.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Keaksaraan
E-mail

 

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2007


BUTA HURUF DAN BUTA AKSARA

Alam kemerdekaan yang sudah menginjak 62 tahun ternyata belum mampu membebaskan masyarakat Indonesia dari buta huruf. Angka buta huruf masyarakat Indonesia hingga kini masih tinggi. Pendidikan yang sedianya menjadi media untuk membebaskan masyarakat dari buta huruf belum mampu menjawab persoalan ini. Masih banyaknya masyarakat yang belum bisa mengenyam pendidikan membuat persoalan yang (sebenarnya) fundamental ini masih saja membelit bangsa Indonesia.


Qleh ANDlSUTISNO

Bedasarkan data Biro Asia Pasifik Selatan untuk Pendidikan Orang Dewasa (South Pacific Bureau forAdultEducation),diseluruh dunia penyandang buta huruf masih pada kisaran angka satu miliar lebih. Mereka tersebar di berbagai negara berkembang, terutama Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Di Indonesia sendiri, sampai ta­hun 2004 data EPS menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang masuk kategori buta huruf usia 15 tahun ke atas masih sekitar 15,4 juta orang lebih, dimana 81,26 persen tersebar di sembilan provinsi, yaitu Jawa Timur (29,32 persen), Jawa Tengah (21,39 persen), Jawa Barat (10,66 persen), Sulawesi Selatan (6,07 per­sen), Nusa Tenggara Barat (4,29 persen), Nusa Tenggara Timur (2,51 persen), Papua (2,49 persen), Banten (2,41 persen), dan Kalimantan Barat (2,13 persen). Walaupun pada tahun 2006 data jumlah masyarakat Indonesia yang buta huruf mengalami penurunan, yaitu menjadi se­kitar 12,88 juta atau 8,07 persen dari 218,7 juta penduduk, angka ini be­lum bisa dijadikan parameter tingkat keberhasilan pengentasan ma­syarakat dari butahuruf Indonesia

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:55 Read more...
 
E-mail

Buta Huruf Capai 118 Ribu


IMDRAMAYU, Pada 2006, jumlah warga berusia antara 15-55 tahun yang mengalami buta huruf di Kabupaten Indramayu, inencapai 118.473 orang. Sebagian besar dari jumlah itu merupakan warga yang tinggal di pesisir pantai, “Warga yang buta huruf itu sebagian besar nelayan. Mereka tidak sempat memikirkan pendidikan karena sibuk melaut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi," ujar Kasi Kesetaraan Subdin Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kab Indrama­yu, Narjito, saat ditemui Republika di ruang kerjanya, Jumat (15/12).

Narjito menuturkan, Pemkab In­dramayu saat ini tengah giat memberantas tingginya angka buta huruf tersebut. Namun akibat keterbatasan dana, sambung dia, jumlah warga bu­ta huruf yang tertangani baru mencapai 50 persen.

"Warga yang buta huruf yang saat ini sedang ditangani, mencapai sekitar 55 ribu orang," ungkap Narjito. Menurut dia, dana yang dikucurkan pemerintah pusat untuk memberantas buta huruf, mencapai kurang lebih Rp 5 miliar. Dana tersebut hanya bisa dipergunakan untuk menangani war­ga yang buta huruf sebanyak 19.200 orang.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:53 Read more...
 
E-mail

 

PIKIRAN RAKYAT 15 AGUSTUS 2006

 

Buta Aksara


SEORANG remaja pria yang terbilang perlente mendadak merah padam wajahnya, setelah ditampar salah seorang siswi sebuah SMA di Kuningan. Gara-gara sebelumnya menyodorkan secarik kertas bertuliskan ajakan tak senonoh yang dibuat oleh temannya. Meskipun penyebabnya kelihatan sepele, sesungguhnya bukan masalah kecil. Pria tersebut dipermalukan di depan umum, namun justru sebaliknya dia meminta maaf kepada siswi tersebut setelah mengetahui kalau tulisan itu berisi ajakan cabul terhadap yang menerima secarik kertas tadi. Ya, gara-gara pria ganteng itu tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung alias buta aksara.

Ngamong-ngamong soal buta aksara, memang masih sangat memprihatinkan, karena sampai saat ini di masing-masing daerah, mereka yang buta aksara masih banyak. Seperti yang diakui Kasubdit Kesetaraan Pendidikan Menengah, Elih Sudiapermana, usai menyaksikan pencanangan gerakan nasional percepatan penuntasan pemberantasan buta aksara dan pembukaan kemah bakti Pen­didikan Luar Sekolah (PLS) seKab. Kuningan di Bumi Perkemahan Darmam, beberapa wakhi lalu. Saat ini warga yang buta aksara di seluruh Indonesia meiicapai 15,6 juta orang, terutama mereka yang berusia antara 15 sampai den-gan 44 tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 persen di antaranya adalah perempuan. Terutama mereka yang hidup di daerah-daerah perdesaan dan secara ekonomis tergolong miskin.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:51 Read more...
 
E-mail

 

 

Buta aksara masih tinggi

Oleh buranudin bella

Buta aksara di Indonesia tak bisa dibilang kecil. Hingga akhir 2009, populasi buta aksara masih sekitar 8,7 juta atau 5,3 persen penduduk berusia di atas 15 ta-hun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar di atas 45 tahun64 persen di antaranya perempuan. Kenyataan ini menempatkan Indonesia satu dari sembilan ne­gara terbesar di dunia penyan­dang buta aksara. Selain Indone­sia, delapan'negara lainnya adalah India, Pakistan, Cina, Meksiko, Bangladesh, Mesir, Brasil, dan Nigeria.

Kemajuan sebuah daerah tidak berbanding lurus dengan pemerataan kesempatan masyarakat dalam mengenal huruf. Tiga provinsi di Jawa justru penyumbang terbesar angka buta aksara di negeri ini.

Data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menujukkan, hingga akhir 2009 tercatat 2.671.907 penduduk usia 15 tahun ke atas di Jawa Timur yang buta aksara. Di Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing 1.655.258 dan 918.471 orang.

Di luar Jawa, angka buta aksara pada rentang usia terse­but adalah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Jumlah buta aksara di kedua provinsi ini masing-masing sebanyak 549.158 dan 370.348 orang.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:48 Read more...
 


Page 10 of 16

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 113
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9126770
DSCF8803.jpg

Kalender & Agenda

December 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC