.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      MEDIA INDONESIA 14 JULI 2008

       

      Komunikasi

      Apa arti komunikasi bagi seorang guru dan orang tua? Mungkin sama, sebagai alat bantu untuk berhubungan dengan seorang siswa dan anak, baik secara oral, verbal, maupun bahasa tubuh. Kesamaan memaknai sesuatu melalui sebuah proses penyampaian suatu pernyataan yang dilakukan oleh guru dan orang tua terhadap anak dan siswa adalah peristiwa penting, terutama dalam rangka mengubah paradigma orang tua tentang makna belajar. Pertanyaannya adalah seberapa banyak orang tua berkomunikasi dengan anaknya? Lebih banyak mana komuni­kasi seorang guru dan orang tua dengan anak-anak mereka? Dan seberapa sering orang tua berkomunikasi ciengan guru di sekolah?

      Sangat mudah menjawab pertanyaan pertama, yaitu hanya para orang tua sendiri yang paling tahu seberapa banyak dan bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan anaknya. Seluruh komponen komunikasi versi Harold D Lasswell pasti sudah dilakukan orang tua dalam berkomunikasi, terutama efek yang mereka inginkan dari proses interaksi tersebut. Namun yang harus diingat orang tua adalah bahwa dalam melakukan komunikasi dengan anak, seyogyanya mereka tidak memiliki sikap menyalahkan dan menu-duh, membuat anak merasa "bersalah, menghindari konflik (pla­cating), berdiam diri, dan mengembangkan symptom. Jika ini yang terjadi, dapat dibayangkan betapa runyamnya hubungan para orang tua dengan anak-anak mereka sendiri dan pasti akan berpe-ngaruh pada kondisi belajar mereka di sekolah.

       

      Syukur jika anak-anak dibimbing, dibina, dan diajari dengan gaya komunikasi yang lebih baik oleh gurunya di sekolah. Jika tidak, pasti-lah soal kuantitas dan kualitas komunikasi orang tua dengan anak akan kalah bersaing dengan guru-guru mereka di sekolah. Dampaknya pasti akan sangat hebat bagi perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak-anak. Mereka bisa mengalami penurunan daya jelajah intelekrual, hatinya menjadi kaku dan kering, serta secara behavioral tindakan dan perilaku mereka cenderung akan mudah menyimpang dan terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Menimbulkan tindakan nyata adalah indikator efektivitas Komunikasi yang paling penting

      Karenauntukmenimbul kantindakan, para orang tua dan guru harus berhasil terlebih dahulu menanamkan pengertian serta membentuk dan menguban sikap atau menumbuhkan hubungan yangbaik. Tindakan adalah hasil kumuiatif seiuruh proses komunikasi. Ini bukan saja memerlukan pemahaman tentang seluruh mekanisme psikologis yang terlibat dalam proses komunikasi,tetapijugataktor-faktor yang memengaruhi perilaku anak-anak kita. Agar komunikasi kita menjadi efektif, jawaban pertanyaan ketiga di atas menja­di sangat penting buat para orang tua, yaitu seberapa sering mereka berkunjung ke sekolah?

      Jika dilakukan survei secara nasional, Edu yakin bahwa jumlah rata-rata kunjungan orang tua ke sekolah pasti hanya dua kali dalam setahun, yaitu pada saat pembagian rapor kenaikan kelas dan mendaftarkan anak mereka mencari sekolah baru seperti saat ini. Komunikasi pun mungkin hanya dilakukan seadanya, karena kebutuhan orang tua saat berkunjung ke sekolah biasanya sangat sederhana, yaitu sebagai objek dari informasi numerik anaknya ketika menerima rapor dan mencari sekolah. Jarang sekali ada perbincangan intensif dari waktu ke waktu antara orang tua dan guru. Sidonie Gruenberg mengingatkan bahwa "Home and schools are the place where boys and girls first learn how to limit their wishes, abide by rules, and consider the rights and needs of others." Karena itu sudah saatnya orang tua menjalin hubungan yang secara kualitas dan kuantitas sama baiknya dengan sekolah anak-anak mereka. Sebab, jika tidak, anak akan mengambil jalur komunikasi dengan pihak ketiga selain guru dan orang tua mereka, seperti televisi dan jenis hiburan lainnya. Mau tahu salah satu akibatnya?

      Seorang teman Edu bercerita pengalamannya memeriksa isi SMS anaknya. Tertulis pesan singkat di telepon seluler anaknya, "Anto, meriurut Ki Joko Bodo, teman-teman di sekolah kita akan ada yang tak.lulus UN dan tak naik kelas sebanyak 10%-17%. Semoga kita naik kelas ya." Bagaimana kira-kira perasaan kita sebagai guru dan orang fua mendapatkan fakta yang sangat memiriskan hati ini?

      (Ahmad Baedowi)

       

       

      Comments
      meiyanti   |2012-07-27 17:06:14
      makasih untuk artikelnya :D
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Friday, 24 February 2012 10:02  

      Items details

      • Hits: 1538 clicks
      • Average hits: 19 clicks / month
      • Number of words: 1518
      • Number of characters: 12958
      • Created 6 years and 9 months ago at Friday, 24 February 2012 by Administrator
      • Modified 6 years and 9 months ago at Friday, 24 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 133
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091307
      DSCF8754.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC