.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      Perpustakaan Pribadi dengan Kesan Elegan

       

      'I do not have a Ferrary, but I do have a home library (Saya memang tak punya mobil Ferrary, tapi sayapunya perpustakaan pribadi)."

      UNGKAPANitu bukanlah jargon dari seorang intelektual miskin. Alih-alih merupakan perbandin-gan betapa tingginya nilai 1 sebuah perpustakaan rumah Tak perlu kaya dulu memang untuk bisa membangun sebuah perpustakaan pribadi. Yang penting ada niat, dan keinginan yang menggebu-gebu.

      Pengalaman, dan perjuangan aktris Happy Salma untuk bisa membikin perpusta­kaan mini di rumahnya mungkin bisa menjadi contoh. Happy yang sudah merilis novel berjudul Pulcmg dan Telaga Fatamorgana' ini mengaku dirinya menjadi kutu buku lantaran mengikuti kebiasaan orang-tuanya.. "Di rumah, orang-tuaku selalu mengajarkan untuk membaca setiap waktu. Asyiknya lagi, kita dulu punya perpustakaan mini," kenangnya.

       

      Pergaulan intens dengan buku lambat laun membuatnya jadi kutu buku. Tak usah heran karenanya, saat masih duduk di bangku sekolah dasar ia sudah akrab dengan sejumlah karya sastra seperti Layar Terkembang, Siti Nurbaya, sampai cerita Old Shutterhand-nya Karl May.

      Di sisi lain, Happy mengaku dunia buku membuatnya jadi berkenalan pula dengan yang namanya bisnis. Lho, kok bisa? "Aku kan menyisihkan uang jajan untuk beli buku. Nah, aku kan nggak mau rugi, makanya koleksi bukuku disewakan lagi ke teman-teman. Balik modal deh jadinya," ujarnya sambil menebar senyum.

      Ada satu lagi rahasia dari perempuan hitam manis ini. Sebuah kejahatan intelektual yang lazim dilakukan para seniman. "Saking menggebunya ingin punya koleksi buku, waktu kecil dulu aku sempat nyolong sebuah buku di perpustakaan, nyesel abis udahnya," ujar Happy sambil geleng-geleng kepala. Kini, dengan penghasilan yang melimpah sebagai pesinetron, presenter, dan juga penulis, Happy tentunya tak perlu lagi mencuri untuk melengkapi perpustakaan pribadinya. Hampir tiap bulan ia menyisih sebagian dari penghasilannya untuk membeli buku. Ketika bukunya masih sedikit, Happy masih bisa menyimpannya di atas meja atau rak buku mungilnya. Masalah mulai muncul ketika tumpukan bukunya mulai menggunung. Koleksi bukunya pun mulai bertebaran tak menentu. Meja tak lagi bisa menampung. Demkian juga rak buku. Hingga akhirnya sebagian harus disimpan di lantai. Itu pun ternyata masih belum cukup.

      (Persda Net­work/die)

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 08:50  

      Items details

      • Hits: 172 clicks
      • Average hits: 1.8 clicks / month
      • Number of words: 494
      • Number of characters: 3804
      • Created 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 46
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125076
      DSCF8761.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC