.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      Ketika Tetangga Menjadi Tutor

       



      Hayati, ketiga dari kanan menjadi tutor bagi belasan tetangganya yang masih buta aksara di pulau kondingareng di selat makasar, Sulawesi selatab,jum’at (15/8)

      Oee...! Tettere' ngasengko battu rinni. I katte ero' appilajara' ammaca siagang annulisi'. Tau ta le baka je'ne, tena nangngapa. Teamako rodong a'modei. Punna parallu ammake dastere mako antu. Tea maki' angngalingaliki, ka si-ampi balla ngaseng jaki'.

      Hampir saban hari Hayati (30) meneriakkan kalimat berbahasa Makassar semacam itu di lorong-lorong kampung.

      Oleh ESTER LINCE  NAPITUPULU dan NASRULAHNARA

      Tutor keaksaraan di Pulau Kodingareng, salah satu pulau di Selat Makassar, Sulawesi Selatan, itu tak menge-nal lelah untuk mengingatkan tetangganya yang masih buta ak­sara untuk belajar."Hei...! Bergegaslah kalian ke sini! Kita mau belajar membaca dan menulis. Yang belum sempat mandi tidak masalah. Tidak usah dululah berdandan. Toh, kita ini semua tetanggaan, kok," ujar Hayati tidak sabar saat melihat warga belajar lamban berdatangan ke rumahnya pada suatu siang akhir Agustus lalu.

      Ibu rumah tangga lulusan SMA, yang asli Pulau Koding­areng itu, mencoba mengetuk hati tetangganya untuk belajar mengenal aksara di rumahnya. Kolong rumah panggung kayu yang sederhana itu akhirnya hampir saban hari didatangi anak-anak putus sekolah, gadis-gadis remaja yang tak pernah mengenyam pendidikan di  bangku sekolah dasar, ibu-ibu rumah tangga, dan bapak-bapak, untuk mengenal aksara. Mereka tak lain adalah tetangga dekat Hayati yang mulai tersadarkan akan perlunya mengenal aksara.

       

      Saat belajar, Hayati membe-rikan contoh-contoh kontekstual. Misalnya, bagaimana mungkin bisa untung dalam menja-jakan dagangan kalau semua yang berutang tak tercatat dengan baik.

      Untuk menyemangati anak-anak muda yang buta aksara karena berhenti sekolah, Hayati punya candaan sendiri yang mumpuni untuk memancing ketekunan belajar. "Bagaimana kalian bisa berkirim SMS kepada pacar kalau tidak bisa membaca. Bisa-bisa kalian cuma dipermainkan pacarmu," kata Hayati seraya tertawa.

      Lebih efektif

      Hayati hanyalah salah satu contoh "tutor tetangga" yang mulai dikembangkan dalam pemberantasan buta aksara untuk masyarakat pesisir, pulau, dan suku terasing di Sulawesi sejak tahun 2006. Cara ini dinilai lebih efektif karena mampu mempersingkat pembelajaran yang biasanya butuh waktu enam bulan menjadi hanya 2-3 bulan. Sebanyak 180 warga Pulau Kodingareng yang buta aksara dinyatakan tuntas pelajar-annya untuk tingkat dasar, dengan indikator setidaknya bisa menulis nama sendiri.

      Bagi Hajjah Fuji (47), warga Desa Bontoala, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa, diajar tetangga sendiri untuk mengenal aksara membuatnya merasa nyaman. Meskipun pada awal belajar selalu membawa handuk untuk mengelap keringatnya akibat tegang, Fuji mensyukuri kemampuannya yang sudah bisa membaca sejak tahun 2006.

      Lain lagi pengalaman Singara (35), buruh pemotong padi di Kecamatan Sombu Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ibu tiga anak yang tidak pernah duduk di bangku sekolah karena keluarganya sangat miskin itu tidak kuasa membendung tangis saat dia akhirnya bisa menulis sendiri namanya dalam dua bulan belakangan ini. "Kenapa Bapakku tidak kasih sekolah dari dulu. Padahal, belajar membaca itu tidak susah," kata Singara tersedu-sedu. Singara bergegas meninggalkan sawah setiap kali terdengar panggilan dari masjid untuk belajar.

      Tutor tetangga

      Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI) Regional V Makassar Djajeng Baskoro mengatakan, pemberantasan buta aksara dengan tutor tetangga atau dinamakan balibolae tersebut berangkat dari evaluasi program pemberantasan buta aksara untuk masyarakat pesisir, pulau, dan suku terasing di Sulawesi Selatan yang dinilai hasilnya tidak optimal. Padahal, Sulawesi Selatan termasuk dalam 10 besar provinsi yang merupakan kantong buta aksara terba-nyak dengan jumlah sekitar 700.000 orang.

      Dengan model pendekatan balibolae (dalam bahasa Bugis artinya: tetangga), atau si ampi balla (dalam bahasa Makassar), pemberantasan buta aksara jadi lebih fleksibel, sesuai kondisi lokal, serta lebih efektif.

      Tutor direkrut dari tetangga di sekitar warga buta aksara. Berapa pun jumlah warga buta aksara di suatu lokasi tetap dilayani. Jika mengacu pada aturan pu-sat, pembelajaran baru bisa dilakukan jika ada 10 warga belajar. Akibatnya, warga buta aksara yang siap belajar tapi tidak mencapai jumlah yang ditetapkan, tidak terlayani. "Akhirnya, daerah memang perlu mengembangkan inovasi sendiri yang pas dengan yang dibutuhkan masyarakat yang hendak dilayani," kata Djajeng.

      Penyampaian metode membaca, menulis, dan menghitung untuk warga buta aksara dari beragam usia tersebut menggunakan bahasa daerah. Materi ajar disesuaikan dengan apa yang ada di sekitar rumah dan lingkungan warga.

      Dengan pendekatan balibolae ini, pemberantasan buta aksara untuk warga suku Kajang yang masih kental memegang tradisi bisa lebih mudah diterima. Karena itu, tutor balibolae akan terus diperluas sehingga warga buta aksara di Sulawesi bisa lebih cepat terlayani, terutama mereka yang masuk dalam kategori usia produktif.

      Berdasarkan data dari Pembangunan Pendidikan Nasional 2005-2007 yang dikeluarkan Departemen Pendidikan Nasional, warga buta aksara saat ini berjumlah sekitar 11,8 juta orang. Sebanyak 17 provinsi masih memiliki jumlah penyandang buta aksara melampau target nasional di atas 5 persen.

      Bisa jadi inilah model atau metode yang paling efektif untuk memberantas "penyakit kronis" buta aksara yang sulit diberantas selama puluhan tahun....        .       .

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:52  

      Items details

      • Hits: 225 clicks
      • Average hits: 2.4 clicks / month
      • Number of words: 1356
      • Number of characters: 11388
      • Created 7 years and 10 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 10 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 96
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9126641
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC