.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Keaksaraan
E-mail

 

KOMPAS 30 APRIL 2009

 

BUTA AKSARA

Insentif Uang  Saku bagi Peserta Baca-Tulis

Siapa nama saya?" tanya Bupati Karawang Dadang S Much tar kepada 10 peserta program keaksaraan fungsional (KF) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang."Pak Dadang," ujar seorang pe­serta."Dadang S Muchtar," sahut pe­serta lain dengan menyebutkan nama lengkap Bupati.

Semua tampak antusias menjawab pertanyaan. Mereka tahu de­ngan siapa berbincang. Namun, mereka terdiam ketika Bupati berujar, "Coba tuliskan nama saya dipapantulis." "Kami mikir dulu bagaimana cara menulisnya, baru berani maju, he-he-he," ujar Yati (48), warga Kampung Cilalung, Desa Mekar­jaya, Rabu (29/4), mengenang kejadian tiga tahun lalu itu.

Yati adalah satu dari puluhan peserta program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Karawang yang menerapkan metode inovasi 32 hari. Bersama sembilan tetangganya, Yati kini telah mengantongi surat keterangan melek aksara. la juga telah lancar membaca dan menulis. "Sebelumnya, program KF berlangsung selama enam bulan de­ngan 2-3 pertemuanperpekan. Adapun pada metode inovasi itu, hanyabutuh 32 hari. Setiap hari masuk dengan lama belajar 3,5 jam," tutur Eman (56), Ketua Ba-dan Perwakilan Desa Mekarjaya.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:05 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS, KAMI'S, 1 MARET 2010

 

KOMPAS, KAMI'S, 1 MARET 2010

PEMBERANTASAN BUTA AKSARA

Impian dari tepi deli

Lampu hijau menyala di perempatan Jalan Letjen Supraptodan Brigadir Jenderal Katamso, Medan, Jumat (16/2) malam. Hiruk-pikuk berbagai macam kendaraan melintas dijalanan itu. Deru suara mesin becak motor, klakson mobil angkutan umwn, sepeda motor, dan mobil pribadi bercampur baur di malam menjelang perayaan Imlek bagi warga keturunan Tionghoa. Oleh MAHDI MUHAMMAD

Sekitar 50 meter ke arah tenggara, tidak jauh dari perempatan itu, di mulut gang yang biasa disebut Gang Galon Lama, beberapa pemuda asyik nongkrong di waning makan. Berbaur bersama masyarakat sekitar, termasuk penarik becak dan ojek, mereka asyik menonton siaran televisi.

Berbanding terbalik dengan pemandangan di jalan dan di muka gang, sekitar 100 meter berjalan masuk ke dalam gang, lebar jalan semakin menyempit. Beberapa perempuan paruh banya terlihat berkumpul di sebuah rumah bercat kuning. Beberapa di antaranya mengenakan daster berrmotif kembang. Ada juga yang menggunakan daster dikombinasikan kain sarung.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:04 Read more...
 
E-mail

 

PIKIRAN RAKYAT 30 SPTEMBER 2010

 

Hari Gini masih buta huruf?

Oleh SAHALA TUA SARAGIH

SEORANG bapak berusia kurang lebih 45 tahun, tampak sedang asyik membaca koran di salah satu warung di pusat Kota Bandung sambil menikmati segelas kopi. Rupanya ada seorang laki-laki lain yang sebaya dengannya, memperhatikan cara si bapak itu membaca ko­ran. "Punten, Pa, kok baca korannya terbalik?" tanyanya po­los. "Oh, ya, ya, enggak sadar. Lagi ngantuk sih..." jawabnya malu-malu sambil membenarkan posisi koran di kedua tangannya.

Sesungguhnya si bapak itu memang masih menderita buta huruf (aksara). Dia memang dapat mengenal nilai satuan uang, tetapi sebenarnya dia tak mampu membaca tulisan dan angka yang tertera pada lembar/keping uang rupiah.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:03 Read more...
 
E-mail

 


Gubernur: Kemampuan Baca-Tulis Masih Rendah


BANDUNG, KOMPAS - Ke­mampuan baca-tulis  penduduk Jawa Barat hingga kini masih rendah. Penyebabnya adalah keeng-ganan mengeluarkan uang untuk membeli buku, kurangnya ketersediaan buku bacaan, dan kesulitan mendapatkan akses membaca. "Dari data Badan Pusat Statistik Jabar tahun 2007 terlihat adanya indikasi budaya baca dan tulis belum menjadi kebutuhan utama," kata Gubernur Jabar Ahmad ': Heryawan dalam sambutan pembukaan Kompas Gramedia Fair(KGF) 2009 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Rabu (29/4).Gubernur mengatakan, sejauh ini Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan beberapa upaya untuk meminimalkan, antara lain pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis dalam rangka Jabar bebas putus jenjang sekolah.

Akan tetapi, langkah itu tidak cukup. Gubernur berharap kenda­la tersebut diminimalkan dengan bantuan swasta, contohnya de­ngan pelaksanaan KGF 2009 yang menjual buku-buku bermutu de­ngan harga murah. KGF 2009 di-harapkan bisa menjangkau sebagian besar masyarakat Jabar guna  meningkatkan   minat baca.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:02 Read more...
 


Page 8 of 16

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,796
  • Sedang Online 87
  • Anggota Terakhir Dr. Ahmad Syawqi, S.Ag, S.IPI, M.Pd.I

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9122469
DSCF8798.jpg

Kalender & Agenda

October 2019
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC