.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Keaksaraan
E-mail

 

 

Buta aksara masih banyak


64 persen buta aksara adalah wanita.

JAKARTA, Perempuan masih banyak yang buta ak­sara dibandingkan laki-laki. Persentasenya mencapai 64 persen.

Masalahnya, banyak perempuan yang tidak memiliki akses pendidikan dan drop out (DO) dari bangku sekolah lantaran ketiadaan biaya.

Direktur Jenderal Pen­didikan Non formal dan In­formal (PNFI) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Hamid Mu­hammad, mengatakan, jumlah perempuan buta aksara sekitar 6,5 juta orang, sedangkan laki-laki 3,5 juta orang. Mayoritas perem­puan buta aksara berada pada usia 40 tahun ke atas.

Hamid mengungkapkan, penyebab buta aksara karena budaya, tidak ada akses, dan angka putus sekolah. "Saya amati, buta aksara umumnya tidak pernah masuk sekolah dan pernah sekolah tapi DO," tuturnya seusai acara Lokakarya Pengalaman Terpetik Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan di Kantor Kemendiknas, akhir pekan lalu.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:45 Read more...
 
E-mail

 

SEPUTAR INDONESIA

 

BUTA AKSARA MASIH SEKITAR 30.000 JIWA

KUNINGAN (SINDO) Pengentasan buta ak­sara di Kuningan masih mengalami hambatan. Padahal, Pemkab Kuningan menargetkan program tersebut tuntas pada 2008 ini.

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Kuningan Abdul Aziz mengatakan, pemberantasan buta aksara di Kabupaten Kuningan tahun 2007 lalu baru mencapai 17.220 orang. Namun, menurut hasil survei pihaknya beberapa waktu la­lu, masih banyak masyarakat yang belum dapat membaca dan menulis. "Harus jelas tolok ukur program pemberantasan bu­ta aksara tersebut," tegas Aziz kepada SINDO, kemarin.

Dia juga mempertanyakan target pencapaian pem­berantasan buta aksara di Kabupaten Kuningan. Hasil pendataan pihaknya, kata dia,masih ada sekitar 30.000-an lebih penyandang keaksaraan fungsional di Kabupat­en Kuningan. "Gencarnya upaya pemerintah dalam memberantas buta aksara harus dibarengi dengan bukti nyata. Jangan sampai ma­sih ada masyarakat yang be­lum bisa membaca dan menulis,"ujarnya.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:42 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS, JUMAT, 5 SEPTEMBER 2008

Buta Aksara Masih 10,1 Juta Orang


SEKITAR 70 PERSEN PEREMPUAN

JAKARTA, KOMPAS - Jumlah penduduk buta aksara saat ini diklaim Departemen Pendidikan Nasional tinggal 10,1 juta orang. Angka ini menurun drastis 1,7 juta orang dibanding pada 2007 yang tercatat 11,8 juta orang. Pada akhir 2009, jumlah penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas ditargetkan tinggal 7,7 juta orang.

"UNESCO menilai baik upaya dan kemajuan yang dilakukan In­donesia. Bahkan, Indonesia jadi model yang bisa diteladani untuk pemberantasan buta aksara di kawasan Asia Pasifik," kata Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan In­formal Depdiknas, dalam pertemuan mengenai persiapan Hari Aksara Internasional di Jakarta, Kamis (4/9).

Peringatan Hari Aksara Inter­nasional Ke-43 dipusatkan di Denpasar, Ball, Senin (8/9). Acara itu akan dihadiri Menteri Pendi­dikan Nasional Bambang Sudibyo dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta Swasono. Pada acara tersebut, antara lain, akan ada penyerahan Anugerah Aksara kepada tiga gubernur, delapan wali kota, dan 39 bupati yang dinilai berprestasi dalam menyukseskan program pemberantasan buta ak­sara.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:40 Read more...
 
E-mail

 

BUTA AKSARA HARUS TUNTAS 2009

Ace Suryadi  : Dirjen PLS Depdiknas

DEPARTEMEN Pendidikan Nasional (Depdiknas) terus melakukan upaya pemberantasan buta aksara yang ditargetkan selesai pada 2009. Untuk mempercepat target tersebut, Depdiknas berencana melibatkan perusahaan untuk berpartisipasi.

`"Ada 36 perusahaan. Ada perusahaan rokok, media, makanan yang punya kepedulian terhadap pendidikan keaksaraan," kata Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Ace Suryadi di Gedung Depdiknas Jakarta, kemarin.

Menurut Ace Suryadi, pada tahun 2009 nanti ditargetkan 7,7 juta orang bebas dari buta aksara. Untuk itu pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti bekerja sarna dengan organisasi kemasyarakatan Seperti Muslimat NU, Aisylyah, KOWANI, dansebagainya.

Untuk melengkapi upaya tersebut, Ace Suryadi mengharapkan perusahaan yang akan diajak kerja sama mau membantu upaya tersebut. "Sebab perusahaan merupakan bagian dari masyarakat yang juga harus membantu pemberantasan buta aksara," ujarnya. Pihaknya akan mengundang perusahaan, baik 36 perusahaan yang telah dihubungi maupun perusahaan lain untuk dltawari kerjasama. "Rencananya akhir bulan Mei ini, atau sekitar tanggal 24 kita melaksanakan pertemuan dengan mereka. Mungkin yang datang bisa 100-an perusahaan," tukasnya.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:39 Read more...
 


Page 11 of 16

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 142
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9126962
DSCF8754.jpg

Kalender & Agenda

December 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC