.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      MEDIA INDONESIA SENIN, 7 APRIL 2008

      Mendiknas Menuai Kritik Perihal Buta Aksara

      BOYOLALI (Ml): Dampak lain desentralisasi ialah daya kritis aparat di daerah terhadap pejabat pusat. Kali ini, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menuai kritik pedas dari aparat peme-rintahan di daerah karena dinilai lebih banyak pereaya kepada laporan yang disampaikan bawahannya.

      Kritikan itu disampaikan apa­rat desa kepada Mendiknas saat menjadi pemateri dalam Kongres Gerakan Ekonomi Masyarakat Desa di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, kemarin.

      Salah satunya datang dari Kar­sidi, Kepala Desa Karanggayam, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di hadapan ribuan kepala desa, lurah, dan kepala dusun peserta kongres yang berasal dari 1.000 desa se Jawa Tengah, Karsidi, dengan lantang mempertanyakan pro­gram penuntasan buta aksara yang selama ini dikatakan telah cukup berhasil. Padahal, faktanya jurnlah warga yang tidakbisabaca, tulis, dan berhitung khususnya di desa-desa dirasakan masih sangat tinggi. Mungkin di kantor Bapak di Jakarta Sana selalu menerima la­poran bahwa desa-desa sekarang sudah bebas buta aksara. Pada­hal, itu hanya pesanan dari atas. Lihat saja Temanggung, daerah asal Bapak, dan Jawa Tengah khu­susnya masih banyak warga yang buta huruf," kata Karsidi disambut riuh peserta lain yang hadir dalam pertemuan tersebut.

       

      Tidak cuma itu, Karsidi bahkan dengan terang-terangan menolak keberadaan pendidikan kesetaraan yang dinilainya berkualitas rendah. Saat menanggapi lontaran kritik Karsidi itu, Bambang menegaskan selama ini dia dan jajarannya sela­lu mencoba berprasangka baik kepada aparat yang berada di daerah Kalau kemudian ternyata laporan yang mereka terima se­lama ini tidak sesuai dengan ke-nyataan, itu artinya aparat di dae­rah, termasuk para kepala desa dan jajarannya, telah berbohong.

      "Baru sekarang saya sadar telah dibohongi. Ini akan saya teliti le­bih jauh. Kalau ternyata bohong, saya akan lapor ke Presiden bah­wa aparat desa banyak yang bo­hong," kata Mendiknas.

      Terkait dengan tuntutan agar kualitas pendidikan kesetaraan sama dengan pendidikan formal, Mendiknas menegaskan hal itu cukup sulit untuk diwujudkan.

      "Namanya saja pengganti, kalau minta sama, tentu tidak mungkin. Ini demi keadilan supaya jangan ada warga yang tidak bisa sekolah," tegasnya.

      Target Pemerintah menargetkan masalah buta aksara dapat dituntaskan pada 2009. Penyandang buta aksara pada 2006 masih sekitar 12,88 juta orang (8,07%) dan pada 2009 diharapkan bisa ditekan menjadi 7,7 juta orang (5%).

      Adapun kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam Fo­rum Dakar, Senegal termasuk Indonesia menargetkan pada 2015 penyandang buta aksara di dunia tinggal 5%. Artinya Indo­nesia berinisiatif melakukan pe­nuntasan enam tahun lebih cepat.

      Saat ini Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama sebagai provinsi yang warganya paling banyak buta aksara, yang menyumbang 29,02% jumlah bu­ta aksara di Indonesia. Disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Su­lawesi Selatan.

      Di sisi lain, pola nasional yang digunakan Depdiknas untuk memberantas buta aksara selama ini adalah mendelegasikan kepa­da organisasi kemasyarakatan, PKK, hingga instansi sampai di desa. Dana sebesar Rpl75 miliar telah dianggarkan pemerintah pusat untuk pemberantasan buta aksara secara nasional.

      Ada rencana pemerintah lebih tegas lagi untuk memberi hak ke­pada masyarakat dalam pelaksa-naan program penuntasan buta aksara. Misalnya, ada petugas yang secara khusus mendata dan memantau warga untuk mengikuti kegiatan pemberantasan buta aksara.

      Masih tingginya angka buta aksara di Indonesia disebabkan program pendidikan enam tahun tidak maksimal karena tetap ada anak usia sekolah SD dan MI yang tidak sekolah. (FR/H-1)

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 10:05  

      Items details

      • Hits: 12350 clicks
      • Average hits: 131.4 clicks / month
      • Number of words: 917
      • Number of characters: 7582
      • Created 7 years and 10 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 10 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 84
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9126699
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC