.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      Gubernur: Jabar Bebas Buta Aksara pada 2009

      AHMAD HERYAWAN

      BANDUNG (SINDO) - Gu­bernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan tahun 2009 masyarakat Jabar akan bebas buta ak-sara. Sebab, sekarang ini Pemprov Ja­bar sudah menganggarkan Rp58,842 miliar atau50% dari kebutuhan penuntasan buta aksara di Jabar. Saat ini, jumlah buta aksara di atas usia 15 tahun di Jabar mencapai 326.993 orang. Sedangkan sisa kebutuhan dana penang-gulangannya sudah dipastikan akan dibiayai pemerintah pusat.

      Hal ini dilakukan untuk mewujudkan pencapaian tar­get RPJMN. Pada 2006 telah diterbitkan Instruksi    Presiden No5/2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib BelajarBPendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantsaan Buta Aksara. "Insya Allah akan kami tuntaskan pada 2009. Ini akan dibiayai 50% dari provinsi dan 50% dari pusat. Kabupaten/kota tidak dikenakan biaya, hanya diberi catatan agar melaksankannya dengan benar-benar sesuai sasaran untuk menghapuskan buta aksara," kata Heryawan saat ditemui wartawan seusai penandatangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Proyeksi Anggaran Sementara (PPAS) di GedungDPRD Jabar, Jalan diponegoro, Kota Bandung, kemarin. Menurut Heryawan, dalam Inpres No5/2006, pro­gram percepatan pemberantasan buta aksara terintegrasi dengan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Hal ini strategis mengingat salah satupemicu bertambahnya penduduk buta aksara, yakni siswaputus sekolah pada kelas satu, dua, dan tiga SD/MI, yang kemudian tidak memanfaatkan kemampuan keaksaraannya, sehingga kembali menjadi buta aksara.

       

      Karena itu, lanjut Herya­wan, sampai akhir 2008 akan diupayakan pemberantasan butaaksara sebanyak85.482 orang. Dengan demikian, pada 2009 sisa penduduk buta aksara hanya sebanyak 326.993 orang, dan harus segera dituntaskanbersama.

      Dalam pelaksanaannya, tutur Heryawan, program ini akan   dilakukan   kabupa-ten/kota. Namun dia menilai dari beberapa model yang ada, yang paling baik adalah model penuntasan buta akasara yang sudah dilakukan di Kabupaten Karawang.

      Dia menjelaskan, model yang digunakan di tempat itu adalah dengan mengintensifkan pertemuan belajar selama 32 hari berturut-turut.
      Sementara model nasional,kata Heryawan, pertemuan belajar mengajarnya hanya dua kali dalam seminggu."Saya kira model yang sudah diterapkan di Kabupaten Karawang sudah cukup bagus
      dan berhasil," jelas dia.(radisaputro)

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 07:04  

      Items details

      • Hits: 359 clicks
      • Average hits: 3.8 clicks / month
      • Number of words: 465
      • Number of characters: 3905
      • Created 7 years and 1 ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 1 ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 110
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9130920
      DSCF8754.jpg

      Kalender & Agenda

      January 2020
      S M T W T F S
      29 30 31 1 2 3 4
      5 6 7 8 9 10 11
      12 13 14 15 16 17 18
      19 20 21 22 23 24 25
      26 27 28 29 30 31 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC