.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Sentra KKI persoalan komersial

      Medy P Sargo

      Media Indonesia 11 Oktober 2011

      SENTRA hak kekayaan intelektual (HKI) adalah penamaan yang digunakan untuk sebuah unit pengelolaan hak kekayaan intelektual di perguruan tinggi dan lembaga litbang teknologi. Kata sentra memang didorong untuk menjadi satu-satunya pintu bagi pengelolaan hak kekayaan intelektual, mulai tugas-tugas sosialisasi, pengurusan legalitas perlindungan hukum, hingga komersialisasi kekayaan intelektual.

      Dengan demikian, kepentingan suatu lembaga induk, seperti perguruan tinggi atau lembaga litbang yang rhenaunginya, dalam pengelola­an aset di bidang kekayaan intelektual akan terwakili oleh sentra HKI, sebagai suatu unit yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan instansi induk.

      Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas PSIptek), mengatur kewajiban perguruan tinggi dan lembaga litbang untuk mengusahakan terbentuknya sebuah sentra HKI. Tujuannya agar mereka dapat mengelola dan mengemas hasil-hasil penelitian, dalam konteks pendayagunaan kekayaan intelektual, hingga memberikan manfaat secara ekonomi termasuk membiayai kembali kegiatan pengembangan lebih lanjut.

      Dalam kerangka pendaya­gunaan kekayaan intelektual tersebut, salah satu pendekatan yang umum ditempuh ialah kegiatan komersialisasi, misalnya melalui kemitraan lisensi teknologi.

      Lisensi teknologi merupa-kan suatu cara pemberdayaan teknologi atas dasar izin peng-gunaan suatu teknologi ter-tentu yang diberikan pemilik teknologi kepada pengguna teknologi yang umumnya bertujuan komersial.

      Alami mati suri

      Hasil kajian Kementerian Riset dan Teknologi sejak 2010 menunjukkan kenyataan adanya kebuntuan pergerakan sentra HKI yang mengarah pada komersialisasi kekayaan intelektual. Hanya bebera-pa sentra HKI yang mampu berkiprah dalam kegiatan komersialisasi HKI. Namun, jum-lah itu masih sangat jauh dari yang diharapkan jika melihat pada jumlah sentra HKI saat ini, yang mencapai 79 buah se­jak digagas Kementerian Riset dan Teknologi pada 1999.

      Salah satu kendala yang dihadapi beberapa sentra HKI ialah lemahnya kemam-puan di bidang manajemen HKI, termasuk kemampuan menyelenggarakan kegiatan komersialisasi secara profe-sional yang didukung aspek legal.

      Padahal, salah satunya tu-juan pembentukan sentra HKI ialah menjalankan fungsi ko­mersialisasi HKI. Sentra HKI harus mampu menjadi mar­keter atau paling tidak sebagai intermediator antara pemilik dan pengguna HKI, meski harus diakui bahwa tingkat

      Persoalan Komersialisasi kepercayaan dan pengakuan industri terhadap hasil-hasil penelitian domestik masih belum kondusif. Akibatnya, semua itu selalu hadir sebagai kendala dalam pencapaian kesepakatan bisnis.

      Cukup memprihatinkan ketika ada kenyataan bahwa pembentukan sentra HKI umumnya dilatarbelakangi peminatan pada kegiatan sosialisasi HKI semata. Memang benar bahwa sosialisasi HKI juga merupakan hal yang sangat penting. Namun, tentu saja hal itu tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi saja.

      Sentra HKI harus lebih menyiapkan diri sebagai interme­diator dalam kegiatan komersialisasi hasil-hasil litbang, atau lebih dikenal dengan istilah TLO (technology licens­ing office), sebagaimana yang berkembang di Jepang atau di negara industri lainnya.

      Adalah fakta bahwa mulai 1999 sampai 2002 banyak sentra HKI didirikan tanpa mempersiapkan diri sebagai marketer di bidang kekayaan intelektual, khususnya yang berbasis teknologi: Pada akhir-nya, banyak sentra HKI mengalami mati suri antara 2003 dan 2009 karena ketiadaan dukungan anggaran, walaupun beberapa di antaranya ada yang tetap berjalan perlahan-lahan, seperti sentra HKI BPPT yang dibentuk pada 1997, sentra HKI ITB dan IPB yang dibentuk pada 1999, dan sen­tra HKI LIPI yang didirikan sekitar 2001.

      Perlu dorongan pemerintah

      Ada beberapa program in-sentif yang digelontorkan beberapa instansi pemerin­tah dan swasta, yang pada dasarnya menitikberatkan pada upaya pencapaian sasar-an peningkatan jumlah paten dan rezim HKI lainnya. Di antaranya, program insentif yang diselenggarakan Ke­menterian Riset dan Teknologi seperti program insentif riset, program insentif pemben­tukan dan penguatan sentra HKI, serta insentif raih HKI. Adapun Kementerian Pendi-dikan Nasional menyeleng-garakan program penghargaan anugerah kekayaan intelektual dan program uber HKI.

      Kementerian Hukum dan HAM menyelenggarakan pro­gram insentif biaya pendaftaran HKI. Tidak ketinggalan pula, institusi swasta seperti Biro Oktroi Rooseno (BOR) membuka program bantuan dana penelitian. Namun, be­lum terlihat adanya program yang lebih berorientasi pada penguatan manajemen sentra HKI, hingga mampu mengem-bangkan fungsi sebagai mar­keter.

      Terkait dengan keikutsertaan Indonesia dalam persetu-juan internasional TRIPs (trade related aspect of intellectual pro­perty rights) yang merupakan annex dari paket kesepakatan internasional pembentukan World Trade Organization (WTO) pada 1994, Indonesia harus berani mengambil langkah maju untuk meningkatkan kompetisi di era global.

      Apalagi itu sejalan dengan program paket Reformasi Birokrasi. Caranya dengan mendorong sentra-sentra HKI di perguruan tinggi negeri dan lembaga litbang teknologi agar bermigrasi ke suatu entitas yang diberi kewenangan flek-sibel dalam pengelolaan PNBP, seperti badan layanan umum (BLU), khususnya untuk pe-nerimaan keuangan dari hasil penjualan HKI.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 342 clicks
      • Average hits: 3.8 clicks / month
      • Number of words: 2911
      • Number of characters: 26052
      • Created 7 years and 7 months ago at Thursday, 26 April 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 72
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124318
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC