.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      PIKIRAN RAKYAT 7 0KTOBER 2006

       

      PENDIDIKAN DAN MELEK HURUF BAGI PEREMPUAN

      "Membaca banyak manfaatnya, tidak membaca de­kat dengan ke-bodohan. Kebodohan amat dekat dengan kemiskinan".

      DEMIKIAN kurang lebih bunyi iklan salah satu surat kabar yang disampaikan oleh Tantowi Yahya. Kemiskinan yang dimaksud pastinya bukan hanya miskin secara materi. Orang yang jarang membaca pasti miskin informasi. Begitu pentingnya informasi di zaman ini hingga dijuluki sebagai era informasi (bandingkan dengan era pertanian dan era industri).

      Pialang saham yang memiliki in­formasi perkembangan suatu perusahaan akan dapat mengambil keputusan dengan tepat. Petani yang tahu informasi tanaman bibit unggul tidak akan mudah tertipu. Ibu yang tahu informasi tentang gizi keluarga akan menjaga asupan'pangan dengan baik.

      Pendek kata, informasi akan membantu seseorang dalam menolong dirinya sendiri, dan dalam jang-ka panjang serta secara tidak langsung hal ini akan berimplikasi pada perihal materi.

      Informasi dapat diperoleh melalui media cetak dan elektronik. Salah sa­tu keunggulan media cetak (koran, majalah, buku) adalah dapat disimpan, dibawa ke berbagai tempat dan ditelaah berulang-ulang saat diperlu-kan. Sebenarnya media elektronik seperti compact disc (CD) pun dapat diperlakukan sama, namun penggunaannya belum seluas media cetak karena memerlukan perangkat khusus dan belum semua orang menguasai teknologi dalam menggunakannya. Dengan kata lain, untuk sa­at ini media cetak memegang peranan penting sebagai sumber informa­si.

       

      Untuk memahami media cetak, mutlak diperlukan kemampuan membaca. Sementara itu data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyebutkan bahwa jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang masih bu­ta aksara tercatat sekira 1,5 juta orang atau 12 persen dari penduduk buta huruf di Indonesia yang diperkirakan berjumlah sekira 15,3 juta orang. "Prestasi" ini menempatkan Jawa Barat sebagai peringkat ke-3 terbanyak setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

      Hal yang amat memprihatinkan adalah kenyataan bahwa dua pertiga dari penyandang buta aksara (berdasarkan data nasional) adalah kaum perempuan. Kenyataan ini dapat dipahami karena pada kebanyakan ke­luarga berpenghasilan rendah, kesempatan bersekolah lebih diprioritaskan untuk anak laki-laki daripada anak perempuan. Buat apa anak pe­rempuan sekolah (tinggi-tinggi) ka­rena pada akhirnya akan masuk dapur juga!

      Padahal perempuan memiliki pe-ran sentral dalam keseharian. Umumnya anak-anak lebih dekat kepada perempuan. Apalagi bagi pe­rempuan yang seratus persen berperan sebagai ibu rumah tangga. Mendidik anak memang dapat mengikuti tuntunan naluri keibuan atau infor­masi secara lisan yang disampaikan secara turuntemurun dari orang tua, namun banyak pengetahuan yang dapat diperoleh dari bacaan yang merapakan informasi mutakhir dalam mendidik anak.

      Perempuanlah yang menyiapkan menu makanan, anak menjadi sehat dan cerdas tergantung dari perem­puan. Kebiasaan akan kebersihan lingkungan dibiasakan oleh ibu (pe­rempuan). Demikian juga dengan budi pekerti anak. Bayangkan bila pe­rempuan dengan peran yang demikian kompleks ternyata buta aksara. Sementara tugasnya adalah mempersiapkan anak-anak yang akan mengendalikan Indonesia di masa depan? Apa jadinya bila perempuan hanya mengerti berdandan, lebih mengutamakan rnembeli perhiasan daripada membeli susu untuk anaknya? Atau bahkan perempuan yang tidak bisa menolong dirinya sendiri.

      Secara geografis, kantong-kantong buta aksara kebanyakan terdapat di daerah-daerah pinggiran yang sulit diakses sarana transportasi. Di dae-rah seperti ini umumnya angka drop out masih tinggi karena kemiskinan. Daya tampung sekolah rendah, letak geografis dan kultur masyarakat yang belum memprioritaskan pendidikan. Siswa yang drop out sebelum memiliki kemampuan membaca merupakan potensi penyandang buta aksara. Pemberantasan buta aksara harus mendapatkan perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah.***

      Penulis, Guru Pembimbing MTs. Negeri 2 Kota Bandung.

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 10:10  

      Items details

      • Hits: 319 clicks
      • Average hits: 3.3 clicks / month
      • Number of words: 764
      • Number of characters: 6220
      • Created 8 years and 0 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 8 years and 0 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,799
      • Sedang Online 117
      • Anggota Terakhir Messa Rahmania

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9133804
      DSCF8803.jpg

      Kalender & Agenda

      February 2020
      S M T W T F S
      26 27 28 29 30 31 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC