.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      KEKUATAN INFORMASI: Dari Preliteracy ke Postliteracy
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      All Pages

       KEKUATAN INFORMASI:

      Dari Preliteracy ke Postliteracy*

      Sejarah membuktikan bahwa maju tidaknya peradaban sebuah bangsa sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan informasinya. Legitimasi historis ini dapat kita rasakan bukan hanya dalam level organisasi besar seperti negara tetapi juga dalam level individual. Hingga hari ini kita menyaksikan bahwa negara yang dikategorikan negara maju adalah negara-negara yang menguasai informasi berikut teknologinya. Dalam level individual, seseorang yang memiliki banyak informasi atau pengetahuan akan menjadi orang yang penuh dinamika dan kreativitas serta ia akan menjadi opinion leader di masyarakatnya. Hukum besi kehidupan ini akan berlaku di sepanjang umur sejarah manusia yang membentang dari zaman praliterasi (preliteracy) sampai pascaliterasi (postliteracy). Zaman praliterasi adalah sebuah zaman dimana komunikasi sosial masyarakatnya masih berada dalam tradisi lisan dan sulit mengakses sumber informasi. Kalaupun ada, mereka tidak bisa mencernanya dengan baik. Zaman literasi mewakili masyarakat terdidik yang ditandai dengan tumbuh suburnya institusi pendidikan dan banyaknya didirkan pusat-pusat informasi. Akan tetapi, walaupun memiliki akses yang luas terhadap sumber-sumber informasi, tidak berarti tradisi baca-tulis tumbuh subur di kalangan ini. Sedangkan pascaliterasi ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi untuk memproduksi informasi digital dan pengelolaan citra bergerak yang kompleks, seperti yang kita saksikan sekrang ini terutama di kota-kota besar.

      Isyarat Masa Lalu

       

      Dalam sebuah cerita rakyat, legenda, pewayangan atau cerita-cerita kepahlawanan (epos), yang tumbuh subur di zaman praliterasi, selalu ada dua jenis pusaka yang dijadikan bahan rebutan oleh para jawara atau dua kubu yang berhadap-hadapan. Pusaka tersebut kalau tidak berupa kitab atau buku, pasti berupa senjata. Ini adalah sebuah pesan historis yang kalau ditafsirkan bisa diartikan bahwa perubahan di dunia ini bisa terjadi oleh dua kekuatan yaitu kekuatan intelektual (yang disimbolkan dengan buku) dan yang kedua adalah kekuatan militer (yang disimbolkan dengan senjata). Perubahan akan berjalan serasi apabila ada sinergi di antara keduanya yaitu adanya sinergi atara kepintara dan kekuatan. Orang pintar tanpa kekuatan akan lemah, dan orang kuat tanpa memiliki pengetahuan akan merusak.

      Kita sudah membuktikannya di republik ini. Indonesia pernah dipimpin oleh seorang intelektual dua kali dan tidak tahan lama karena tidak memiliki kekutan. Kita pun pernah dipimpin oleh militer. Memang lama berkuasa akan tetapi negeri ini menjadi rusak. Juga, kita pernah dipimpin oleh seorang presiden yang bukan militer dan intelek pun tidak. Maka kita sama-sama menyaksikan semakin tidak karuannnya negeri ini.

      Dalam sejarah ada seorang pemimpin yang dapat berkuasa secara penuh dalam rentang waktu yang cukup lama yaitu Firaun. Namanya akan abadi dalam catatan sejarah manusia. Dan ternyata bahwa Firaun membangun kekutannya bukan hanya ditopang oleh kekuatan militer yang besar, akan tetapi dia sendiri merupakan seorang intelektual. Pada saat meniggalnya, dia memiliki 20.000 koleksi ”buku” di perpustakaannya. Tentu saja tidak berupa buku seperti yang kita saksiakan sekarang ini, akan tetapi masih ditulis dalam media tanah liat, kulit kayu, dan kulit binatang. Jadi, kalau ingin menjadi orang yang sukes sebagai penjahat jadilah penjahat yang berpengetahuan (white collar crim). Ia akan bisa memiliki apa pun yang ia inginkan di negeri ini bukan saja kekayaan akan tetapi juga memiliki kekuasan yang tidak tersentuh oleh para penegak hukum. Penjahat yang tidak berpengatahuan akan menjadi penjahat yang malang. Hasil curiannya tidak seberapa, akan tetapi inilah yang menjadi target buruan penegak hukum. Dan kemudian dieskplotiasi menjadi komoniditas hiburan yang menarik sebagaimana kita saksikan di acara-acara televisi.

      Informasi adalah bebas nilai, sebagaimana juga senjata. Sangat tergantung kepada akhlak orang yang memegangnya. Tapi yang jelas informasi adalah sebuah kekuatan, atau meminjam istilah Fancis Bacon ”knowledge is power” adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa dibantah. Nabi Muhammad SAW. Bersabda: ” kalau ingin menguasai dunia dan akhirat milikilah ilmu.”



      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 02 June 2009 13:15  

      Items details

      • Hits: 4420 clicks
      • Average hits: 39.1 clicks / month
      • Number of words: 3751
      • Number of characters: 28500
      • Created 9 years and 5 months ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator
      • Modified 9 years and 5 months ago at Tuesday, 02 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 135
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091307
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC