.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      SEPUTAR INDONESIA 14 SEPTEMBER 2007

       

      KABUPATEN KARAWANG SAMBUT HUT KE-374

      Gencar Entaskan Buta Aksara untuk Dongkrak IPM

      "Coba ibu tulis, 'buku adalah jendela dunia',"" pinta Bupati Karawang Dadang S Muchtar kepada seorang ibu. Malu-malu, dan penuh I kehati-hatian, si ibu perlahan menuliskannya.

      SATU per satu huruf ditulis ibu berumur 43 tahun itu. Sekilas, tampak gurat keraguan pada raut wajah ibu tadi saat hendak menuliskan sebuah huruf di tengah kata 'jendela'. Bu­pati Dadang dan hadirin khidmat menanti. Mereka ikut was was. Tapi, kemudian, dengan penuh keyakinan, ibu itu menunaikan permintaan bupati menjadi sebuah kalimat sempurna. Semua lega. Tapi, bupati belum tersenyum. Dia malah menatap dalam dalam ibu tadi. Melihat itu, si ibu be­lum bisa tenang. Janganja-ngan ada yang salah, begitu mungkin pikirnya. Spidol masih tergenggam erat di tangan kanannya."Apa betul seperti ini tulisannya?" tanya bupati kepada hadirin. Seperti koor, semua orang yang hadir di lantai III Gedung Singaperbangsa Pemkab Karawang itu menjawab, "lya!".

      Pandangan Bupati berpaling dari hadirin. Dia kembali , menatap wajah ibu tadi. "Ujian" belum selesai sampai di sana. Dadang lalu meminta ibu itu mengeja kata per kata tulisan yang baru saja ditulisnya di white board. Mantap dan lancar si ibu membacanya. Begitu sele­sai, semua hadirin di ruangan itu bertepuk tangan. Bupati lekat memandang wajahnya sambil tersenyum. Seolah baru saja terlepas dari beban berat, si ibu ikut tersenyum lega meski malu-malu. Bangga juga. Dia sudah pintar menulis dan membaca.

       

      Kejadian pada pertengahan medio Agustus 2007 di atas merupakan sekelumit penggambaran bagaimana seorang kepala daerah di luar motivasi apa pun yang melatari- turun langsung menguji peserta program yang djcanangkan pemerintahannya. Si ibu tadi adalah satu dari 63 warga buta aksara dari Desa Mekarjaya, Kec Purwasari, Kab Karawang yang berhasil membaca dan menulis hanya dengan belajar selama 32 hari. Sebelumnya, ada 400 warga Desa Mekarjaya yang mengikuti program Keaksaraan Fungsional 32 Hari/Inova Kreatif (KF-32). Namun, setelah sebulan penuh, hanya 63 yang pada akhirnya benar-benar lancar membaca dan menulis. Mereka yang lulus berhak mengantongj sertifikat.

      Program KF-32 adalah bentuk realisasi dari Instruksi Presiden No 5/2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara.

      Sesuai kurikulum Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), model konvensional program KF seharusnya dilaksanakan selama enam bulan dengan waktu pembelajaran dua kali sepekan, masing-masing dua jam pelajaran (96 jam). Namun, waktu enam bulan dirasa kurang efektif karena cukup banyak warga buta aksara di Karawang yang sibuk bekerja sebagai petani dan nelayan. Saat diujicoba pertama kali tingkat kehadiran sangat rendah.

      Di sisi lain, angka drop out (DO) juga tinggi. Pemkab Kara­wang pun mencari formula baru untuk mengatasi permasalahan ini. Maka dibesutlah program gerak cepat Inova Kre­atif KF-32. Agar tidak mengganggu waktu kerja warga yang menjadi pesertanya, jam bela­jar disepakati bersama dengan tutor (pengajar). Yang jelas, mereka harus serius berusaha agar sudah lancar menulis dan membaca hanya dalam 32 hari. Menyadari program ini demi kemajuan mereka juga, warga yang menjadi peserta tidak keberatan mereka belajar lima hari dalam seminggu.Padahari yang disepakati, warga belajar selama dua jam.

      Sebagai stimulan agar warga semakin termotivasi, Pemkab Karawang selalu memberikan snack. Tutor dipilih dari warga setempat yang lancar mertibaca dan menulis atau dari Dinas Pendidikan. Kelas digelar di kantor desa. Untuk program uji coba ini, Pemkab Karawang merogoh pundi APBD sebesar Rp68,8 juta.

      Keberhasilan yang luar biasa ini akhirnya diteruskan secara serentak di seluruh desa di Karawang dengan modal Rp4,6 miliar dari APBD Peru-bahan. Targetnya, sebanyak 18.540 orang lagi bisa membaca dan menulis hingga akhir 2007.

      Karawang memang hams bergerak cepat. Sebab, dengan indeks pembangunan manusia (IPM) 66,51 atau ranking ke-23 dari 25 Kab/Kota di Jawa Barat, reformasi di bidang pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat harus gencar .dilakukan. Karawang punya beban berat. Pada 2008, IPM-nya harus sudah tembus 71,9 agar target IPM Jabar di poin 80 pada 2010 bisa tercapai.

      Berat karena ini bukan tugas mudah. Tengok saja, berdasarkan data pada 2006, dari 1.971.463 penduduk Karawang, rumah tangga miskin sebanyak 191.681 kepala keluarga (KK) sedangkan angka buta aksara mencapai 117.710 orang. Angka melek huruf (AMH) Kab Karawang baru 88,40%, jauh di bawah rata-rata Jabar senilai 94,52%. Data pada 2005 menunjukkan, rata-rata lama sekolah (RLS) Karawang baru mencapai 6,92, juga di bawah rata-rata Jabar di poin 7,46.

      Dengan formula gerak cepat dan dukungan dari dana APBN, APBD Provinsi, dan APBD Karawang, Pemkab telah mem-bebaskan masyarakat buta aksara hingga 23.380 orang.

      Di awal 2007, dengan Program Pendanaan Kompetisi akselerasi pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) dan kucuran APBD Provinsi senilai Rp3,5 miliar, Karawang kembali membebaskan buta aksara hingga 17.742 orang.

      Dengan keberhasilan ini, Karawang berani mematok target membebaskan 62.431 warga buta aksara (52,5%) disusul 55.279 warga buta aksara (47,5%) pada 2008. IPM Karawang pada 2008 diharapkan bisa mencapai 71,9 atau naik 5,39 poin dari 66,51 saat ini.

      Kesuksesan semua pihak dalam program KF ini membuat Bupati Karawang Dadang S Muchtar meraih Anugerah Aksara Pratama 2007 dari Wapres Jusuf Kalla pada peringatan Hari Aksara Internasional, Sabtu (8/9) di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Saat itu, ada enam provinsi yang mendapatkan anugerah aksara serta 43 kab/kota yang meraih anugerah aksara pratama, anugerah aksara madya, dan anugerah utama. Penghargaan bukan puncak perjuangan. Inilah pembuktian bahwa pendidikan memegang posisi penting untuk memajukan ekonomi kerakyatan. Dan ketika kehidupan ekonomi rakyat sudah layak, kesehatan masyarakat pun otomatis lebih terjamin. Maka, sesungguhnya, tugas Pemkab Karawang masihlah panjang. Selamat untuk Karawang. Selamat ulang tahun. Selamat mengabdi.

      (raka zaipul)

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 07:00  

      Items details

      • Hits: 283 clicks
      • Average hits: 2.9 clicks / month
      • Number of words: 1273
      • Number of characters: 10254
      • Created 8 years and 0 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 8 years and 0 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,799
      • Sedang Online 201
      • Anggota Terakhir Messa Rahmania

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9133805
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      February 2020
      S M T W T F S
      26 27 28 29 30 31 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC