.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Keaksaraan
E-mail

 

MEDIA INDONESIA SENIN, 7 APRIL 2008

Mendiknas Menuai Kritik Perihal Buta Aksara

BOYOLALI (Ml): Dampak lain desentralisasi ialah daya kritis aparat di daerah terhadap pejabat pusat. Kali ini, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menuai kritik pedas dari aparat peme-rintahan di daerah karena dinilai lebih banyak pereaya kepada laporan yang disampaikan bawahannya.

Kritikan itu disampaikan apa­rat desa kepada Mendiknas saat menjadi pemateri dalam Kongres Gerakan Ekonomi Masyarakat Desa di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, kemarin.

Salah satunya datang dari Kar­sidi, Kepala Desa Karanggayam, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di hadapan ribuan kepala desa, lurah, dan kepala dusun peserta kongres yang berasal dari 1.000 desa se Jawa Tengah, Karsidi, dengan lantang mempertanyakan pro­gram penuntasan buta aksara yang selama ini dikatakan telah cukup berhasil. Padahal, faktanya jurnlah warga yang tidakbisabaca, tulis, dan berhitung khususnya di desa-desa dirasakan masih sangat tinggi. Mungkin di kantor Bapak di Jakarta Sana selalu menerima la­poran bahwa desa-desa sekarang sudah bebas buta aksara. Pada­hal, itu hanya pesanan dari atas. Lihat saja Temanggung, daerah asal Bapak, dan Jawa Tengah khu­susnya masih banyak warga yang buta huruf," kata Karsidi disambut riuh peserta lain yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 10:05 Read more...
 
E-mail

 

TEMPO 7 SEPTEMBER 2006

 

Mempercepat Langkah Menuju terang

Hanya dalam hitungan hari, tepatnya 9 September 2006, puncak peringatan hari aksara internasional kembali digelar di Tanah Air. Acara dengan tema Percepatan Pemberantasan Buta Aksara yang dilaksanakan di Probolinggo, JawaTimur, tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pen­didikan Masional, dengan mengundang para gubernur dan bupati/walikota penerima Anugrah Aksara dan berbagai instansi terkait. Sebelumnya, tanggal 6-8 September 2006 Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) akan menyelenggarakan temu nasional sehubungan dengan te­ma tersebut.

Direktur jenderal Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Na­sional (Depdiknas} Ace Suryadi mengatakan, penyelenggaraan acara ter­sebut merupakan salah satu rangkai­an keterlibatan Indonesia dalam prog­ram UNESCO. Pendidikan keaksaraan merupakan salah satu tujuan yang ditetapkan dalam Education for All yang telah menjadi komitmen dari sekitar 199 anggota aktif U N ESCO.

Mengacu kepada tema acara yang digelarkali ini, Ace memaparkan bahwa saat ini pemerintah memangtengah gencar melaksanakan berbagai program pemberantasan buta aksara di Tanah Air. Hal tersebut tidak terle-pas dari target yang telah ditetapkan UNESCO untuk mengurangi jumlah penduduk dunia yang tercatat sekitar 771 juta orang mengalami buta ak­sara menjadi setengahnya pada akhir tahun 2015. Target lebih menantang lagi di Tanah Air, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) 2004-2009 serta rencana strategis Departemen Pendidikan Nasional, buta aksara di Tanah Air akan dikurangi menjadi setengah dari angka 10.21% pada tahun 2004 menjadi 5% pada akhir tahun2009.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 10:04 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA 8 AGUTUS 2008

 

Melek  Aksara Fungsional

HARI ini dunia memperingati Hari Aksara Internasional ke-43. Bagi Indonesia, hari aksara selalu dikaitkan dengan statistik jumlah penyandang buta huruf. Statistik buta aksara bukan sekadar deretan angka. la bisa bermakna politik. Angka itu bisa menjadi indikator untuk mengukur beres tidaknya pemerintah mengurus anak bangsa. la bisa menja­di petunjuk untuk melihat kemajuan sosial dalam konteks yang lebih besar.Buta aksara sangat terkait dengan tingkat kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, serta ketidakberdayaan suatu bangsa. Kegagalan mengatasi buta aksara, sama saja dengan membiarkan keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan.

Tahun ini pemerintah mengklaim buta aksara tinggal 10,1 juta orang. Jumlah itu menurun drastis 1,7 juta orang jika dibanding dengan 11,8 juta orang pada 2007. Pada akhir 2009, jumlah penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas ditargetkan tinggal 7,7 juta orang.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 10:02 Read more...
 
E-mail

 

kompas

 

PENDIDIKAN

Lampung Wilayah Merah Buta Aksara

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Provinsi Lampung tergolong daerah merah buta aksara di Sumatera. Di provinsi berpenduduk tujuh juta jiwa itu terdapat 390.000 warga yang belum bisa membaca dan menulis. Penyandang buta aksara umumnya bermukim di kantong-kantong kemiskinan daerah terpencil di Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Lam­pung Barat. "Pada 2009, Lampung berusaha mengurangi angka buta aksara hingga tujuh persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Lampung Her-ihansyah dalam acara percepatan pemberantasan buta aksara di Bandar Lampung, Sabtu (ll/S), Tahun ini, sebanyak 48.390 warga telah terbebas dari buta aksara. Adapuii tahun lalu sebanyak 125.603 orang.

Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:56 Read more...
 


Page 5 of 16

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,794
  • Sedang Online 64
  • Anggota Terakhir CECEP ABDUL AZIS HAKIM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9110639
DSCF8803.jpg

Kalender & Agenda

June 2019
S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC