.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Keperpustakaan
E-mail

 

REPUBLIKA 13 MARET 2007

 

Quo Vadis,

RUU Perpustakaan?

 

Romi Febriyanto Saputro

PNS pada UPTD Perpustakaan Kabupaten Sragen

Rapat Paripurna DPR di Gedung DPK/MPR Jakarta, Selasa, 23 Januari 2007, di-pimpin oleh Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar, menyetujui RUU tentang Perpustakaan seba­gai inisiatif DPR untuk diajukan pa-da Pemerintah guna disahkan men-jadi Undang-Undang (UU). Fraksi-fraksi di DPR menyampaikan pemandangan aldiir terkait pengesahan RUU tersebut. Seluruh fraksi menyetujui RUU tentang Perpusta­kaan ditetapkan menjadi UU sehingga rapat paripurna berjalan mulus (Media Indonesia, 24 Januari 2007)

RUU Perpustakaan dilatarbelakangi oleh keprihatinan yang mendalam tentang kondisi perpustakaan di Tanah Air. Pengabaian terhadap perpustakaan terjadi hampir di se-mua bidang kehidupan. Pendidikan kita telah lama meninggalkan peran perpustakaan. Pembelajaran di sekolah dibiarkan berjalan tanpa dukungan perpustakaan yang mema-dai. Perpustakaan sering diibaratkan sebagai 'jantungnya pendidikan'.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 09:12 Read more...
 
E-mail

BISNIS INDONESIA, 1 JUNI 2001

Pusat Dokumentasi Sastra dikelola secara bisnis

JAKARTA (Bisnis): Perpustakaan dan pusat dokumentasi sastra perlu dikelola secara bisnis akibat terbatasnya dana pemerintah, kata satu guru besar.

Sapardi Djoko Damono, guru besar Fak. Sastra UI dan penyair, mengatakan masyarakat modern haras memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terha-dap segala jenis perpustakaan dan pusat dokumentasi. Fasilitas itu, lanjutnya, merupakan kebutuhan utama masya-rakat modern untuk mendapatkan gam-baran perkembangan pemikiran masyarakat.

Pengembangan perpustakaan membutuhkan dana masyarakat disebabkan ke-mampuan pemerintah sangat terbatas,; termasuk pengadaan perpustakaan bagi sekolah.

"Tanpa usaha kita semua, maka bisa saja kita nantinya harus pergi ke pusat dokumentasi di negeri lain hanya untuk mendapatkan informasi mengenai diri kita sendiri," ujarnya.

Dia berbicara Rabu malam dalam acara mengenang setahun wafatnya H.B. Jassin dan Syukuran 24 Tahun diresmikannya Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Gedung Dep. Kebudayaan dan Pari-wisata. Jassin meninggal 11 Maret 2000 di Jakarta dalam usia 82 tahun.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 09:40 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS, 30 SEPTEMBER 1997

 

Perpustakaan Sepeda Keliling:

Dari Resep Sampai Iptek

WALAUPUN cuma bergaji Rp 175.000 setiap bulan, langkah Maskur (30) dan Achmad Suhartono alias Nono (36) tak surut dalam menyusuri jalan di kampung-kampung pinggiran di Surabaya, untuk menumbuhkan gemar membaca hagi kaum pinggiran. Pegawai kecil di Perpustakaan Daerah Jatim (PDJ) ini, sepertinya tak pernah mengenal lelah, wa-laupun harus mengayuh puluhan kilometer. Bahkan tak jarang Maskur dan Nono, terpak-sa harus menuntun sepeda on-thel-nya, masuk ke gang-gang sempit untuk menemui pembaca setianya.

Maskur sendiri, merupakan cermin dari dedikasi pegawai negeri yang memiliki loyalitas tinggi. Lelaki kelahiran Madura ini, sudah dua tahun menggeluti pekerjaan sebagai pengayuh Perpustakaan Sepeda Keliling (PSK). Sekali seminggu, tepatnya setiap hari Rabu, kawasan pinggiran di Kelurahan Medok-an Semampir, Surabaya Timur didatanginya. Lokasi jalan berbatu saat kemarau dan ber-lumpur saat musim penghujan, ditambah beban buku sekitar 100 kilogram (300 eksemplar), yang berada dalam kotak buku yang terbuat dari seng di kiri dan kanan boncengan sepeda, tak membuatnya jera akan tugas. Pegawai negeri golongan I c ini rela berkeringat dan bersusah payah menempuh lokasi tugasnya.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 09:03 Read more...
 
E-mail

 

Pikiran Rakyat, 21 januari 2006


 

Perpustakaan Sekolah

 

Oleh IDHAM HAMDANI

DALAM KBK (kurikulum berbasis kompetensi), perpus­takaan, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Perpustakaan sekolah tidak hanya sebagai penyedia bacaan siswa di kala senggang. Perpustakaan men­jadi sumber, alat, dan sarana untuk belajar. Perpustakaan harus siap setiap saat untuk menunjang dan terlibat dalam pelaksanaan proses pembela­jaran, baik dari dalam jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran.

Karena itu, pengelolaan perpustakaan sekolah harus dilakukan profesional. Pengelola harus. serius melaksanakan kegiatannya deirii tercapainya kemajuan dan proses pembe­lajaran di sekolah. Maka, ti­dak bisa dibantah, perlu ada pustakawan yang siap sedia mengelola perpustakaan secara profesional.

Dalam kenyataan sekarang, banyak perpustakaan sekolah yang masih dikelola seram-pangan. Masih banyak per­pustakaan sekolah yang hanya menjadi gudang buku-buku lama dan buku paket tidak terpakai. Bahkan, kadang-kadang ada pula perpustakaan seko­lah yang tidak pernah dikenal isinya oleh siswa maupun gu­ru.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 09:01 Read more...
 


Page 7 of 28

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,794
  • Sedang Online 102
  • Anggota Terakhir CECEP ABDUL AZIS HAKIM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9103669
DSCF8768.jpg

Kalender & Agenda

March 2019
S M T W T F S
24 25 26 27 28 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC