.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

IPTEK Populer
E-mail

Negeri Ini Tak Nyaman bagi Peneliti


Oleh LUKIAULIA dan YUNIIKAWATI

Indonesia sebenarnya bisa jauh lebih maju dibandingkan dengan negara tetangga. Saat negara lain masih dilanda konflik, 42 tahun lalu, Indonesia sudah bisa menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Remaja. Tepatnya tahun 1969. Namun, lomba yang diselenggarakan itu hanya sebatas lomba.Tidak pernah ada pencatatan dan pemantauan terhadap para juara Lomba Karya Ilmiah Re­maja (LKIR) yang sebenarnya peniuda-pemuda berprestasi. Begitu pula para juara olimpiade internasional.

Memang sejak tahun 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan untuk memfasilitasi para juara olim­piade internasional agar dapat melanjutkan kuliah hingga jenjang doktor. Namun, kenyataannya, untuk mendapatkan bea­siswa tersebut membutuhkan waktu lama dan berbelitbelit.

Di Singapura, sejumlah mahasiswa Indonesia yang meraih juara olimpiade internasional memang benar mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indo­nesia. Namun, pencairan dana beasiswa tersebut sering terlambat, baru cair sekitar Oktober. Padahal, pembayaran uang kuliah paling lambat September.

Read more...
 
E-mail

Modal Sosial dan Difiusi teknologi

M Athar Ismail Muzakir

Staf Kedeputian Bidang Relevansi dan Produktivitas lp:


PADA 2010, Business Inovation Centre (BIG) telah mempublikasikan 102 inovasi yang dinilai paling prospektif. Semua karya itu merupakan karya terbaik dari para pelaku inovasi di Tanah Air. Namun, semua itu belum bisa mengakomodasi beberapa indikator difusi teknologi.

Buku Indikator Ekonomi Berbasis Pengetahuan Indonesia terbitan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek: 2009) menyebutkan Indonesia menduduk posisi juru kunci dalam daya serap teknologi di tingkat perusahaan, yakni sebesar 4,67% pada periode 2006-2008.

Selama periode 2006-2007, rata-rata ekspor teknologi tinggi sebagai persentase ekspor manufaktur, Indonesia hanya menduduki peringkat kedua dari bawah, yaitu 14,3%. Begitu juga dengan total faktor produktivitas berdasarkan survei Asian Productivity Organization pada 2007 sebagaimana dilaporkan Bank Indonesia, hanya 1,38%. Ketiga parameter itulah paling tidak menunjukkan daya serap teknologi dalam suatu sistem sosial dan dalam konteks sistem inovasi nasional masih sangat rendah.

Rapuhnya modal sosial

Apa yang menyebabkan kurangnya difusi teknologi di masyarakat? Menurut hemat penulis, salah satu faktor inti kurang berhasilnya proses difusi teknologi adalah masih lemahnya modal sosial baik dalam tatanan sistem sosial secara keseluruhan maupun dalam konteks yang lebih khusus, yaitu sistem inovasi nasional.

Read more...
 
E-mail

MI 13 Juli 2011

Meredam TKI dengan Mengembangkan industri inovatif

Muhammad Samsuri

Visiting researcher di Korea Institute Science and Technology

MARAKNYA kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri membuat miris. Betapa rendahnya harga diri sebuah bangsa ketika TKI ham menghadapi hukuman pancung, disiksa, dirajam, bahkan diperkosa.

Semua itu tidak lepas dari situasi di dalam negeri. Sempitnya lapangan kerja mem­buat banyak orang memilih bekerja di luar negeri. Industri yang menjadi tulang punggung perekonomian bangsa kurang berkembang di dalam negeri. Padahal tumbuhnya industri akan menjadi jaminan tersedianya lapangan kerja.

Semakin banyak industri yang tumbuh, maka semakin besar potensi terserapnya ten­aga kerja sehingga dapat men-gurangi tingkat pengangguran yang menjadi masalah serius bangsa Indonesia. Adanya ja­minan pekerjaan di dalanf negeri juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, yang sering mendapat perlakuan tidak lazim.Selain itu, tumbuhnya in­dustri dalam negeri, terutama industri-industri yang inovatif, juga bisa menjadi solusi untuk meminimalisasi penjualan sumber daya alam dalam bentuk mentah. Sebab, dengan adanya industri-industri yang inovatif, akan terjadi proses pengolahan bahan mentah menjadi produk-produk material dasar industri dan kom-ponen.

Kemudian komponen-komponen yang dihasilkan akan diproses melalui industri manufaktur menjadi produk sesuai dengan kebutuhan konsumen. Semua proses tersebut akan memberikan nilai tambah, bukan sekadar menjual kekayaan alam.

Kita bisa bayangkan, jika penjualan bahan-bahan men­tah itu terus terjadi, cepat atau lambat kekayaan alam kita akan tergerus habis. Pada akhirnya ketika sumber daya alam habis, kumbang-kumbang asing itu tidak mau mendekat lagi karena memang sudah tidak ada madu yang bisa dihisap dari bangsa kita.

Read more...
 
E-mail

Meniti Paradoks Teknologi Informasi

LAPORANIPTEK

AGNES ARISTIARINI

Pekan ini, ketika warga Amerika Serikat diharu biru oleh gelandangan bersuara emas, Ted Williams (53), pengguna BlackBerry di Indonesia tengah geram terha­dap Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dengan alasan mencegah pornografi, pe­merintah hendak menutup fasilitas browsing di peranti telepon pintar itu.

Kisah Ted berawal dari video di situs You­Tube yang ditayangkan surat kabar The Co­lumbus Dispatch. Di video itu tampak gelan­dangan berambut awut-awutan meminta-minta sambil membawa tulisan bahwa dia mantan penyiar radio dan butuh bantuan. Mendengar suara baritonnya yang dalam, orang pun jatuh cinta.

Hanya dalam hitungan hari, video Williams dilihat jutaan kali. Simpati mengalir deras, juga tawaran kerja. Yang terutama baginya tentu saja adalah bertemu lagi dengan ibunya yang berusia 90 tahun setelah 20 tahun terpisah.

Di Indonesia, seperti dikutip kantor berita Antara, Kemkominfo mengancam memblokir akses internet apabila Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, tidak menutup akses terhadap situs-situs porno. Kemkominfo menegaskan, pihaknya tidak melarang penggunaan BlackBerry dan berkeras tidak ada kepentingan apa pun dalam kebijakan ini.

Read more...
 


Page 4 of 11

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 129
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124677
bacalah.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC