.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      KOMPAS    24 APRIL 2008

       

      Taman Bacaan Kurang Optimal

       

      Anggaran Rp 41 Miliar dalam APBN Dipotong Separuhnya

       

      JAKARTA, KOMPAS — Taman bacaan masyarakat yang ada selama ini masih kurang optimal dikembangkan. Belakangan, anggaran pengembangan taman bacaan masyarakat juga terpangkas seiring dengan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2008.Padahal, taman bacaan masya­rakat berpotensi memberdayakan komunitas. Berawal dari upaya memperkenalkan bacaan ke masyarakat sekitarnya, taman ba­caan dapat berkembang menjadi wadah aktivitas di komunitas.

      Seperti diwartakan sebelumnya, penyediaan bantuan pe­ngembangan perpustakaan dan minat baca di daerah yang semula dianggarkan sekitar Rp 41 miliar kini terpotong separuhnya Dana tersebut untuk bantuan rintisan dan penguatan taman bacaan masyarakat di 33 provinsi dengan target awal sekitar 2.250 lembaga. Adapun anggaran pengadaan se-banyak 143 taman bacaan ma­syarakat layanan khusus bersifat mobile atau bergerak tidak jadi dilaksanakan lantaran anggaran-nya sebesar Rp 46 miliar ter­pangkas seluruhnya.

       

      Hari Buku Dunia

      Dalam peringatan World Book Day atau Hari Buku Dunia 2008 yang dibuka pada Rabu (23/4), sejumlah taman bacaan masya­rakat ikut ambil bagian dalam memperkenalkan arti penting membaca dan kehadiran taman bacaan masyarakat. Perayaan Ha­ri Buku Dunia berpusat di Mu­seum Bank Mandiri, Kota, Ja­karta, dan akan berlangsung pada 23-27 April 2008.

      Pendiri taman bacaan masya­rakat Arjasari yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Agus Munawar, mengatakan, kendala pendanaan menjadi persoalan umum bagi taman bacaan masyarakat. Pendiri taman ba­caan umumnya membangun ta­man bacaan masyarakat dengan dana swadaya. "Kami biasanya berburu ke tempat penjualan buku murah atau ke penerbit," ujarnya.

      Menurut Agus, minat baca ma­syarakat sebetulnya tinggi. Hanya saja, tidak semua orang sanggup membeli buku yang saat ini harganya masih terbilang mahal.

      Hal senada diungkapkan pendiri taman bacaan Mutiara Ilmu, Kabupaten Bekasi, Soimah. Untuk mengelola taman bacaannya, dia mengeluarkan dana pribadi. "Saya tidak menyesal mengeluarkan dana sendiri, yang penting taman bacaannya ber-jalan," ujarnya.

      Edi Dimyati, salah satu pendiri taman bacaan Kuartet Cibubur, Jakarta Timur, mengatakan, ta­man bacaannya tidak sekadar menjadi tempat membaca. Setiap akhir pekan diselenggarakan kegiatan yang bersifat edukatif, seperti permainan, menggambar, menonton film edukatif, dan ber-kunjung ke museum. (INE)

       

       

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 14:05  

      Items details

      • Hits: 1021 clicks
      • Average hits: 11 clicks / month
      • Number of words: 531
      • Number of characters: 4263
      • Created 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 118
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124372
      DSCF8754.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC