.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      REPUBLIKA 13 OKTOBER 2006

       

      1,5 Juta Warga Jabar Buta Huruf

      Faktor kemiskinan menjadi penyebabnya.

      BANDUNG, jumlah masyarakat yang buta huruf di jabar ternyata masih banyak. Padahal setiap tahunya pemerintah pemerintah telah  melakukan program pemeberantasan buta aksara menurut kasudin bina program dinas  pendidikan (disdik)jabar, ruchiyat,pada 2006  jumlah warga yang buta huruf di jabar mencapai 1.512.899 orang

      Angka itu kata ruhiyat sebenarnya sudah berkurang sekitar 100.000 bila di bandingkan dengan 2006. "Pro­gram pemberantasan buta huruf setiap tahun kami buat untuk mengurangi jumlahnya agar tidak terlalu besar. Pem­berantasan buta huruf itu ka­mi fokuskan pada usia 15-44 tahun karena masih tergolong usia produktif," ujarnya, Kamis (12/10).

      Ruchiyat mengatakan, dae­rah yang menjadi kantung buta huruf di Jabar ada di beberapa. Yaitu, Kabupaten indramayu, Subang, Cirebon, dan Karawang. Penyebab tingginya jumlah buta huruf di daerah itu, kata dia, karena faktor kemiskinan. Akibat kemiskinan itu, tingkat pen-didikan di daerah tersebut masih rendah. .

       

      "Daerah yang tergolong sukses memeberantas buta huruf adalah subang,dua tahun lalu ,angka buta huruf nya tertinggi ,taoi buta subang membuat program khusus untuk memerantas buta huruf,kata ruhiyat program yang dicangkan oleh bupati subang, sambung dia, yaitu de­ngan mengaktifkan 150 desa untuk memberantas buta hu­ruf di desanya. Caranya, de­ngan memanfaatkan masyarakat desa yang bisa membaca untuk dijadikan tutor.

      Sistem pembelajaran yang ditetapkan untuk memberan­tas buta huruf di Jabar, lanjut Ruchiyat, adalah pola pembe­lajaran terhadap orang dewasa. Pada sistem ini, tutor mengajarkan materi sesuai de­ngan kehidupan sehari-hari yang dialami masyarakat. Sehingga siswa buta huruf yang kebanyakan orang dewasa tidak merasa sedang belajar. Kami menganggarkan dana dari APBD dan ada juga dana dari APBN untuk memfasilitasi semua kegiatan bejajar untuk memberantas buta huruf di daerah," ujar Ruchiyat. Bentuk fasilitas yang diberikan oleh Disdik Jabar, kata dia, misalnya dana untuk pembelajaran tematik, pelatihan tutor, sertifikat, materi ajar, dan membuat pedoman sebagai pijakan dalam pelaksanaan buta aksara.

      Pemprov perbaiki 1.035 sekolah rusak

      Mulai tahun ini, terdapat 2.790 ruang kelas dari 1.035 sekolah yang kondisi bangunannya harus diperbaiki oleh Pemprov Jabar. Untuk memperbaiki sekolah itu, pemprov menyiapkan dana Rp'156 miliar dari APBD 2006.

      Data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, menunjukkan, sedikitnya 88.700 ruang kelas SD dan MI di Provinsi Jawa Barat kondisinya rusak. Jumlah ruang kelas yang rusak itu setara dengan 65,7 persen dari 134.630 ruang kelas SD/MI yang ada di Jabar.

      Wakil Guberriur Jabar, Numan Abdul Hakim, mengatakan, Pemprov Jabar menargetkan penuntasan masalah ruang kelas rusak itu pada tahun 2008. Hingga tahun 2008, 'tutur dia, pemkab, pemprov, dan pemerintah pusat secara maraton akan membenahi gedung sekolah yang rusak.

      Nu'man menandaskan, ? Pemprov Jabar telah membuat nota kesepakatan dengan Depdiknas tentang pembebanan biaya rehabilitasi sekolah tersebut. Dalam kesepakatan itu, sebut dia, 50 persen biaya rehabilitasi itu ditanggung oleh APBN, 30 persen oleh APBD provinsi, dan 20 persen dari APBD kabupaten/kota terkait.

      Berdasarkan hasil perhi-tungan sementara, sambung Nu'man, kebutuhan dana untuk merehabilitasi gedung sekolah itu sebesar Rp 2,3 triliun. "Tentu pendanaannya akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini saja kami baru bisa siapkan dana Rp 156 miliar," ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/10).

      Menurut Nu'man, buruk-nya kondisi infrastruktur kegiatan pendidikan itu merupakan kendala dalam akselerasi pembangunan di Jabar. Kerusakan terparah, jelas dia, terjadi di Kabupaten Bandung dimana sebanyak 4.588 ruang kelas rusak, dan Kab Bogor sebanyak 3.828 ruang kelas rusak.

      Nu'man menambahkan, persoalan pendidikan merupa-kan skala prioritas pembangunan di Jabar. Untuk itu, papar dia, sudah menjadi kewajibanm bagi kabupaten/kota di Jabar, untuk menyelaraskan program pembangunannya dengan Pemprov Jabar.

      Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dadang Dally, mengatakan, kebanyakan sekolah yang rusak itu berusia di atas 20 tahun. Dengan demikian, kata dia, sudah saatnya bangunan sekolah itu direhab kembali.

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 06:11  

      Items details

      • Hits: 441 clicks
      • Average hits: 4.6 clicks / month
      • Number of words: 922
      • Number of characters: 7610
      • Created 8 years and 0 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 8 years and 0 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,799
      • Sedang Online 72
      • Anggota Terakhir Messa Rahmania

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9133316
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      February 2020
      S M T W T F S
      26 27 28 29 30 31 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC