.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      SUMBER : PIKIRAN RAKYAT  2 JANUARI 2007


      Siapa Berani

      Melawan Buta Huruf?


      Keberhasilan Kabupaten Indramayu Dapat Menjadi Lokomotif di Jabar

      SETIAP meraih keutamaan hidup, para satria Pandawa haras menempuh berbagai laku. Salah satu­nya adalah mengalahkan para buta (raksasa). Setelah mampu mengalahkan para buta inilah, para Pandawa akan meraih kebahagiaan dan keberuntungan, terutama mengalahkan para Kurawa, yang merapakan lambang keangkaramurkaan.

      Dalam kehidupan kontemporer, suatu masyarakat akan mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan jika mampu mengalahkan jenis buta yang satu ini, yaitu buta huruf dan buta aksara. Pada zaman ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang, tidak mungkin suatu masyarakat mampu memenangkan kompetisi tanpa penguasaan iptek itu. Persoalannya, bagaimana mungkin suatu masyarakat menguasai iptek jika mereka membaca, menulis, dan berhitung pun ti­dak mampu.

      Membaca, menulis, dan ber­hitung (calistung) inilah merupakan pekerjaan rumah (PR) paling utama dalam dunia pendidikan di tanah air. Amanat UUD 1945 agar APBN dan APBD menganggarkan 20% untuk pendidikan merupakan modal utama memberikan semangat para pengelola pendi­dikan untuk segera menuntaskan kemampuan literacy ini.

       

      Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota, kini giat menuntaskan program wajib belajar pen­didikan dasar (wajar dikdas) sembilan tahun sebagai manifestasi pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Berbagai upaya ditempiih agar semua warga Jawa Barat mengenyam pendidikan yang memadai. Sa­lah satunya dengan memberi­kan beasiswa kepada siswa yang tidak mampu. Pemprov Jabar menargetkan angka partisipasi murni (APM) pendidik­an mencapai 95,8% untuk sekolah dasar (SD)/madrasah ibtidaiah dan 73,3% untuk sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP)/madrasah tsanawiah (MTs). APM adalah indeks un­tuk mengukur partisipasi pen­didikan.

      Salah satu daerah yang cukup menarik untuk program penuntasan wajar dikdas ada­lah Kabupaten Indramayu. Maklum, Indramayu dikenal sebagai daerah pemasok wanita tuna susila (WTS). Berbagai lokalisasi terkenal dipasok wanita asal Indramayu. Di Saritem, lokalisasi di Bandung misalnya, sebanyak 80% WTS-nya memiliki kartu tanda penduduk (KIT) Indramayu. Para WTS asal Indramayu juga menyerbu berbagai tempat hiburan di Jakarta, Batam, Tanjung bale Karimun, Pulau Bintan, dan lain-lain.

      Dalam berbagai studi, pelacuran sangat berkait dengan kerniskinan dan kebodohan. Pada kenyataannya, Indramayu saat ini memiliki warga negara yang buta huruf sebanyak 18.000 orang. Karena itu, Kabupaten Indramayu, memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan dasar, sehingga salah satu prog­ram unggulannya adalah pe­nuntasan wajar dikdas 9 tahun. Tahun 2004/2005, angka partisipasi kasar (APK) SD/MI cukup tinggi, yaitu 99,28% dan angka partisipasi murni (APM) mencapai 94,46%.

      Jumlah siswa di Indramayu dan usia 7-12 tahun SD dan MI masing-masing sebanyak 212.-163 dan 201.871 orang yang ter-sebar di 955 SD dan 117 MI diseluruh kelurahan/desa.         Jum­lah SD dan MI seluruhnya 1.072 lembaga. Untuk menampung siswa sebanyak itu tersedia ruang kelas 6.150 raang de­ngan rincian 5.542 ruang kelas SD atau 90,11% dan 608 ruang kelas MI atau 9,89% dengan jumlah rombongan belajar atau kelas 7.426 kelas dengan rinci­an 6.728 kelas SD atau 90,60% dan 698 kelas MI atau 9,40%. Berarti teradapat shift 1,21 pada SD dan 1,15 pada MI.

      Soal buta huruf, Indramayu memiliki 18.000 buta huruf. Untuk menangani masalah ini, telah dibentuk 34 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), namun sayang ini baru menangani sekira 5.000 orang buta huruf. Meski demikian, sebagian masyarakat juga berupaya membantu pemerintah menangani masalah mendasar ini. Salah satunya yang dilakukan Yayasan Creatif Generasi Muda Indonesia.

      Yayasan ini sejak Juli 2006  melakukan proses belajar mengajar bagi para warga belajar  khususnya untuk Paket A dan B, di Kecamatan Bongas, salah satu sentra pengirim WTS ke berbagai daerah. Sebagai lem baga swasta, yayasan ini pun berupaya mengajukan proposal kepada pemerintah agar lebih optimal dalam mengentaskan buta huruf dan buta aksara ini. Misalnya, mereka mengajukan bantuan kepada Depdiknas dan Pemprov Jawa Barat.

      "Meskipun yayasan ini memiliki 34 PKBM, namun yang disetujui hanya 3 PKBM, Ini berarti hanya dapat digunakan untuk membantu bagi 80 orang dalam proses belajar-mengajar," kata Ciptara, S.Pd, salah seorang Ketua PKBM di Bongas.

      Guru SD Negeri Cipaat, Kecamatan Bongas ini melihat semangat pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah untuk menuntaskan program wajar dikdas 9 tahun. Meski demikian, dalam implementasinya masih tersendat-sendat, terutama dalam pendanaan. Meski demikian, ia optimis, jika semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, daerah dan komponen masyarakat berkerja sama menuntaskan wajar dikdas ini, maka tingkat pendidikan masyarakat akan meningkat. Dengan demikian, pada gilirannya pengiriman WTS dengan sendirinya akan berkurang.

      Sebagai pelaksana di lapangan, Ciputra mengungkapkan bahwa masyarakat penyandang buta huruf selama ini merasa senang untuk belajar. Meskipun sebagian merasa malu untuk mengakui bahwa dirinya buta huruf, namun saat mulai mampu membaca dan menulis, me­reka justru kelihatan bahagia.

      Ditilik dari APBD 2007, Kabupaten Indramayu cukup se­rius dalam menangani pendidikan. Dari APBD 2007 yang ditetapkan Rp 956 miliar, sebanyak 39% dialokasikan untuk untuk sektor pendidikan.

      Persoalannya, seberapa besar Pemkab Indramayu secara serius memberantas buta hu­ruf, terutama pada tataran aplikasi? Jika Indramayu secara bersungguh-sungguh menyelesaikan masalah sosial yang mendasar ini, niscaya Indra­mayu akan menjadi lokomotif bagi daerah lain di bidang pendidikan. Bahkan stigma "pemasok WTS" suatu waktu akan hilang. Kita pantas berharap-harap, meskipun cemas. Siapa berani melawan buta huruf? (Wakhudin/"PR")***

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 10:19  

      Items details

      • Hits: 741 clicks
      • Average hits: 8.4 clicks / month
      • Number of words: 1150
      • Number of characters: 9367
      • Created 7 years and 4 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 4 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,794
      • Sedang Online 70
      • Anggota Terakhir CECEP ABDUL AZIS HAKIM

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9110346
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      June 2019
      S M T W T F S
      26 27 28 29 30 31 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29
      30 1 2 3 4 5 6

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC