.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Buku

      Menjadi penting bagi sebuah kampus untuk dapat menanamkan nilai-nilai produktivitas kepada mahasiswanya. Seperti halnya, nilai kekeluargaan di ling-kungan rumah dan nilai keagamaan di masyarakat. Mahasiswa tidak hanya harus memiliki ilmu pengetahuan. Namun, dia juga harus memiliki etos yang produktif dengan selalu mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan sendiri. Sebuah pandangan yang harus tertanam dalam setiap hati dan jiwa mahasiswa Indonesia.

      Kepercayaan akan nilai-nilai tersebutlah yang selalu melandasi saya dalam memandang permasalahan-permasalah di sekitarnya. Sebagai seorang yang berkecimpung dalam bidang ekonomi, saya percaya bahwa selain oleh ketersediaan sumber daya alam dan kuantitas sumber daya manusia, maka ada hal lain yang memengaruhi kondisi ekonomi bangsa saat ini.

      Ini karena, ekonomi dipengaruhi oleh teknologi non-mesin, yaitu oleh brain dan etos dari manusia yang peduli dengan kemaslahatan. Semua itu, bisa dihasilkan dari sekolah dan kampus. Wajar, bila setiap hari saya harus memastikan agar segala kegiatan akademik di semua program studi Ilmu Ekonomi Unpad, berjalan lancar. Selain harus tetap sibuk de­ngan kegiatan di luar kampus.

      Bagi saya, hidup tidak hanya ada di kampus tapi juga di luar. Karena, dari kesibukan itu, saya berkeinginan untuk menyusun buku sendiri dari hasil-hasil peneiitian yang selama ini saya lakukan. Buku itu bukan untuk tujuan komersil, tapi untuk buku ajar atau refecensi sebagai kewajiban seorang akademisi. Selama ini, pe-mikiran-pemikiran yang saya kemukakan, lebih banyak dicurahkan melalui rangkuman tulisan, jurnal, atau tulisan poluler di media massa. Namun, dari semua itu, saya ingin orang tahu bahwa saya bukan neolib seperti yang banyak orang pikir. Saya juga tidak mau dibilang seleb karena tulisan-tulisan populer. Dengan buku, mereka akan paham pemikiran saya. Di sisi lain, buku itu seolah menjadi hutang yang harus dibayar seorang akademisi.

      Dalam benak, saya percaya pada kekuatan ekonomi tradisional yang dapat menepis dirinya dari label neolib. Ternyata mernang terbukti bahwa perekonomian Indonesia yang relatif stabil sekarang ini, terjadi ka­rena sifatnya yang masih semi-tradisional. Saya meyakini bahwa optimisme yang tinggi dapat menjaga semangat kita untuk lepas dari jerat kemiskinan dan ke luar dari status negara berkembang. Di samping kesungguhan dalam menjalankan peran dan fungsi ekonomi berkelanjutan.

      Selain itu, dalam pemikiran saya, dimensi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan haruslah memperhatikan kelestarian lingkungan selain juga kesejahteraan sosial. Tanggung jawab terhadap kelestarian lingkung­an bukan hanya oleh pemerintah dan masyarakat non-produksi, tapi juga produsen sebagai penyumbang terbesar polusi. Sehingga kini konsep produksi kontra polusi bisa minimal dalam friksinya, dimana produksi bisa tetap kencang tapi dengan po­lusi yang rendah. • unpad.ac.id, ed: agus

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 1611 clicks
      • Average hits: 18.7 clicks / month
      • Number of words: 1063
      • Number of characters: 8938
      • Created 7 years and 2 months ago at Tuesday, 01 May 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,794
      • Sedang Online 83
      • Anggota Terakhir CECEP ABDUL AZIS HAKIM

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9110639
      DSCF8761.jpg

      Kalender & Agenda

      June 2019
      S M T W T F S
      26 27 28 29 30 31 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29
      30 1 2 3 4 5 6

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC