.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      KOMPAS 7 SEPTEMBER 2006

       

      Jangan Pernah Berhenti Memerangi Buta Aksara

      Pendidikan Nonformal Selama Ini Terabaikan

      SUBANG, KOMPAS  Jangan pernah berhent memerangi buta aksara. Dengan menggenjot pendidikan formal dan non-formal, jumlah penyandang buta huruf di Kabupaten Subang dari tahun ke tahun terus menurvn. Padahal, kabupaten ini sebelumnya merupakan salah satu kantong buta aksara di Jawa Barat, di samping Kabupaten Cirebon, Karawang, dan Indramayu.

      Menurut data dari Dinas Pendi­ dikan Kabupaten Subang, angka buta huruf penduduk usia 15-44 ta­hun di Subang menurun dari 52.249jiwa pada tahun 2000, men­jadi 43.675 jiwa tahun 2002,35.102 jiwa tahun 2004, dan 31.205 jiwa pada tahun 2005.Sebaliknya, angka melek aksara penduduk usia 15 tahun terus meningkat Pada tahun 2000, angka melek aksara mencapai 51,45 persen. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 69,64 pada tahun 2002,88,74 tahun 2004, dan 95,75 pada tahun 2005. "Angka buta huruf terus menurun dan angka melek huruf meningkat dari tahun ke tahun, tetapi yang perlu dilakukan sekarang adalah mengupayakan agar tujuan bebas buta aksara bisa lebih cepat terealisasi," ujar Makmur Sutisna, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Rabu (6/9).

      Menurut dia,beragam upaya harus ditempuh untuk mempercepat realisasi bebas buta aksara Upaya itu bisa digenjot, baik melalui jalur pendidikan formal maupun non-formal. Terabaikan la menambahkan, target bebas buta huruf pada tahun 2009 yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat perlu ditindak lanjuti dengan langkah nyata di daerah. Caranya antara lain dengan mengoptimalkan pendidikan jalur nonformal.

       

      Menurut dia, selama ini pendi­dikan 'jalur nonformal masih terabaikan dan kurang perhatian. Padahal, melalui jalur tersebut para penyandang buta huruf lebih mudah difasilitasi.

      Sebagian besar penyandang bu­ta huruf tinggal di daerah-daerah terpencil dengan sarana dan prasarana minim. Selain itu, mereka umumnya memiliki keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, upaya pendidikan melalui jalur non formal menjadi sangat penting untuk memberantas buta huruf."Upaya pemberantasan akan le­bih mudah diupayakan melalui ja­lur nonformal. Kita bisa memanfaatkan majelis taklim, madrasah, pondok pesantren, organisasi warga, serta posyandu sebagai ajang pendidikan," ujarnya.

      Pemerintah daerah bisa memasukkan kurikulum pendidikan ke beberapa lembaga tersebut. Upaya lainnya adalah dengan memberikan ijazah kepada lulusannya seba­gai bentuk pengakuan eksistensinya"Kita memberikan ijazah setingkat SMP bagi warga yang melanjutkan pendidikannya di pondok pe­santren selama tiga tahun. Kita jadikan pesantren sebagai kelas jauh dengan kurikulum yang disesuai-kan,"ujarnya.

      Baynudin Andi Noor, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Di­nas Pendidikan Kabupaten Su­bang, menambahkan, pendidikan ahun 2005,1.773.613 penduduk di Provinsi Jabar tidak mampu membaca menulis. Angka ini mencapai 5,34 persen dari 32,29 juta penduduk Jabar. Lebih dari separuhnya adalah perempuan. Dibandingkan tahun 2004, jumlah ini meningkat 5,22 persen atau 88.000 penduduk.

      Sekitar 53,4 persen atau 948.542 penduduk buta huruf berada di wilayah pantai utara Jabar, terutama di Kabupaten Ihdramayu, Karawang, dan Subang. jalur nonformal selama ini masih dianggap sebelah mata. Padahal ji-ka dioptimalkan, jalur itu menjadi solusi atas permasalahan jarak dan kendalaekonomi.

      "Biaya pendidikan di jalur non formal relatif lebih ringan dibanding jalur formal. Selain itu, proses pembelajarannya juga lebih fleksibel sehingga semakin banyak warga putus sekolah yang bisa meng-ikutinya/' ujarnya menambahkan.

      Menjelang peringatan Hari Aksara Internasional Ke-41, 8 September, jumlah penduduk yang menyandangbuta huruf masih terhitung tinggi. Meski terus berkurang, upaya memeranginya harus terus dilakukan agar tujuan bebas buta huruf bisa lebih cepat tercapai.Pada tahun 2005, angka buta huruf penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 14.595.088 orang. Pada semester pertama tahun 2006, jumlahnya menurun 8,36 persen menjadi 13.182.492 orang.

      Dari jumlah itu, sekitar 12 per-sennya terdapat di Jawa Barat. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) Jabar tahun 2005, provinsi ini menempati posisi ketiga terbanyak setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan jumlah penduduk yang tidak mampu menulis dan membaca sebanyak 1,8 juta jiwa

      Wilayah pantai utara Jabar, seperti Kabupaten Cirebon, Indramayu, Subang, dan Karawang, menjadi kantong-kantong terbesar. Kabupaten Indramayu memiliki penyandang buta huruf terbesar dengan 331.938 jiwa atau 22,7 persen penduduknya. Kemudian, Karawang dengan 12,2 persen penduduknya, Subang dengan 11,9 persen, dan Kabupaten Cirebon 11,5 persen. (MKN)

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:14  

      Items details

      • Hits: 449 clicks
      • Average hits: 4.8 clicks / month
      • Number of words: 914
      • Number of characters: 7458
      • Created 7 years and 9 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 127
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124470
      DSCF8761.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC