.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      KOMPAS, 30 SEPTEMBER 1997

       

      Perpustakaan Sepeda Keliling:

      Dari Resep Sampai Iptek

      WALAUPUN cuma bergaji Rp 175.000 setiap bulan, langkah Maskur (30) dan Achmad Suhartono alias Nono (36) tak surut dalam menyusuri jalan di kampung-kampung pinggiran di Surabaya, untuk menumbuhkan gemar membaca hagi kaum pinggiran. Pegawai kecil di Perpustakaan Daerah Jatim (PDJ) ini, sepertinya tak pernah mengenal lelah, wa-laupun harus mengayuh puluhan kilometer. Bahkan tak jarang Maskur dan Nono, terpak-sa harus menuntun sepeda on-thel-nya, masuk ke gang-gang sempit untuk menemui pembaca setianya.

      Maskur sendiri, merupakan cermin dari dedikasi pegawai negeri yang memiliki loyalitas tinggi. Lelaki kelahiran Madura ini, sudah dua tahun menggeluti pekerjaan sebagai pengayuh Perpustakaan Sepeda Keliling (PSK). Sekali seminggu, tepatnya setiap hari Rabu, kawasan pinggiran di Kelurahan Medok-an Semampir, Surabaya Timur didatanginya. Lokasi jalan berbatu saat kemarau dan ber-lumpur saat musim penghujan, ditambah beban buku sekitar 100 kilogram (300 eksemplar), yang berada dalam kotak buku yang terbuat dari seng di kiri dan kanan boncengan sepeda, tak membuatnya jera akan tugas. Pegawai negeri golongan I c ini rela berkeringat dan bersusah payah menempuh lokasi tugasnya.

       

      "Ya... ini tanggung jawab, dan kewajiban yang harus saya lakukan. Namun beban berat itu seperti hilang. kalau melihat masih ada orang yang menunggu buku saya. Seberat apa pun medan yang saya lalui. saya cukup puas dengan pekerjaan ini. Bahkan kadangkala timbul perasaan dihargai dalam diri saya, saat saya masih mengayuh dari kejauhan sudah terlihat masyarakat sudah menunggu. Walaupun perhatian semacam itu, hanya diberikan oleh orang-orang di pinggiran Surabaya ini," katanya, lugu.

      Tak ubahnya sebagai pegawai negeri golongan satu lainnya, suami Kasiani (28) yang sudah tujuh tahun mengabdi di PDJ, merasa masih beruntung mampu memiliki tempat tinggal. Walau pun tempat tinggal berukuran 3 x 7 meter sebagai rumah keluarga intinya. di Jalan Wono-kusumo Lor, Surabaya ini, hanyalah rumah kontrakan yang harus dibayarnya Rp 500.000 se­tiap tahunnya.

      ***

      SELAMA dua tahun mengge­luti pekerjaan itu, Maskur telah berhasil menggaet tidak kurang 70 orang anggota PSK. Dari jumlah itu mayoritas adalah mahasiswa dan ibu rumah tangga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan siswa SD, SMP dan SMA yang memanfaatkan jasa PSK.

      Buku yang dibawa terdiri dari berbagai jenis, mulai dari ilmu pengetahuan, buku pelajaran, novel, majalah, sampai buku resep dan cara membuat masakan. Para pelanggan ini umumnya memiliki pangsa masing-masing. Pelanggan mahasiswa misalnya, umumnya memesan buku berbahasa Inggris. Ibu rumah tangga, umumnya menyenangi buku tentang cara mengolah makanan, membuat keterampilan rumah tangga, menjahit, dan berkebun. Pelajar SMU hingga SD, buku cerita atau buku pelajaran.

      "Permintaan yang paling sulit dipenuhi adalah buku tentang masak-memasak, berkebun dan bidang otomotif," kata Maskur, ayah dari satu putra itu.

      Meski referensi buku yang tersedia PDJ minim, ujar Mas­kur, dirinya tetap berusaha mencari tahu buku apa yang diminati dan disampaikan kepada pihak PDJ. Walau pada akhir-nya sulit untuk memenuhi minat karena keterbatasan, terus diupayakan. Kalau perlu minta dari Perpustakaan Nasional di Jakarta.

      Loyalitas Maskur terhadap pekerjaan memang luar biasa. Tak ada kata lelah atau sumpah serapah saat menjalankan tu­gasnya. Walaupun semua orang tahu, tak ada uang ceperan yang bisa dimanfaatklan dari jasa perpustakaan keliling ini. Na­mun toh kondisi pas-pasan itu, tak membuat surut langkahnya. Semangatnya untuk membangun masa depan bangsa bagi masyarakat pinggiran, tetap menjadi obsesinya. Barangkali saja, dari cucuran keringatnya untuk member! tambahan pe­ngetahuan melalui PSK-nya, lahir orang-orang yang bisa men­jadi "orang".

      Bahkan dengan gaji sedikit lebih baik dari upah minimum re­gional (UMR) ini, Rp 175.000 per bulan ditambah honor Rp 30.000 per bulan. Semangat Maskur un­tuk menjadikan keluarganya orang berpendidikan tidak per­nah berhenti. Walau hidup pas-pasan, pegawai negeri rendahan ini, berusaha untuk bisa membiayai istrinya kuliah di Universitas Tritunggal Surabaya.

      "Insya Allah, dengan keprihatinan itu tahun ini istri saya menyelesaikan kuliahnya. Kebutuhan. akan uang memang banyak. maka itu saya banting tulang setiap hari," ujarnya Setiap hari Rabu, Maskur berangkat pukul 08.30 WIB dari PDJ di Jalan Menur Pumpungan. Jarak dari PDJ ke tempat tujuan di Kelurahan Medoan Semampir, lebih kurang enam ki­lometer, la kembali ke kantor sekitar pukul 12.00 WIB.

      Selebihnya setiap hari kecuali Rabu pagi, Maskur pagi dan sore hari kerja sambilan mengajar di sebuah SD dan SMA swasta. Bekerja sambilan dilakukan semata-mata untuk menambah keuangan keluarga, upaya ini mampu membuat keluarganya survive selama tujuh tahun ***

      KONDISI senasib juga dialami rekannya Nono, yang baru setahun bertugas sebagai PSK. Ayah satu anak ini mengaku tidak mampu menghidupi istri dan anaknya, jika hanya bergantung kepada honor. Selama di Surabaya Nono bersama anak dan istrinya tinggal di rumah mertuanya di kawasan Kalisari Butuh. Meski setiap bulan Nono harus nombok untuk bayar utang di waning, namun bukan berarti harus mengabaikan tugasnya.

      Jadwal Nono mengunjungi masyarakat pinggiran kota Su­rabaya, dua kali seminggu Rabu dan Kamis. Pekerjaan itu di jalaninya selama dua jam dari pukul 10.00-12.00 WIB. Buku yang dibawanya mencapai 40-50 judul buku.

      Sedangkan Maskur hanya sekali dalam seminggu. Cuma beban yang diemban Maskur lebih berat karena buku yang dibawa sekitar 300 eksemplar. Sepeda berbobot tambahan 100 kg itu dikayuhnya dari PDJ ke di ka­wasan Medokan Semampir.

      Sementara Nono, karena perawakan lebih kecil tak jarang sepeda onthel-nya dinaikkan ke Perpustakaan Bus Keliling (PBK). Lalu sepeda itu baru di-turunkan saat berada di jalan setapak yang memang tidak mungkin dilalui bus. Jadi jarak tempuh dari lokasi ke jalan besar paling jauh sekitar dua kilo­meter. Walaupun hanya sekadar buku resep dan majalah bekas, yang dibawa dua pustakawan ini, tetapi loyalitas dan dedikasinya sebagai bagian dari ke-pentingan dunia pendidikan ti­dak bisa dilepaskan. Nono mau pun Maskur tidak kenal dengan teori link and match. Apalagi mengetahui strategi pendidikan, bagatmana membuat pendi-dikan ini berhasil, apa langkah-nya dan berapa dananya.

      Mereka sama sekali tidak faham hal itu. Dua pustakawan lugu ini hanya tahu, bagaimana menepati pekerjaannya tepat waktu, sampai tempat para anggota SPK. Dalam benak mereka, para anggota tersebut sudah terlalu lama menunggu. Sebab de­ngan segala daya yang ada, sepe­da dengan berat 100 kg lebih itu dikayuh secepat mungkin. Wa­laupun hanya berada di pinggir­an, mereka yakin satu di antara pembacanya tentu menjadi orang berarti bagi negaranya.

      Semangat Nono, khususnya Maskur tak pernah padam. Me­reka harta yang tidak dapat di-curi hanyalah ihnu pengetahuan. Sebab itu Maskur dengan se­gala upaya, menyekolahkan is­trinya sampai ke perguruan tinggi. Walaupun hanya di per­guruan tinggi swasta, namun kiat yang mereka pilih dalam bahasa hidup yang jujur adalah pengabdian. Tanpa harus korupsi dan kolusi, mereka mampu bertahan hidup dengan baik.

      (Agnes Swetta Pandia)


       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 09:03  

      Items details

      • Hits: 380 clicks
      • Average hits: 4.1 clicks / month
      • Number of words: 1458
      • Number of characters: 11240
      • Created 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 81
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124404
      DSCF8803.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC