.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       


      Gubernur: Kemampuan Baca-Tulis Masih Rendah


      BANDUNG, KOMPAS - Ke­mampuan baca-tulis  penduduk Jawa Barat hingga kini masih rendah. Penyebabnya adalah keeng-ganan mengeluarkan uang untuk membeli buku, kurangnya ketersediaan buku bacaan, dan kesulitan mendapatkan akses membaca. "Dari data Badan Pusat Statistik Jabar tahun 2007 terlihat adanya indikasi budaya baca dan tulis belum menjadi kebutuhan utama," kata Gubernur Jabar Ahmad ': Heryawan dalam sambutan pembukaan Kompas Gramedia Fair(KGF) 2009 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Rabu (29/4).Gubernur mengatakan, sejauh ini Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan beberapa upaya untuk meminimalkan, antara lain pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis dalam rangka Jabar bebas putus jenjang sekolah.

      Akan tetapi, langkah itu tidak cukup. Gubernur berharap kenda­la tersebut diminimalkan dengan bantuan swasta, contohnya de­ngan pelaksanaan KGF 2009 yang menjual buku-buku bermutu de­ngan harga murah. KGF 2009 di-harapkan bisa menjangkau sebagian besar masyarakat Jabar guna  meningkatkan   minat baca.

       

      "Melalui program corporate social responsibility (tanggung jawab sosial perusahaan), mereka bisa menyisihkan keuntungan yang dimiliki untuk penyediaan buku di berbagai daerah," katanya.

      Persaingan global

      Hal yang sama dikatakan Peminipin Redaksi Harian Kompas Rikard Bagun. Menurut Rikard, penyediaan sumber daya manusia berkualitas di daerah ataupun tingkat nasional sangat dibutuhkan dalam era persaingan global jni. Selain melalui pendidikan for­mal, hal itu bisa diraih dengan membaca.

      "Merfibaca adalah jalan manemukan banyak ilmu pengetahuan. Bila mengetahui lebih banyak, seseorang semakin mudah mening­katkan kualitas dirinya," ujarnya.

      Akan tetapi, Rikard mengakui, minat membaca di Indonesia ma­sih minim. Rendahnya daya beli buku masyarakat masih menjadi kendala. Prioritas membeli buku kalah penting dibandingkan dengan membeli voucer isi ulang teleponseluler.

      Selain itu, jumlah buku yang dicetak di Indonesia belum memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mendapatkan buku berkualitas. Rikard memaparkan, saat ini Indonesia mencetak 11.000 buku per tahun.

      Jumlah itu kalah jauh diban­dingkan dengan negara tetangga. la memberikan contoh Vietnam yang mampu mencetak hingga 15.000 buku per tahun, China de­ngan 140.000 buku per tahun, dan Jepang dengan 60.000 buku per tahun. (CHE)

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 09:02  

      Items details

      • Hits: 229 clicks
      • Average hits: 2.4 clicks / month
      • Number of words: 690
      • Number of characters: 6093
      • Created 8 years and 0 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 8 years and 0 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,799
      • Sedang Online 82
      • Anggota Terakhir Messa Rahmania

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9133317
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      February 2020
      S M T W T F S
      26 27 28 29 30 31 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC