.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Koran Tempo 5 juni 2001

       

      Perpustakaan Publik Riwayatmu Kini

       

      ‘Di samping kondisinya yang.mengenaskan, sejumlah perpustakaan publik di Jakarta kini kianjarang dikunjungi tamu’

      Beberapa tahun yang silam, Pusat Kebudayaan Amerika (ACC) meajadi ternpat yang ramai dikun­jungi, karena Pusat ini merupakan perpustakaan yang tergolong banyak koleksinya. Tempatnya yang strategis, di kawasan Sudirman, membuatnya mudah dicapai dari berbagai arah. Begitu pula, ruangannya yang nyaman membuat betah pengunjung. Namun, kesulitan pembiayaan tidak memungkinkan perpustakaan ini dibuka untuk seterusnya.

      Alhasil, pilihan menjadi kian terbatas. Di samping Perpustaka­an Nasional serta Perpustakaan LIPI, yang keduanya milik negara dan merupakan perpustakaan rujukan, jumlah perpustakaan pub­lik menjadi berkurang dengan ditutupnya ACC yang dulu didanai pemerintah Amerika Serikat. Beberapa di antaranya dapat disebut, The British Council yang di­danai pemerintah Inggris. Per­pustakaan Balai Pustaka. serta Perpustakaan Idayu.

       

      Terletak di salah satu jantung kota Jakarta, yakni kawasan Senen, nasib Perpustakaan Balai Pustakan tak sebesar nama yang disandangnya. Keadaannya cukup memprihatinkan, bila tidak ingin disebut mengenaskan. Ribuan. buku bertumpuk begini saja di rak-rak sedang dan kecil yang beijajar di ruang berukuran kurang-lebih 20 x 30 meter. Tempat baca terdiri atas meja berukuran kira-kira 2 x 1,5 meter dengan 6-8 kursi.

      Perpustakaan Balai Pustaka tak membatasi pembacanya. Mulai dari siswa SD hingga mahasiswa dan karyawan bisa berkumpul di gedung yang tak jauh dari Pasar Senen ini. Hingga kini Perpusta­kaan BalaiPustaka memiliki 3.799 anggota tetap. "Jumlah ini jauh menurun dibanding beberapa tahun lalu," kata Muryani, sa­lah seorang dari tiga pegawai Per­pustakaan Balai Pustaka.

      Penurunan jumlah anggota te­tap itu berjalan seiring dengan jumlah pengunjung yang makin hari, tampaknya, makin menurun pula. Untuk kunjungan pada Mei 2001 tercatat 541 orang. Siswa SLTA mencatat angka terbanyak dengan 300 orang, disusul kelompok mahasiswa sebanyak 99 orang dan siswa SLTP sebanyak 75 orang. Angka kunjungan terse­but merupakan penurunan drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Medio 1995-1996 terca­tat sebagai tahun dengan rata-rata kunjungan tertinggal Saat itu kunjungan perbulan mencapai seribu orang lebih.

      Belum diketahui secara persis apa penyebab penurunan jumlah kunjungan itu. Salah satu ke-mungkinannya ialah sulitnya meridapatkan koleksi buku-buku mutakhir di perpustakaan ini. Perpustakaan Balai Pustaka biasanya dijadikan rujukan untuk koleksi mengenai bahasa dan sastra Indonesia. Perpustakaan ini ternlasuk lengkap koleksinya me­ngenai sejarah perjalanan sastra Indonesia klasik, karena Balai Pustaka didirikan pada 22 Sep­tember 1917.

      Kini Perpustakaan Balai Pusta­ka memiliki koleksi lima ribu le­bih judul dengan lebih dari tujuh ribu buah buku. Dua pertiga di antaranya buku nonfiksi. Namun, jumlah tersebut tidak bertambah secara signifikan. Sulit menemukan buku keluaran terbaru di rak-rak Perpustakaan Bali Pustaka. "Faktornya, anggaran belanja su-dah tidak ada lagi," ungkap Pai-djo, petugas yang bekerja di per­pustakaan ini sejak 1969. Anggar­an belanja buku baru untuk Balai Pustaka dicabut sejak 1999.

      Masalahnya ternyata tak hanya itu. angganan surat kabar dan majalah juga terhenti satu tahun lebih awal. Semula perpustakaan publik ini berlangganan Femina, Tempo, Jakarta-Jakarta, Intisari serta Kompas. Kini jatah perpus­takaan hanya harian Kompas yang diterima sore hari selelah dibaca oleh Humas PT Balai Pustaka.

      Pemasukan dari anggota agaknya tidak memadai, karena meski mereka ditarik iuran bulanan, namun jumlahnya kecil. Siswa SLTP/SLTA dibebani iuran sebe­sar Rp 300 per bulan, sedangkan siswa SD hanya Rp 200 per bu­lan. "Jadi murah sekali kalau ti­dak ingin dibilang gratis," tutur Paidjo. Bagi anggota yang terlambat menggembalikan buku pinjaman hingga satu minggu, dendanya hanya Rp 100 per satu buku.

      Lantaran itu, Perpustakaan Balai Pustaka nyaris mengandalkan pemberian pihak lain. Sedangkan Balai Pustaka sebagai penerbit hanya memberikan jatah lima eksemplar buku setiap kali menerbitkan buku baru. "Selebihnya da­ri instansi lain atau orang-orang yang masih punya perhatian pada perpustakaan ini," tutur Paidjo, yaag juga menyebutkan bahwa semua data masih dicatat secara manual. "Termasuk katalognya," ujarnya lagi.

      Perpustakaan publik yang tergolong tua namun berfungsi baik adalah Perpustakaan" Idayu. Per­pustakaan ini identik dengan Yayasan Idayu yang berdiri pada 28 Oktober 1966. Nama Idayu diambilkan dari Ida Ayu Nyoman Rai, ibu Bung Karno yang asli Ball. Yayasan inilah yang kemudian bergerak di bidang perpustakaan, dokumentasi, dan informasi.

      Salah satu keunggulan perpus­takaan Idayu taklain dokumenta­si tentang sejarah perjuangan In­donesia sejak menjelang hingga kemerdekaan diproklamasikan. Dokumentasi itu tergolong lengkap, antara lain benda-benda milik Bung Karno, pidato-pidato-nya, tulisan, buku, serta sepuluh buah album. Begitu pula dengan dokumentasi pergerakan Boedi Oetomo sebelum masa kemerde­kaan. "Koleksi itu dilengkapi de­ngan foto-foto sejak kecil," tutur Nur Enim, wakil ketua badan pelaksana Yayasan Idayu,

      Perpustakaan Idayu menyediakan pula buku-buku teks perguruan tinggi dari berbagai bidang. Buku untuk perguruan tinggi tak kurang dari 18.500 judul dengan jumlah buku mencapai 49.800 eksemplar. Sedangkan koleksi tentang Indonesia terbitan sebe­lum 1945 mencapai tiga ribu ju­dul. Koleksi itu terus bertambah setiap kali Penerbit Masagung mengeluarkan,buku terbarunya.

      Sebagai perpustakaan publik Idayu mpmiliki anggota tetap sebagai syarat untuk bisa meminjam buku. Hingga kini tercatat tak kurang dari 300 anggota dengan sebagian besar mahasiswa. Untuk menjadi anggota Idayu menetapkan beberapa syarat antara lain uang iuran dan uang jaminan masing-masing sebesar Rp 15 ri­bu. Uang jaminan sebesar Rp 15 ribu bisa dikembalikan- ketika anggota memutuskan keluar.

      Kini perpustakaan Idayu menempati gedung yang cukup representatif di kawasan Kwitang, bersebelahan dengan toko buku Masagung. Dokumen bersejarah yang kerap menjadi rujukan banyak kalangan terawat baik. "Banyak orang yang mau membuat film mencari referensi di sini," ka­ta Nur Enim. Mengingat nilai sejarahnya itu, sebagian besar pe-ngunjungnya adalah mahasiswa atau peneliti. Dalam sehari Per­pustakaan Idayu rata-rata didatangi 30-35 pengunjung.

      Jumlah kunjungan tersebut lebih kecil dibandingkan saat Idayu menempati Gedung Kebangkitan Nasional di ,11. Abdul Rahman Saleh, Jakarta Pusat, pada 1972-1992. Ketika itu. rata-rata kun­jungan per hari mencapai 200-300 orang. Apalagi, Perpustakaan Idayu juga beberapa kali berpindah tempat sejak 1992, yakni di gudang milik Gunung Agung di Rajawali Selatan dan kemudian ke Cempaka Putih, sampai akhirnya menempati lokasi yang sekarang sejak 1998.

      "Banyak faktor yang membuat Perpustakaan Idayu ramai saat bertempat di Gedung Kebangkit­an Nasional," kata Nur Enim. Sa­lah satunya, menurut Nur Enim, adalah suasana di gedung terse­but cukup nyaman dengan kerindangan pohon yang membuat orang betah berlama-lama. Saat itu Idayu bisa dikunjungi hingga pukul 19.00 WIB. Pada masa itu pula jumlah perpustakaan publik masih dapat dihitung dengan jari. "Tapi sekarang setiap kampus sudah punya perpustakaan," tuturnya.

      • arif firmansyah .

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 09:33  

      Items details

      • Hits: 941 clicks
      • Average hits: 10.1 clicks / month
      • Number of words: 1400
      • Number of characters: 11179
      • Created 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 120
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124812
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC