.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Keaksaraan
E-mail

 

PIKIRAN RAKYAT 10 JULI 2007

 

Jumlah Buta Aksara Tersisa 7.000 Orang


KUNINGAN, (PR).-

Jumlah buta aksara di wilayah Kab. Kuningan saat ini masih tersisa sekitar 7.000 dari jumlah keseluruhan 24.772 oxang sesuai data dari dinas pendidikan (disdik) setempat pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut setelah disdik melakukan berbagai kiat, termasuk dukungan dana, baik dari APBD provinsi maupun kabupaten. "Pada tahun 2008 mendatang, Kuningan harus terbe­bas dari buta huruf, sesuai program penuntasan dan percepatan buta aksara. Upaya tersebut memang tidak mudah. Oleh karenanya diperlukan kesungguhan dan kerja keras para petugas PLS dan guru pamong di lapangan dalam menangani permasalahan tersebut," kata Kadisdik Kab. Kuningan, Drs. H.E. Kuswandy A. Marfu, M.Pd., melalui Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Drs. Imanudin WS, Jumat (8/6).

Diakui Imanudin, proses dalam penurunan angka terse­but bufcan hal yang mudah. Oleh karenanya, petugas PLS yang ada di masing-masing kecamatan harus terus mengupayakannya secara maksimal dalam melakukan kegiatan sebagaimana yang telah diprogramkan. Tidak lama lagi, setidak-tidaknya sebanyak tiga dari 32 kecamatan yang ada di Kab. Kuningan akan mendeklarasikan bebas buta aksara.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:15 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS 7 SEPTEMBER 2006

 

Jangan Pernah Berhenti Memerangi Buta Aksara

Pendidikan Nonformal Selama Ini Terabaikan

SUBANG, KOMPAS  Jangan pernah berhent memerangi buta aksara. Dengan menggenjot pendidikan formal dan non-formal, jumlah penyandang buta huruf di Kabupaten Subang dari tahun ke tahun terus menurvn. Padahal, kabupaten ini sebelumnya merupakan salah satu kantong buta aksara di Jawa Barat, di samping Kabupaten Cirebon, Karawang, dan Indramayu.

Menurut data dari Dinas Pendi­ dikan Kabupaten Subang, angka buta huruf penduduk usia 15-44 ta­hun di Subang menurun dari 52.249jiwa pada tahun 2000, men­jadi 43.675 jiwa tahun 2002,35.102 jiwa tahun 2004, dan 31.205 jiwa pada tahun 2005.Sebaliknya, angka melek aksara penduduk usia 15 tahun terus meningkat Pada tahun 2000, angka melek aksara mencapai 51,45 persen. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 69,64 pada tahun 2002,88,74 tahun 2004, dan 95,75 pada tahun 2005. "Angka buta huruf terus menurun dan angka melek huruf meningkat dari tahun ke tahun, tetapi yang perlu dilakukan sekarang adalah mengupayakan agar tujuan bebas buta aksara bisa lebih cepat terealisasi," ujar Makmur Sutisna, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Rabu (6/9).

Menurut dia,beragam upaya harus ditempuh untuk mempercepat realisasi bebas buta aksara Upaya itu bisa digenjot, baik melalui jalur pendidikan formal maupun non-formal. Terabaikan la menambahkan, target bebas buta huruf pada tahun 2009 yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat perlu ditindak lanjuti dengan langkah nyata di daerah. Caranya antara lain dengan mengoptimalkan pendidikan jalur nonformal.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:14 Read more...
 
E-mail

 

KORAN TEMPO 24  AGUSTUS 2005

 

JALAN BERLIKU MENGENALKAN BACA TULIS

Hasil penelitian Lingkaran pendidikan Alternatif  Pe­rempuan (Kapal Perempuan) tiga tahun lalu membuat sri endras iswariniterenyak.aktivitas LSM pemberdayaan perempuan ini  tak percaya dengan temuan rekan-rekannya di Klender dan Kalimati di Jakarta Timur. Hari gini masih ada perempuan buta huruf di Jakarta?

.Ya; perempuan yang buta aksara   pada usia produktif  kalder dan Kalimati itu memang kisah nyata. Benar-benar terjadi di salah satu pojok di tengah gemerlap Jakarta. Dan Kapal Perempuan datang mengulurkan bantuan. LSM yang memberdayakan pe­rempuan ini merancang tiga materi: pendidikan buta aksara, pen­didikan alternatif gender, dan penguatan ekonomi perempuan.

Kapal Perempuan pun meng­ajak para perempuan itu mengenal huruf satu demi satu. Pada awalnya memang tak mudah. "Sebelum mengajak mereka bersekolah, kami tinggal dulu dengan mereka selama tiga bulan," kata Sri Endras, Koordinator Advokasi Pendidikan Kapal Perempuan.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:13 Read more...
 
E-mail

 

PIKIRAN RAKYAT 27 JANUARI  2007

 

Jabar kurangi Buta Aksara 25.000 Per Tahun

BANDUNG, (PR).-


Jawa Barat harus dapat mengurangi jumlah buta aksara 250.000 orang dalam setahun (2007). Jumlah tersebut, diharapkan dapat me­ngurangi jumlah total 1,4 juta orang buta aksara yang masih tersisa di Jawa Barat. Dirjen PLS Depdiknas Ace Suryadi menyampaikan hal tersebut kepada "PR" di sela-sela kegiatan sosialisasi pendidikan kesetaraan di Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BP-PLSP) Regional II Jaya giri Lembang, Kamis (25/1).Ace menyebutkan, Jawa Barat masih menempati posisi ketiga nasional terbanyak dalam jumlah buta aksara, atau 10% dari jumlah total nasional." Jumlah buta aksara terbanyak nasional ditempati  Jawa Timur diikuti Jawa Tengah.

Bila dilihat dari skala nasio­nal, kata dia, masih terdapat 10 provinsi menyumbang bu­ta aksara terbanyak. Yaitu Jatim, Jateng, Jabar, Sulsel, NTB, NTT, Papua, Bali, dan Yogyakarta. Untuk Jawa saja, jumlah buta aksara mencapai 70% dari jumlah total.

Untuk mengurangi jumlah tersebut, pemerintah melakukan pemerataan dengan cara mengambil alih koordinasi pemberantasan buta aksara nasional. Dengan mencanangkan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara yang dikoordinasikan langsung Mendiknas melalui pendekatan vertikal dan horisontal.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:07 Read more...
 


Page 7 of 16

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,796
  • Sedang Online 68
  • Anggota Terakhir Dr. Ahmad Syawqi, S.Ag, S.IPI, M.Pd.I

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9122329
DSCF8754.jpg

Kalender & Agenda

October 2019
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC