.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Keperpustakaan
E-mail

 

Republika 15  desember 2006

 

Rintis Perpustakaan

Internasional

 

PALEMBANG - Kemajuan demi kemajuan terus diraih Universitas Sriwijaya. Saat ini pihak rektorat Unsri tengah berusaha keras mewujudkan UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perpustakaan menjadi perpustakaan bertaraf internasional seperti di Kentucky University dan Coernel University Amerika Serikat.

"Ini masih proses rintisan. Dan saya sudah melakukan penjajakan kerja sama dengan banyak pihak," kata Pembantu Rektor IV Unsri, dr RHA Hamid Rasyid di sela-sela peresmian Sampoerna Corner di kampus Unsri Inde-ralaya, kemarin (14/12).

Hamid menjelaskan, persyaratan untuk menjadi perpustakaan in­ternasional memang sangat berat. Seperti memiliki minimal 1 juta eksemplar buku dengan 5 juta pelanggan. Sementara, kondisi buku di perpustakaan Unsri sekarang baru berjumlah 160 ribu eks atau 70 ribu judul. Untuk memenuhi kebutuhan 20 ribu mahasiswa, rasio perbandingannya sekitar 1 : 8 (untuk perpustakaan pusat) dan 1 : 12 (bila digabung dengan perpus­takaan fakultas). Rata-rata pengunjung per hari, 700 mahasiswa. Namun, karena persyaratan itu dapat digabung dengan bebe­rapa perguruan tinggi lain, maka kata Hamid pihaknya optimis dalam waktu dekat obsesi itu akan terwujud. "Untuk meme­nuhi persyaratan itu, kita masih membutuhkan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi lain. Dan suat ini tengah kita usahakan," ujarnya sembari menambuhkan, untuk pihak ketiga di luar perguruan tinggi, sudah ada PT Coriocophilip yang menawarkan kerjasama bidang keperpustakaan.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 13:11 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 07 FEBRUARI 2010

 

Revolusi

Pengorganisasian Arsip

 

Beberapa bulan lalu dikabarkan, beberapa koran cetak Amerika Serikat gulung tikar. Terlihat nyata, keberadaan kertas saat ini sudah mulai digantikan oleh internet.

BEBERAPA perusahaan koran cetak tanah air pun mulai menggunakan media website sebagai alternatif media cetak. Informasi yang lalu-lalang di sekitar kehidupan kita tidak lagi hanya bisa didapat melalui pesan verbal atau pun cetak, tetapi juga bisa kita dapatkan secara online dengan media internet.

Saat ini, internet terus mengalami perkembangan yang luar biasa pesat. Pengguna internet kian hari kian bertambah, seolah-olah manusia telah berhasil menemukan sebuah dunia baru se­bagai pelampiasan kepenatannya dalam kehidupan nyata. Misalnya saja facebook yang hingga kini semakin gencar diminati, merupakan sebuah fenomena luar biasa yang patut dicermati. Bagaimana perhatian sekumpulan manusia dapat teralihkan dari dunia nyata ke dalam dunia maya. Bahkan, se-perti yang terjadi beberapa saat yang lalu, melalui facebook pula gerakanmassa 1.000.000 Facebooker DukungKPK dibangun.Sedikit terdengar dilebih-lebihkan, tetapi fakta ini menunjukkan indikasi adanya revolusi komunikasi yang sedang dilakukan oleh umat ma­nusia.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 13:10 Read more...
 
E-mail

 

SUMBER : KOMPAS 27 September 1997

Rendahnya Apresiasi Masyarakat terhadap Perpustakaan

Oleh S Bayu Wahyono

HARIAN ini menyajikan tulisan menarik yang menginformasikan betapa merananya Perpustakaan Hatta di Yogyakarta. Koleksi buku tak pernah bertambah, halaman dan taman yang tak terawat, kaiyawan yang bergaji di bawah standar, dan kegiatan ilmiah macet total. Singkatnya, per-pustakaan yang terletak di kota yang disebut-sebut sebagai kota pendidikan itu kondisinya seperti mati tak mau, hidup pun serasa megap-megap (Kompas, 11/8/1997).

Kondisi Perpustakaan Hatta yang memprihatinkan itu bisa rnenjadi salah satu cermin, betapa rendahnya apresiasi masyarakat kita terhadap fasilitas pencerahan bangsa. Ironisnya itu justru terjadi di tengah-tengah masyarakat bangsa yang sedang gencar mencanangkan program-program nasional, se-perti bulan gemar membaca, hari kunjung perpustakaan, dan wajib belajar sembilan tahun. Terjadi di saat kita bertekad bulat ingin menuju masyarakat industri. Padahal disadari, tumbuhnya masyarakat industri yang berteknologi maju, tidak jatuh dari langit, tidak juga sekadar hasil pencangkokan, akan tetapi berakar dan bersandar pada apa yang disebut mayarakat yang senang belajar alias learning society.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 09:32 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 07 SEPTEMBER 2009

 

RAPBS

 

DALAM kesempatan mendengarkan paparan para guru dari Sekolah Dasar Negeri Dham Ceukok dan SMPN 1 Ingin Jaya, Aceh Besar, tentang rancangan rencana anggaran pendidikan dan belanja sekolah (RAPES), seorang peserta dengan penuh antusias melontarkan kritiknya. "Selama ini," katanya, "RAPES hanya disusun oleh dua orang saja, yaitu kepala sekolah dan bendahara yang ditunjuk. Tapi sekarang setelah mendapat pelatihan yang disponsori oleh Logica dari AIPRD-AusAid, saya jadi paham bahwa RAPES merupakan tanggung jawab bersama, tanggung jawab kita semua."

Peserta lain juga memiliki perasaan yang sama, perasaan lega, karena apa yang selama ini terjadi pada faktanya hampir tak pernah terjadi. Semua orang berhak punya usul dalam RAPES, bukan hanya guru dan kepala sekolah, melainkan juga orang tua yang diwakili oleh komite sekolah. Prakarsa yang dilakukan teman-teman Logica di Aceh Besar, dengan motor utamanya seorang santri asal Magelang bernama Ahmad Rofik, mampu membuat seluruh sivitas akademika di dua sekolah tersebut memiliki harapan baru.

Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 09:16 Read more...
 


Page 6 of 28

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,796
  • Sedang Online 77
  • Anggota Terakhir Dr. Ahmad Syawqi, S.Ag, S.IPI, M.Pd.I

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9122491
DSCF8761.jpg

Kalender & Agenda

October 2019
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC