.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Keperpustakaan
E-mail

Republika 15 juli 2007

 

TBKita Gairah Membaca Anak-anak Desa

Ternyata anak-anak desa sangat senang membaca.

 

Buku adalah jendela dunia, dan membaca adalah kuncinya. Namun, bagi sebagian besar anak-anak desa di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau, buku bacaan masih merupakan barang mewah. Mereka masih kesulitan memperoleh fasilitas perpustakaan dan buku. Sedangkan ke-mampuan daya beli orang tua terhadap buku makin rendah akibat proses pemiskinan ekonomis.

Keadaan tersebut telah melahirkan dampak negatif, seperti rendahnya mutu SDM Indonesia dan rendahnya kebiasaan serta minat baca anak-anak In­donesia. Mengutip Human Development Report 2003, peringkat Human Deve­lopment Index (HDI) In­donesia menempati urutan 112 dari 175 negara.

Menurut laporan Bank Dunia No 16369-IND dan Studi IAEA (International Association for the Eva­luation of Education Achi­evement) di Asia Timur pada tahun 2000, kebiasaan membaca anak-anak Indo­nesia peringkatnya paling rendah di bawah Filipina, Thailand, Singapura, dan Hong Kong.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 14:07 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS    24 APRIL 2008

 

Taman Bacaan Kurang Optimal

 

Anggaran Rp 41 Miliar dalam APBN Dipotong Separuhnya

 

JAKARTA, KOMPAS — Taman bacaan masyarakat yang ada selama ini masih kurang optimal dikembangkan. Belakangan, anggaran pengembangan taman bacaan masyarakat juga terpangkas seiring dengan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2008.Padahal, taman bacaan masya­rakat berpotensi memberdayakan komunitas. Berawal dari upaya memperkenalkan bacaan ke masyarakat sekitarnya, taman ba­caan dapat berkembang menjadi wadah aktivitas di komunitas.

Seperti diwartakan sebelumnya, penyediaan bantuan pe­ngembangan perpustakaan dan minat baca di daerah yang semula dianggarkan sekitar Rp 41 miliar kini terpotong separuhnya Dana tersebut untuk bantuan rintisan dan penguatan taman bacaan masyarakat di 33 provinsi dengan target awal sekitar 2.250 lembaga. Adapun anggaran pengadaan se-banyak 143 taman bacaan ma­syarakat layanan khusus bersifat mobile atau bergerak tidak jadi dilaksanakan lantaran anggaran-nya sebesar Rp 46 miliar ter­pangkas seluruhnya.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 14:05 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS  12 JULI 2007

 

 

Taman Bacaan Jadi Prioritas

Diberi Subsidi dan Didorong Menjadi Kios Buku

 

JAKARTA, KOMPAS - Kehadiran taman bacaan dan
perpustakaan semakin dirasakan penting seiring dengan
upaya peningkatan literasi masyarakat. Untuk itu,
pemerintah berupaya fokus memberdayakan taman
bacaan masyarakat

 

Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pen­didikan National Ace Suryadi, Rabu (11/7), mengatakan, pening­katan budaya baca menjadi prog­ram prioritas, terutama untuk bidang pendidikan nonformal.

Dia menyatakan sedang diupayakan agar pemberdayaan taman bacaan masyarakat menjadi kegiatan yang lebih sistematis. Upa­ya yang diprogramkan antara lain peningkatan kebutuhan masyarakat akan buku

"Untuk itu, masyarakat harus dibuat agar merasa membutuhkan pengetahuan dan mencarinya lewat bacaan. Salah satunya,dengan penataan program kecakapan hidup," ujarnya. Hal lain yang perlu ditata ialah distribusi serta penyediaan buku bacaan dan pembaruan koleksi di tamanbacaan.Keinginan meningkatkan minat baca itu, antara lain, terlihat dari peningkatan anggaran beberapa tahun belakangan ini.Menurut Ace Suryadi, tahun 2005 anggaran peningkatan bu­daya baca untuk pendidikan non-formal Rp 8,5 miliar. Angka itu meningkat tahun 2006 menjadi Rp 40 miliar dan tahun 2007 meningkat hingga Rp 90 miliar. Anggaran itu 60 persen berupa Nock grant yang akan disalurkan ke pemerintah daerah lewat pe­merintah provinsi dan berdasarkan proposal.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 14:04 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS, 10 FEBRUARI 2006

 

TAMAN BACA, TAMAN BELAJAR

 

NUSYA KUSWANTIN Pemerhati Rumah

Taman adalah suasana yang sering digambarkatt sebagai miniatur dari surga. Aneka macam hijau-hijauan ta­naman hias, burung, air, ikan, dan bunga dalam komposisi ruang yang harmonis, indah, teduh, dan menenteramkan. Ada padang rumput di sana, tempat anak-anak bisa bermain dan bercengkerama. Ada bangku-bangku di sana bagi para pasangan kekasih berbagi cerita. Ada juga ruang terbuka, tetapi beratap tembus cahaya yang dirambati tanaman sulur-suluran untuk berteduh ketika hari hujan atau ketika panas terlampau terik.

Di negeri-negeri empat musim, taman senantiasa melengkapi tata ruang kota yang beradab untuk merayakan da-tangnya musim semi. Maka, ke­tika rerumputan mulai menghi-jau, bunga-bunga mulai menguncup, dan udara mulai meninggalkan kebekuan musim salju, para penghuni kota satu per satu akan berusaha menyempatkan singgah duduk di taman manakala waktu mereka agak senggang.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 14:02 Read more...
 


Page 3 of 28

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 90
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9126770
DSCF8790.jpg

Kalender & Agenda

December 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC