang punya penggemar yang setia. Para pecintanya masih bersemangat untuk melengkapi koleksi pribadi mereka hingga sekarang, setelah lebih dari 20 tahun cetakan pertama KPH diterbitkan. Salah satunya Erwan. Ayah dua anak ini mulai mengoleksi serial KPH sejak tahun 70-an. Saat itu Erwan yang masih siswa SMP harus mengumpulkan uang saku untuk membeli KPH dan membaca sambil bersembunyi. "Karena kalau ketahuan, bisa dibakar. Dia pernah bakar komik saya," kenangnya.

      Koleksi Erwan kini berjumlah 225 judul. Ada anggota lain memi-liki lebih dari 3.000 buku.

      Wadah bertemu

      Anggota Komunitas KPH kini menggunakan milis untuk berkomunikasi. Obrolan di milis yang menghidupkan komunitas karena mereka jarang melakukan 'kopi darat' formal. Ajang besarnya terakhir kali digelar pada 2008 lalu di sebuah kedai kopi di Plaza Senayan, Jakarta. Saat itu, komu­nitas mampu menghadirkan lebih dari 110 anggota relatif kecil ka­rena anggota komunitas mencapai 5.000 orang. "Tapi di luar itu, ang­gota komunitas sering bertemu. Dalam kelompok-kelompok kecil. Enggak harus atas nama komuni­tas," lanjutnya.

      la mengaku, komunitas sedang mempersiapkan sebuah acara ulang tahun ke-7 pada April 2010. Acara ini akan berkolaborasi dengan komunitas lain bernama id e-book. "Mungkin ini juga akan menjadi acara besar Komunitas Kho Ping Hoo," jelasnya.(VM-S)

      This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it


      -

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 01 March 2012 08:00  

      Items details

      • Hits: 44147 clicks
      • Average hits: 479.9 clicks / month
      • Number of words: 1129
      • Number of characters: 9074
      • Created 7 years and 8 months ago at Thursday, 01 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Thursday, 01 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 84
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125194
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC