.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      MEDIA INDONESIA, 14 MEI 2010

      Menjawab Krisis Bacaan

      Anak Dalam Negeri


      Maria Jeanindya

      SECARA harfiah, bacaan anak diartikan sebagai buku bacaan yang membidik pasar anak-anak sebagai konsumennya. Itu berarti pengemasan cerita harus disesuaikan agar anak-anak
      tidak terlalu susah mencerna.

      Rumitnya persyara'tan membuat buku anak, membuat para penulis buku anak berkumpul dalam Komunitas Penulis Ba­caan Anak (PBA).

      Pada komunitas itu mereka bertukar ilmu seputar bagaimana menulis buku bacaan untuk anak-anak. "Awalnya memang hanya rekan-rekan penulis saja, tapi sekarang yang bukan penulis bisa bergabung kata Sokat, saat ditemui Media Indonesia di sebuah mal di bilangan Semanggi, Jakarta, Rabu (12/5).

      Dua orang yang bersama pria 35 tahun itu mengangguk setuju. "Kami berdua awalnya ikut karena tuntutan pekerjaan, harus banyak stok cerita anak. Lama-lama, jadi ikutan nulis juga," timpal Zulfa merujuk pada dirinya dan Imran, pria yang duduk di seberangnya.

       

      Perempuan berkerjudung itu mengaku bekerja di bagian bacaan anak di sebuah penerbitan nasional. Bagi Zulfa, membangun relasi dengan para penulis cerita anak penting untuk mendapatkan naskah cerita anak yang dibutuhkan kantor tempatnya bekerja.

      Keberadaan PBA ternyata cukup mumpuni untuk me-rangsang semua anggotanya menelurkan karya-karya mereka. Terbukti, saat berpartisipasi dalam pameran World Book Day di Pasar Festival, awal Mei lalu, komunitas ini meluncurkan 212 buku anak. "Padahal target awalnya ha­nya 100 buku. Tiba-tiba banyak yang memasukkan karya, jadi membengkak menjadi 212. Tapi enggak apa-apa, karena berarti tujuan PBA berhasil," kata Sokat.

      la menambahkan, dalam peluncuran 212 buku tersebut, ada sekitar 46 penulis yang terlibat di dalamnya. "Dan tidak didominasi oleh penulis berpengalaman saja," tandasnya.

      Besar dari internet

      Seperti kebanyakan komu­nitas, PBA juga besar melalui mailing list (milis). Kini di tahun ketiga PBA, anggota mereka mencapai 1.400 orang. Ada dua syarat yang diajukan modera tor kepadc mereka yang ingin bergabung dengan mills komu-nitas. "Pertama, mereka harus menuliskan visi dan misi mere­ka bergabung dengan PBA. Selain itu, kita juga meminta satu halaman contoh tulisan mereka," ujar All Muakhir, salah satu inisiator PBA.

      Namun contoh tulisan itu bukanlah tolok ukur apakah seseorang layak menjadi ang-gota atau tidak. All menegaskan, komunitas ini membuka diri bagi siapa saja yang ingin belajar menulis cerita anak. "Justru visi-misi yang jadi to­lok ukur. Kalau menurut kita visinya enggak jelas, seperti hanya ingin menambah teman, biasanya enggak kita loloskan," katanya lagi.

      Setelah bergabung dengan milis, ketiga moderator juga memiliki cara penyambutan bagi para anggota baru. "Mere­ka yang baru gabung langsung kita kirimin 1 file yang berisi tentang 'cara menulis bacaan anak'," imbuh Benny Rhamdani, satu dari ketiga modera­tor milis.

      Menulis bacaan untuk anak memang tidak semudah menu­lis cerita biasa. Selain penulis harus imajinatif dan kreatif mencari tema, penggunaan bahasa untuk menuturkan cerita juga harus diperhatikan.

      "Kita harus membedakan apakah bacaan itu untuk dibaca langsung oleh anak-anak, atau dibaca oleh orang tua untuk didongengkan kepada anak-anaknya," kata Nuryati, seorang anggota komunitas yang setiap bulannya rata-rata menghasilkan tiga karya cerita anak.

      Anggota lainnya, Arleen Amidjaja, mengaku keberadaan komunitas itu sangat menan-tang untuk terus membuat bu­ku anak. "Buat saya, membaca itu penting ditanamkan sejak kecil. Ketika diajak tiga tahun lalu oleh Mas Ali, ya saya iyakan. Sekarang ada teman untuk curhat; terus kalau butuh ilustratof untuk buku saya nyarinya udah enggak susah lagi," kata karyawati bidang keuangan yang sudah menerbitkan buku anak itu.

      Komunitas PBA juga menjadi penyemangat bagi para penulis buku anak. Apalagi jika di-kaitkan dengan penghargaan kepada penulis yang masih rendah.

      "Kadang, tulisan dewasa lebih dianggap serius, sedangkan menulis bacaan anak di­anggap main-main. Padahal, melalui cerita ini kita sedang membentuk karakter seorang anak," ungkap Andi Yudha Asfandinyar, pemilik PicuPacu Kreativitas Indonesia.

      Dalam komunitas, mereka biasa mendiskusikan persoalan-persoalan dalam dunia pe-nerbitan buku anak. Mulai dari tema buku anak yang terkesan 'itu-itu saja' sampai penggu­naan bahasa yang baik dalam buku anak.

      "Sekarang, kita sedang mempersiapkan gathering komunitas tahun depan yang akan dise-lenggarakan serentak di empat kota, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Supaya teman-teman yang di daerah juga makin giat berkarya," pungkas Imran. (M-6)

      This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 01 March 2012 07:54  

      Items details

      • Hits: 302 clicks
      • Average hits: 3.3 clicks / month
      • Number of words: 1236
      • Number of characters: 10205
      • Created 7 years and 8 months ago at Thursday, 01 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Thursday, 01 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 79
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125335
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC