.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

IPTEK Populer
E-mail


Tempo 13 january 2011

Meniru Cina Menarik llmuwan

Harun

KANDIDAT DOKTOR BIDANG MANAJEMEN DAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK WAIKATO MANAGEMENT SCHOOL, UNIVERSITAS WAIKATO, SELANDIA BARU


Fareed Zakaria (majalah Time 1 November 2010) mensinyalir bahwa para ilmuwan akan menjadi rebutan negara-negara di dunia. Tulisan Fareed tersebut menyikapi kekhawatiran Amerika di tengah kemerosotan ekonomi dan industri keuangan yang berakibat hilangnya lapangan kerja dan defisit negara yang memburuk sementara banyak lulusan baru perguruan tinggi terbaik Amerika memilih karier di Singapura, Cina, atau India.

Corak kapitalisme pasca-industri memang berbeda dengan kapitalisme kolonial ketika negara menjadi aktor dalam perebutan wilayah untuk menguasai kekayaan alam dan budak. Ekonomi berbasis pengetahuan sebaliknya mengandalkan para il­muwan dan spesialis di bidang energi, bioteknologi, biofarmasi, teknologi nano, pangan, material, transportasi, keamanan, dan komunikasi. Karena itu, keunggulan ekonomi suatu negara di abad ke-21 akan ditentukan oleh jumlah dan kualitas ilmu­wan yang bekerja dalam bidang-bidang tersebut. Maka, para ilmuwan akan menja­di rebutan negara-negara di dunia.

Karakter kapitalisme baru tersebut dipahami betul oleh para pemimpin politik Cina sejak tiga dekade yang lalu. Kesadaran para pemimpin Cina akan karakter dan kecenderungan kapitalisme abad ke-21 tersebut ditransformasikan ke dalam strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang pragmatis. Melalui program " 100-Top Talents" (Bai Ren Juhua) dan " Yangze River Scheme Scholars (Changjiang Xuezhe Jiangli Jihua) yang diluncurkan sejak awal 1990-an di bawah koordinasi Chinese Academy of Science dan Mi­nistry of Education, Cina menarik ilmu­wan lokal dan asing untuk memimpin dan bekerja di institusi riset dan universitas Ci­na. Jadi, prestasi ekonomi yang dicapai Ci­na dua dekade terakhir tidak bisa dilepaskan dari strategi Cina untuk menarik il­muwan dunia yang bekerja di lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan riset di negeri tirai bambu tersebut.

Read more...
 
E-mail

Kompas 20 April 2011

Mencipta Robot Mitra Manusia

LAPORAN IPTEK oleh : AGNES ARISTIARINI


Sekali lagi, secercah sinar muncul di ujung lorong ketika tim robot Indonesia menjadi pemenang dalam Kontes Robot Tri­nity College di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, pekan lalu. Selamat kepada tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) yang mencipta robot-robot unggul di antara 135 robot dari sejumlah negara.

Sayang, tak banyak liputan media tentang keberhasilan mereka. Kilaunya tertutup permberitaan selebriti dadakan Briptu Noorman Camaru, serbuan ulat bulu, dan heboh Malinda Dee. Apalagi setelah bom meledak di Cirebon, makin senyap saja prestasi ini dari muka publik. Padahal, tim Indonesia sungguh luar biasa. Dengan syarat robot bergerak otonom tidak menggunakan remote control, joystick, ataupun bantuan manual tim ITB memenangi kategori fire fighting (memadamkan api) untuk robot berkaki dan UGM robot beroda serta Unikom pada kategori robo waiter (robot pramusaji) untuk kelas pemula dan lanjutan.

Dalam situs resmi Trinity College disebutkan, robot pemadam api yang ke depan bisa membantu memadamkan kebakaran dan mencari korban yang terjebak kobaran api harus bisa mencari dan memadamkan lilin yang menyala. Sementara robot pramusaji untuk membantu warga usia lanjut harus bisa menyajikan makanan dalam piring.

Read more...
 
E-mail

Kompas 10 Agustus 2011

Mencari "Rumah" yang Lain...

BRIGITTA ISWORO LAKSMI


Masalah yang mahapenting bagi se-jarah besar (manusia) adalah apakah kita mengarah pada spesies multi planet?" Elon Musk, miliarder, pendiri, sekaligus Direktur Utama SpaceX, berujar, Senin (1/8), dalam pertemuan Institut Penerbangan dan Astronautika Amerika Serikat di San Die­go, California, Amerika Serikat.

SpaceX (Teknologi Eksplorasi Antariksa) berdiri terutama untuk membantu umat ma­nusia mewujudkan mimpi: kehadiran manusia di luar Bumi yang berlangsung untuk seterusnya. "Jika (itu) tidak (terjadi),  ya masa depan tidak terlalu cerah," kata Musk. "Kita semua akan hanya bergantung pada Bumi. Sampai pada akhir nanti suatu megabencana akan menghabisi kita Musk berencana mendaratkan astronot dengan SpaceX di planet merah, Mars, dalam kurun waktu 10-20 tahun mendatang (SPACE.com). Badan Penerbangan dan Antariksa AS sendiri merencanakan bisa mendarat di Planet Mars sekitar 25 tahun lagi.

Setelah 46 tahun penelitian tentang Mars, perjuangan mencari "rumah baru" bagi ma­nusia itu terbayar. Tanda-tanda kehadiran air di Mars sudah ditemukan sekitar 12 tahun lalu. Penjelajahan ke Mars juga dilakukan Badan Antariksa Eropa (ESA) yang merekam puluhan indikasi adanya air di Mars.

Terakhir, indikasi bahwa di planet God of War ini terdapat air didapatkan Juli lalu. Tampak jejak suatu aliran di tebing dan dinding kawah Mars pada musim panas. "Bukti" mutakhir ini amat berarti. Pada penemuan-penemuan sebelumnya hanya tampak jejak es. "Ini bukti terbaik yang kita dapat sebagai data terbaru tentang adanya air di Mars," ujar ahli geofisika Philip Christensen dari Arizona State University di Tempe, AS, di Washing­ton.

Read more...
 
E-mail

Kompas 14 12 2011

Mencari Kesembuhan di Air Gunung

AGNES ARISTlARiNI


Franklin Delano Roosevelt sedang menuju puncak menjadi kandidat wakil presiden Amerika Serikat ketika mendapat serangan polio tahun 1921. Hidupnya berubah total dengan kelumpuhan dari pinggang ke bawah pada usia 39 tahun.

Frustrasi menghadapi karier politiknya berakhir, selama tiga tahun ia menjalani segala cara agar bisa berjalan lagi. Hingga akhirnya FDR demikian ia dikenal rakyat Amerika mendapat surat dari George Foster Pea body, sahabatnya. George mengabarkan, kondisi seorang anak muda yang terkena polio membaik setelah berendam air panas kaya mineral di kawasan peristirahatan Georgia.


Meski tidak sembuh total setelah berendam, kaki dan otot panggulnya menguat sehingga ia bisa berdiri. Maka, FDR kembali masuk ke panggung politik. la sukses menjadi Gubernur New York tahun 1928 dan empat tahun kemudian terpilih sebagai Presiden AS.


FDR berhasil membawa negaranya keluar dari krisis ekonomi dunia dan menjadi pre­siden terlama dalam sejarah AS: masih terpilih tiga kali lagi sampai meninggal 12 April 1945. Di luar pemerintahan, FDR juga mewariskan Roosevelt Warm Spring Institute yang didirikan tahun 1927. Hingga saat ini Roosevelt Institute terus mengembangkan berbagai metode rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka yang bermasalah dengan mobilitas. Situs resmi lembaga ini menyebutkan, 4.000 orang datang berobat setiap tahun.

Read more...
 


Page 5 of 11

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 125
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124660
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC