.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Republika 15 juli 2007

       

      TBKita Gairah Membaca Anak-anak Desa

      Ternyata anak-anak desa sangat senang membaca.

       

      Buku adalah jendela dunia, dan membaca adalah kuncinya. Namun, bagi sebagian besar anak-anak desa di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau, buku bacaan masih merupakan barang mewah. Mereka masih kesulitan memperoleh fasilitas perpustakaan dan buku. Sedangkan ke-mampuan daya beli orang tua terhadap buku makin rendah akibat proses pemiskinan ekonomis.

      Keadaan tersebut telah melahirkan dampak negatif, seperti rendahnya mutu SDM Indonesia dan rendahnya kebiasaan serta minat baca anak-anak In­donesia. Mengutip Human Development Report 2003, peringkat Human Deve­lopment Index (HDI) In­donesia menempati urutan 112 dari 175 negara.

      Menurut laporan Bank Dunia No 16369-IND dan Studi IAEA (International Association for the Eva­luation of Education Achi­evement) di Asia Timur pada tahun 2000, kebiasaan membaca anak-anak Indo­nesia peringkatnya paling rendah di bawah Filipina, Thailand, Singapura, dan Hong Kong.

       

      Kemampuan anak-anak Indonesia dalam menguasai bahan bacaan juga ren­dah, yakni hanya 30 persen. Hasil survei IAEA juga menunjukkan minat baca, diukur dari kemampuan membaca rata-rata, para siswa SD berada pada urutan ke-38 dan SMP pada urutan ke-34 dari 39 negara.

      Melihat realitas itu, PT Riau Andalan Pulp and Paper (Riaupulp), merasa terpanggil untuk turut membantu anak-anak di Provinsi Riau agar memperoleh akses perpustaka­an dan buku-buku bacaan. Sejak tahun 2006, Riau­pulp bekerjasama dengan CECOM dan MABIN mer-intis pengembangan per­pustakaan umum yang diberi nama Taman Bacaan Kita.

      Taman Bacaan Kita (TBKita) adalah ruang pembelajaran komunitas di kampung melalui penumbuhan minat baca dan kreativitas anak-anak de­ngan pendekatan secara partisipatif dan dialogis sebagai upaya mengem-bangkan kesadaran kritis terhadap potensi maupun problem diri dan lingkungannya dalam rangka menuju masyarakat membaca (reading society). "TBKita terutama dituiukan untuk anak-anak usia SD dan SMP. Namun, dapat dikembangkan ke usia SMA dan masyarakat umum lainnya," kata Direktur Corporate Social Respon­sibility (CSR) Riaupulp, Amru Mahalli.

      Wajah TBKita menampilkan tempat yang infor­mal, nyaman, serta menyenangkan bagi anak-anak untuk berkumpul, bermain, dan beraktivitas bersama teman-temannya (center for kids). TBKita ditempatkan di rumah-rumah penduduk perkampungan setempat atau di rumah di raana relawan bermukim. Relawan itulah yang mengelola TBKita sehari-hari.

      Salah satu hal yang unik dari TBKita adalah lokasi perkampungan yang akan menjadi pilihan penempatan TBKita adalah perkampungan (desa) yang memiliki akses transportasi tetapi relatif jauh dari aktivitas pendidikan dan sumber-sumber buku lainnya. Riaupulp sengaja memilih kampung-kampung marginal atau wilayah di mana komunitas warganya tergolong dalam masyarakat marginal.

      Setiap satu unit TBKita mendapatkan paket buku sebanyak 1.004 eksemplar dengan 204 judul yang terdiri atas lima klasifikasi. Yakni, buku bermuatan lokal budaya Melayu, buku pendidikan agama Islam, buku pendidikan budi pekerti, buku pendidikan pelestarian lingkungan hidup, dan buku pendidik­an keterampilan.

      Setiap unit TBKita juga mendapatkan paket pendukung kegiatan berupa satu set rak buku, satu unit meja baca, papan tulis white board, buku administrasi, papan nama TBKita, dan alat-alat tulis untuk kegiatan menggambar.

      Dalam waktu sekitar satu setengah tahun, TBKits berkembang pesat. Hinggi bulan Juni 2007, TBKita sudah tersebar di 110 desa, 52 kecamatan, dan mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau, yakni Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Indragiri Hilir, Dumai, dan Pekan-baru.

      Keberadaan TBKita ter­nyata menghasilkan fakta fakta menarik. Pertama, pada awalnya PT Riaupulp memperkirakan jumlah 204 judul (1.004 eksemplar) itu akan habis dibaca oleh anak-anak dalam waktu kurang lebih setahun. Namun ternyata, hanya dalam waktu tiga bulan, semua buku tersebut sudah dibaca oleh anak-anak.

      "Banyak anak-anak yang mengeluh kepada kami, buku-buku yang ada sudah mereka baca semua Mereka mendambakan adanya buku-buku baru," ujar Amru Mahalli. "Ter­nyata anak-anak desa itu sangat bergairah membaca asalkan buku bacaan yang mereka perlukan tersedia, tambahnya.

      Berkait dengan hal tersebut, Riaupulp berupaya meningkatkan stok buku TBKita dengan mengadakan Book raising. "Kami mengumpulkan buku-buku dari berbagai pihak untuk disebarkan ke TBKita di Riau," tutur Amru.

      Kedua, keberadaan TBK juga menghasilkan temuan menarik. Ternyata tidak hanya anak-anak yang tertarik membaca. Para orangtua di desa, yang semula hanya melihat-lihat dan menemani anak-anak nya membaca, akhirnya juga ikut tertarik mem­baca. Dengan demikian, TBKita mendorong terciptanya budaya membaca di Riau. Hal itu sesuai dengan program pemerintah Provinsi Riau, yakni membangun masyarakat membaca.

      • irwan kelana

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 14:07  

      Items details

      • Hits: 230 clicks
      • Average hits: 2.5 clicks / month
      • Number of words: 1023
      • Number of characters: 8210
      • Created 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 155
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124371
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC