.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      Pikiran Rakyat jumat 13 januari 2012

      Kemiskinan Diciptakan untuk Menarik Donor


      BOGOR, (PR).-


      Kemiskinan yang ada di In­donesia diindikasikan sengaja diciptakan oleh kekuasaan yang ada. Bahkan, proyek-proyek yang ada sebenarnya bukan untuk menanggulangi kemiskinan tetapi untuk memunculkan dan mengelola orang miskin.

      Demikian poin disertasi "Diskursus Kekuasaan dan Praktik Kemiskinan di Perdesaan" Iva novich Agusta yang disidangkan di Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Rabu (11/1). Menurut dia, secara khusus negara diwajibkan memelihara fakir miskin, mengembangkan sistem jaminan sosial, dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu.

      Akan tetapi, Ivan dan sejumlah peneliti lain menemukan berbagai kejanggalan pengelolaan kemiskinan. "Mungkin karena dipandang bersifat relatif, sehingga kemiskinan telah lama menjadi medan pertarungan kekuasaan. Kemiskinan di kita malah muncul, tidak pernah habis. Bahkan saat ada instruksi presiden tentang desa tertinggal, kemiskinan malah meningkat. Ada kekuasaan yang menyebabkan kemiskinan harus meningkat," ungkap Ivan.

      Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kudus, Jawa Tengah, kemiskinan sengaja diciptakan untuk menarik donor/pemberi dana masuk ke Indo­nesia untuk proyek-proyek baru. Jika sebelumnya proyek infrastruktur, saat ini proyek yang masuk lebih pada pemberdayaan masyarakat. Hal itu pula yang menyebabkan pembangunan di perdesaan yang mayoritas masyarakatnya miskin saat ini jarang dilakukan.

       

      Proyek-proyek yang ada, dinilai Ivan bukan untuk me­nanggulangi kemiskinan, tetapi lebih untuk memunculkan dan mengelola orang miskin. Ivan juga menyoroti Undang Undang Nomor 13 Tahun 2011 . tentang Fakir Miskin yang baru diberlakukan. "Isi UU itu berbahaya, karena kategori miskin hanya dikenakan kepada gelan dangan, pengemis, dan kalangan lemah yang ada di kota. Artinya, peta miskin atau pelaku usaha kecil yang miskin yang ada di desa tidak akan masuk kategori miskin dan mendapat perlindungan atau bantuan dari pemerintah," kata Ivan.

      Menurut Ivan, kategori miskin seharusnya tidak dibatasi hanya untuk orang kota. Soalnya, sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di perdesaan dan miskin. "Sudah ada yang mengkaji, kalau ada pejabat baru, angka kemiskinan akan dibuat banyak dan relatif menurun setelah penguasa itu berkuasa. Ada indikasi angka kemiskinan disusun untuk keperluan tertentu. Siapa yang masuk kategori miskin selalu berbeda-beda, bergantung pada siapa yang menilai dan berkuasa," lanjutnya.

      Ivan juga  melihat  kecenderungan adanya perubahan penghitungan maupun syarat orang miskin dalam setiap periode kekuasaan. Hal itu, kata Ivan, menjadi salah satu in­dikasi kalau angka kemiskinan disusun untuk keperluan ter­tentu. "Siapa saja yang tergo-long orang miskin selalu berbeda-beda, bergantung siapa yang menilainya. Ke depan, malah hanya orang kota saja yang dianggap miskin, dalam arti pengemis, gelandangan yang ada di kota, tanpa memperhitungkan masyarakat perdesaan yang sebenarnya juga miskin," tutur Ivan. Dalam disertasinya, Ivan juga mempertanyakan mengapa kekuasaan yang beroperasi dan berganti-ganti tetap tidak mampu menanggulangi kemis­kinan di perdesaan. Masyara­kat di perdesaan bahkan cen-derung terus dimiskinkan, ter-masuk mereka yang tinggal di pesisir pantai.

      "Kekuasaan membelokkan ar­ti kemiskinan sesuai dengan keinginan dan kepentingan yang diusungnya. Sesuai dengan sifat diskursus yang membangun ruang untuk berkuasa. Semakin kuat diskursus, kemiskinan semakin berkembang," tambah Ivan.

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 09 April 2012 08:40  

      Items details

      • Hits: 881 clicks
      • Average hits: 11.2 clicks / month
      • Number of words: 1745
      • Number of characters: 14353
      • Created 6 years and 7 months ago at Monday, 09 April 2012 by Administrator
      • Modified 6 years and 7 months ago at Monday, 09 April 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 131
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091400
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC