.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      STRATEGI INDUK KAMPANYE NASIONAL " INDONESIA MEMBACA "
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      All Pages

      Kesembilan, masalah perpustakaan. Sebenarnya pemerintah melalui proyek Inpres sejak tahun 1975 telah mengadakan pembelian buku bacaan untuk tingkat SD/SLTP/SLTA. Untuk tingkat SD dalam rangka menggalakan Perpustakaan Sekolah yang berjumlah 165.000 sekolah itu, setiap tahun membeli 200 judul buku. Sehingga kalaulah benar dikelola dengan baik, tentu saat ini masing-­masing SD sudah mempunyai koleksi sebanyak 6.000 judul. Pertanyaan timbul, jangankan setiap sekolah punya koleksi 6.000 judul, punya Perpustakaan saja di sekolahnya masih jadi pertanyaan besar. Karena fakta di lapangan, ribuan sekolah yang tidak memiliki Perpustakaan.

      Banyak yang menyalahkan karena tidak ada yang mengelola perpustakaan sekolah. Ada pula yang mengatakan murid-murid malas untuk membaca buku-buku yang sudah "kuno" dan dekil. Atau juga tidak ada sarana yang baik, tidak ada bangku atau lemari buku, sehingga buku sering hanya terletak dalam dos atau di rumah kepala sekolahnya saja.

       Perpustakaan umum hanya dimiliki satu di propinsi dan belum tentu ada di tingkat kabupaten/kota. Dapat dibayangkan jauhnya letak perpustakaan dari lingkungan masyarakat, sehingga pengunjung perpustakaan dapat dihitung dengan jari?

      Kita mengetahui di Indonesia ada 600.000 mesjid, mushola, dan langgar. Padahal kalaulah Departemen Agama bertekad menjadikan mesjid bukan hanya sebagai tempat "beribadah" semata, tapi juga menjadi "tempat menambah ilmu", maka kehadiran perpustakaan mesjid dapat diwujudkan. Kita juga mengetahui bahwa Departemen Agama setiap tahun mempunyai "uang lebih" dari adanya peserta jemaah haji. Mengapa tidak "sisa uang" itu sebagian besar jadikan untuk perpustakaan mesjid.

      Kesepuluh,  permasalahan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Prasarana TBM banyak yang tidak layak/memadai dan ditata secara tidak baik pula, koleksinya tidak ada yang menarik (buku-buku terbitan lama), sehingga berdampak pada rendahnya keinginan masyarakat untuk memanfaatkan TBM sebagai tempat menambah ilmu.

      Tidak adanya pengelola TBM Mereka diminta untuk cuma-cuma tidak dibayar. Letak TBM jauh dari jangkauan masyarakat (rumah penduduk).

      Pemerintah daerah, belum sepenuhnya menggalakan TBM. Disamping masyarakat belum diajak serta berpartisipasi atau mereka tidak hirau, dengan alasan memikirkan untuk keluarganya saja sudah susah, bagaimana mungkin memikirkan untuk orang lain.

      Kesebelas, permasalahan masyarakat. Masyarakat masih disibuki dengan mengurus kebutuhan hidup keluarganya, sehingga seluruh potensi keluarga lebih difokuskan kepada mencari sesuap nasi, daripada belajar di TBM.

       Belum adanya Tutor/Penyuluh/Pengelola TBM, disamping masyarakat tidak mengerti bagaimana harus melaksanakan program TBM tersebut.

      Belum terpanggilnya nurani masyarakat tentang pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Begitu juga kehadiran BUMN di daerahnya belum dapat dioptimalkan kepeduliannya terhadap pendidikan masyarakat di sekitarnya.

      Keduabelas, perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah. Perhatian Kepala Daerah baik yang di propinsi maupun kabupaten/kota terasakan belum memadai, seakan-akan suksesnya seorang bupati atau kepala daerah lebih sering diartikan dengan pembangunan fisik (hadirnya jalan raya,dan pembangunan pasar, kantor dan lain-lain), sehingga pembangunan mental dan spiritual dan menggali potensi masyarakatnya ternomor duakan.

      Pemerintah Pusat dikarenakan anggaran yang kurang (-20%)  sehingga urusan "buku" atau "baca" seakan dijadikan nomor dua saja. Padahal sebenarnya kalau saja ada political will dari Pemerintah, sebenarnya masalah Minat Baca, Perpustakaan, perbukuan bisa diatasi secara bersama-sama dengan masyarakat. Artinya Pemerintah menjadi katalisator untuk memajukan dunia pendidikan (dalam hal ini minat baca, buku dan perpustakaan ). 

      Membaca masalah minat baca dan masyarakat perbukuan, seperti yang kami sampaikan diatas tampak bagaikan "benang kusut". Dan kalau ada kehendaik untuk memperbaiki- nya, timbul pertanyaan "Dari mana hendak memulainya?", atau bagaikan "Telur dan Ayam?". 



      Comments
      Budi Purnomo  - Pendiri/Mantan Ketua Umum     |2009-08-13 21:41:35
      Salam,
      Dari dari Jaringan Epistoholik Jakarta (JEJAK) atau Komunitas Penulis
      Surat Pembaca, ingin berpartisipasi dalam kegiatan Kampanye Nasional Indonesia
      Membaca. Adapun partisipasi yang dapat kami lakukan adalah dengan melakukan
      sosialisasi kampanye tersebut melalui Surat Pembaca di berbagai media
      cetak.
      Demikianlah harapan kami, mudah-mudahan kegiatan yang dilakukan sukses
      selalu.(Budi Purnomo, HP/SMS : 081388277788).
      suryadi  - harapan     |2010-04-15 14:40:59
      mudah-mudahan bukan sekedar slogan..... yang terpenting langkah nyata......
      di
      sekolah dasar sangat menanti uluran tangan, gagasan n langkah nyata para inohong
      untuk tingkatkan budaya baca.
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 121847 clicks
      • Average hits: 974.8 clicks / month
      • Number of words: 6418
      • Number of characters: 50222
      • Created 11 years and 5 months ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 67
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125097
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC