.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      KOMPAS 19 OKTOBER 2007

       

      Ruang Pencapaian Obsesi Pribadi

       

      Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU dan INDIRA PERMANASARI

      “Perpustakaan pribadi rupanya tak sekadarruang penyimpan buku-buku yang memang penting dan bernilai. Ruang intim itu, koleksi buku dan dokumen itu adalah bagian dari kepribadian pemiliknya. Dari sana perpustakaan menginspirasi pencapaian dan obsesi pribadi.”

      Asep Kambali (27), penggagas dan Ketua Komunitas Historia, begitu menikmati saat menghabiskan waktu di perpustakaan mini di rumahnya di kawasan Kramat, Jakarta Kumpulan buku yang kebanyakan bertema sejarah, terutama tentang kota Jakarta, mampu menggiring Asep pada suasana kota dan kehidupan Jakarta tempo dulu.

      "Membaca buku, apalagi se­jarah, sering kali menemukan kejutan-kejutan. Banyak cerita soal Batavia atau Jakarta yang menarik, unik, dan lucu saya dapatkan dari buku. Ketika diceritakan ke orang lain, mereka juga terkejut karena baru tahu atau mendengar," kata Asep.

       

      Sebuah fakta bahwa di Bata­via dulu ada 800 kuda mati per tahun karena harus menarik trem didapatkan Asep dari buku Batavia In Nineteenth Century Photographs karya Scott Merril-lees. Dari buku ini juga, Asep bisa mendapat foto-foto dan keterangan yang cukup detail tentang suatu wilayah pada masa lalu di Jakarta yang kini sudah banyak berubah.

      Wawasannya yang luas karena bacaan-bacaan spesifik yang didalaminya mendorong Asep gencar mengajak generasi muda untuk mencintai sejarah dan bu-daya Indonesia. Tanyakan ba­nyak hal, mulai dari gedung tua, sejarah Batavia, atau apa pun seputar Batavia, jawabannya mengundang decak kagum. Dari kumpulan buku dan film dokumenter tentang sejarah yang dipunyainya, Asep semakin terob-sesi untuk memopulerkan seja­rah kepada generasi muda.

      "Saya sedang berencana menulis buku seperti guide book berada di kota tua Jakarta, tapi tidak yang ilmiah gitu. Bisa dibawa jalan, lalu seolah-olah saya menceritakan kepada seseorang tentang sebuah gedung atau si­tus bersejarah di Jakarta. Obsesi ini karena inspirasi dari buku-buku yang selama ini saya baca dan kumpulkan," ujar lulusan jurusan Sejarah Universitas Negeri Jakarta ini.

      Dalam setiap buku yang terkumpul di rak buku sederhana di perpustakaan pribadi yang mulai dibangunnya, Asep berharap perpustakaan bisa menjadi akses pengetahuan buat siapa saja. Karena itu, di setiap buku Asep rnenuliskan pesan, "Semoga Seluruh Buku-Buku Bacaan Ini Bermanfaat Bagi Anak dan Cucu-Cucuku. Belajarlah Dari Sejarah (Pengalaman). Buku, ki­nd, membuat gagasannya ngelan tur jauh ke anak cucu....

      Wien Muldian (35), lain lagi. Koordinator Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional itu mengatakan, membaca itu proses pembelajaran hidup un-tuk menjadi lebih baik lagi. Ka­rena itu, Wien yang sudah cinta buku sejak kecil membangun perpustakaan pribadinya di rumah orangtuanya. "Dengan membaca apa pun, saya bisa tarik ilmunya untuk keseharian hidup," kata Wien, yang gencar mendorong agar persustakaan, menjadi pusat aktivitas belajar masyarakat. Buat Wien, buku perpustakaan begitu penting. Beragam tema bacaan dari soal perpustakaan, sejarah, biografi, karya sastra, dan pendidikan dilahapnya dan dikumpulkan dalam banyak rak buku yang tak lagi mampu menampung 12.000 bukunya.

      Sejarawan dan penulis buku, P Swantoro (75), misalnya, menyusun bukunya yang berjudul Dari Buku Ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu (Penerbit Kompas, 2006) dari bacaan-bacaan yang ada dalam perpustakaannya. Untuk penuli-san bukunya itu, Swantoro memakai bahan sekitar 200 buku.

      "Buku adalah pengetahuan. Untuk mengetahui tentang suatu hal, terkadang tidak cukup hanya dari satu buku, sehingga saya terkadang membaca beberapa buku sekaligus," kata Swan­toro. Tak heran jumlah bukunya lalu beriibun belasan ribu.

      Karena terus belajar dari buku-buku yang dibacanya, Swan­toro tetap terbuka untuk membeli dan membaca buku. Sebut, misalnya, kisah penyihir cilik yang menyihir dunia, serial Harry Potter.

      "Saya merasa tetap butuh membaca karya-karya yang sekarang banyak diperbincangkan. Tujuannya supaya tidak ketinggalan dan karena rasa ingin tahu saya," kata pemilik Rumah Budaya Tembi Yogyakarta dan Galeri Tembi Jakarta itu.

      Menularkan minat

      Kehadiran perpustakaan pribadi/keluarga yang fungsional, bukan untuk pamer, sungguh nyata manfaatnya. Katakanlah untuk menuntaskan obsesi pri­badi akan suatu pengertian dan karya, sebagaimana dikerjakan Swantoro tadi. Dari yang priba­di, lalu bermanfaat bagi orang banyak.

      Dari sisi kebutuhan batiniah, buku dan ruang perpustakaan bukan cuma mampu membuat betah dan nyaman anggota keluarga. Ada kepenuhan, fullness luar biasa. Tentu, ini hanya terjadi jika ada tradisi membaca dalam keluarga.

      Wien mengaku cinta buku ka­rena melihat ayahnya rajin membaca buku. Pada Swantoro, ia dulu heran, mengapa ayah-andanya begitu hanyut saat membaca buku.

      Hadirnya perpustakaan kelu­arga bisa menjadi forum diskusi keluarga tentang topik riil. Sejumlah orang mengalami koleksi pustaka pribadinya berkembang jadi pustaka publik Wien de-ngan 12.000 bukunya, akhirnya menyilakan masyarakat mengakses bukunya. Swantoro pun begitu. Koleksi bukunya sudah jadi koleksi Rumah Budaya Tembi di Yogya. Tembi adalah rumah budaya untuk umum, dengan fasilitas perpustakaan, mu­seum, galeri, dan pendopo yang dibangun Swaatoro bersama keluarganya.

       

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 13:13  

      Items details

      • Hits: 264 clicks
      • Average hits: 2.8 clicks / month
      • Number of words: 1060
      • Number of characters: 8354
      • Created 8 years and 0 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator
      • Modified 8 years and 0 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,799
      • Sedang Online 95
      • Anggota Terakhir Messa Rahmania

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9133312
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      February 2020
      S M T W T F S
      26 27 28 29 30 31 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC