.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      KOMPAS, JUMAT, 5 SEPTEMBER 2008

      Buta Aksara Masih 10,1 Juta Orang


      SEKITAR 70 PERSEN PEREMPUAN

      JAKARTA, KOMPAS - Jumlah penduduk buta aksara saat ini diklaim Departemen Pendidikan Nasional tinggal 10,1 juta orang. Angka ini menurun drastis 1,7 juta orang dibanding pada 2007 yang tercatat 11,8 juta orang. Pada akhir 2009, jumlah penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas ditargetkan tinggal 7,7 juta orang.

      "UNESCO menilai baik upaya dan kemajuan yang dilakukan In­donesia. Bahkan, Indonesia jadi model yang bisa diteladani untuk pemberantasan buta aksara di kawasan Asia Pasifik," kata Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan In­formal Depdiknas, dalam pertemuan mengenai persiapan Hari Aksara Internasional di Jakarta, Kamis (4/9).

      Peringatan Hari Aksara Inter­nasional Ke-43 dipusatkan di Denpasar, Ball, Senin (8/9). Acara itu akan dihadiri Menteri Pendi­dikan Nasional Bambang Sudibyo dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta Swasono. Pada acara tersebut, antara lain, akan ada penyerahan Anugerah Aksara kepada tiga gubernur, delapan wali kota, dan 39 bupati yang dinilai berprestasi dalam menyukseskan program pemberantasan buta ak­sara.

       

      Berdasarkan data Depdiknas, hingga 2007, jumlah buta aksara paling banyak terdapat di Provin-si Jawa Timur, yakni 3,3 juta orang, kemudian Jawa Tengah sebanyak 2,25 juta orang. Namun, dilihat dari persentasenya, buta huruf paling banyak terdapat di Papua, yakni 335.868 orang atau sekitar 24,8 persen dari jumlah penduduk.

      Adapun jumlah buta huruf pa­ling sedikit terdapat di Sulawesi Utara, yakni sebanyak 15.589 orang, disusul DKI Jakarta se­banyak 69.822 orang. Indonesia jadi model yang bisa diteladani untuk pemberantasan buta aksara di kawasan Asia Pasifik.Hamid Muhammad

      Data ini berbeda dengan La-poran Hasil Survei Buta Aksara 2006 yang disampaikan Badan Pusat Statistik (EPS). Berdasar­kan laporan itu, jumlah pendu­duk buta aksara berjumlah 18,1 juta orang. Rinciannya, yang ber-usia 10-14 tahun sebanyak 336.785 orang, usia 15-44 tahun berjumlah 4,3 juta orang, serta usia di atas 45 tahun sebanyak 13,4 juta orang. Dari total buta aksara ini, 70 persen di antaranya perempuan.

      Keluarga miskin

      Hamid menjelaskan, pembe­rantasan buta aksara untuk usia produktif 15-44 tahun sudah cukup berhasil. Beban pemerintah masih cukup berat untuk menuntaskan buta aksara yang tersisa, teratama yang berusia 45 tahun ke atas.

      Kendala dalam pemberantasan buta aksara ini, antara lain, karena mereka berasal dari keluarga miskin yang berada di daerah terpencil atau pelosok, mempunyai masalah penglihatan, serta motivasi belajar yang rendah."Tetapi mereka tidak ditinggalkan. Ada kebijakan khusus, misalnya memakai bahasa ibu sebagai bahasa pengantar pembelajaran. Pokoknya, warga yang sulit dijangkau juga tetap harus bisa terlayani," kata Hamid.

      Ella Yulaelawati, Direktur Pen­didikan Masyarakat Depdiknas, mengatakan, pemberantasan bu­ta aksara juga diintegrasikan de­ngan program pemerintah lainnya. Karena penyandang buta ak­sara hampir 70 persen perem­puan, kerja sama dilakukan de­ngan departemen terkait untuk pemberdayaan perempuan. Termasuk dalam pemberdayaan ini adalah upaya pencegahan perdagangan manusia dengan sasaran perempuan miskin, pembentukan kelompok belajar usaha mandiri, serta pembentukan taman bacaan.

      Ella menjelaskan, berbagai upaya itu mampu menghasilkan penduduk yang melek aksara meskipun masih di tingkat dasar, seperti kemampuan dasar untuk menulis, membaca, dan meng-hitung. "Untuk menguatkan ke­mampuan aksara mereka, ada program lanjutan," ujarnya.

      Percepatan program pembe­rantasan buta aksara ini juga didukung 59 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai wilayah Indonesia. Mahasiswa yang melaksanakan program kuliah kerja nyata (KKN) melakukan KKN tematik dengan terlibat langsung sebagai tutor buta aksa­ra.

      "Kerja sama seperti ini dinilai cukup sukses. Ini juga akan di-kembangkan dengan organisasi masyarakat lain, seperti PKK, lembaga keagamaan, dan lain-lain," ujar Hamid. (ELN)

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:40  

      Items details

      • Hits: 552 clicks
      • Average hits: 5.8 clicks / month
      • Number of words: 921
      • Number of characters: 7735
      • Created 7 years and 1 ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 1 ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 133
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9131551
      DSCF8754.jpg

      Kalender & Agenda

      January 2020
      S M T W T F S
      29 30 31 1 2 3 4
      5 6 7 8 9 10 11
      12 13 14 15 16 17 18
      19 20 21 22 23 24 25
      26 27 28 29 30 31 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC