.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Bersama Kita Bisa Berantas Buta Aksara
      Page 2
      All Pages

      Bersama Kita Bisa Berantas Buta Aksara

      Oleh

      BENNI SETIAWAN

       

      Departmen Pendidikan Nasional menyatakan Jawa Barat menduduki peringkat ketiga buta aksara setelah Ja­wa Timurdan Jawa Tengah. Tingkat buta aksara di Jawa Barat mencapai 12 persen dari 15,3 juta penduduk Indonesia. Berarti lebih dari 1,836 juta penduduk Jawa Barat tidak dapat membaca dan menulis.

      Penyebaran terbesar ada di Ka­bupaten Indramayu, Cirebon, Ka­rawang, dan Subang. Kabupaten Indramayu menyumbang partisi­pasi buta aksara 331.938 jiwa, atau 22,7 persen dari penduduknya. Ka­bupaten Karawang ada di pering­kat kedua dengan 12,2 persen. Ber­ikutnya di Kabupaten Subang dan Cirebon masing-masing sebesar 11,9 persen dan 11,5 persen.

      Persoalan di atas sungguh mere­sahkan. Artinya, Jawa Barat seba­gai daerah pusat pendidikan, baik pesantren, sekolah umum, mau­pun perguruan tinggi yang hampir merata di setiap kabupaten, mem­punyai masalah buta aksara.

      Sebut saja Universitas Padjadja­ran, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogar, Universi­tas Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, dan sejumlah Sekolah Tinggi Agama Is­lam Negeri (STAIN) yang menye­bar hampir di setiap kabupa­ten/kota.

      Selain kaya akan perguruan tinggi, Jawa Barat juga mempunyai segudang pondok pesantren, baik modern maupun tradisional. Sebut saja, Pondok Pesantren Daarut Tauhid (pimpinan Aa Gym), Pon­dok Pesantren Muhammadiyah, Suryalaya. Sungguh. luar biasa aset' di bidang pendidikan provinsi yang dipimpin Bapak Danny Setiawan ini. '

      Aset pendidikan ini juga didu­kung oleh sarana dan prasarana yang cukup memadai. Artinya, ja­lan-jalan di Jawa Barat relatif ber­aspal dan dalam kondisi yang baik dan terawat. Angkutan umum pun lalu lalang masuk hingga ke setiap pelosok desa.

      Pertanyaan yang muncul kemu­dian adalah mengapa justru Jawa Barat menyandang gelar tingkat buta aksara di tengah melimpha­nya aset daerah?

       

      Persoalan bangsa

      Permasalahan buta aksara ada­lah permasalahan di seluruh negara sedang berkembang, ber­kembang, atau negara dunia ketiga. Di negara-negara Amerika Latin, misalnya, tingkat buta aksara ini mencapai 40 persen. Ambil con­toh, Bolivia, Meksiko, Venezuela, Haiti, Peru, Guatemala, dan lain-­lain.

      Indonesia sebagai negara se­dang berkembang tampaknya juga mengalami gejala yang sama. Be­berapa faktor yang memengaruhi buta aksara, yaitu pertama, mahal­nya biaya pendidikan. Biaya pendi­dikan merupakan kendala utama masyarakat miskin untuk maju. Artinya, ia akan lebih disibukkan dengan bagaimana mencari uang untuk bertahan hidup (makan dan minum) daripada harus menyisih­kan sebagian uangnya untuk seko­lah.

      Kedua, keengganan masyarakat. Artinya, adanya sebuah pandangan bahwa sekolah pada dasarnya ha­nya membuang banyak waktu dan biaya. Toh pada akhirnya mereka menjadi penganggur atau kembali menjadi ibu rumah tangga yang duduk manis di rumah menunggui anak-anaknya.

      Pandangan tersebut di atas ada­lah gejala umum masyarakat tradi­sional Indonesia. Mereka enggan untuk keluar rumah mencari peng­alaman atau belajar membaca dan menulis.

      Persoalan tersebut di atas selalu berkelit kelindan dalam masyara­kat. Walaupun persoalan tersebut klasik, sangat merepotkan dan me­nyusahkan bagi keberlangsungan kehidupan yang lebih baik.

      Mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak adalah hak semua bangsa. Sebagaimana telah termaktub dalam DUD 1945 Pasal 31, ketika masyarakat belum men­dapatkan hak-haknya, ia wajib me­nuntut sebagai modal untuk mena­tap peradaban baru.



      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 3838 clicks
      • Average hits: 30.5 clicks / month
      • Number of words: 1241
      • Number of characters: 9378
      • Created 11 years and 6 months ago at Wednesday, 03 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 329
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127328
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC